Campus League Resmi Bergulir, Kompetisi Basket Surabaya Jadi Pembuka Musim
Senin, 20 April 2026 - 20:28 WIB
loading...
Campus League Resmi Bergulir, Kompetisi Basket Surabaya Jadi Pembuka Musim. Foto: SINDOnews Susanto
A
A
A
Kompetisi antarperguruan tinggi bertajuk Campus League resmi memasuki musim perdananya. Peluncuran dilakukan dalam acara Grand Launching di UP at Thamrin Nine, Senin (20/4), menandai dimulainya liga yang menargetkan pembentukan ekosistem olahraga kampus berkelanjutan di Indonesia.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut liga ini hadir sebagai jawaban atas tantangan besar yang dihadapi atlet mahasiswa, khususnya soal masa depan setelah lulus. Ia menyoroti bahwa hanya sebagian kecil atlet kampus yang melanjutkan ke level profesional, namun pengalaman berkompetisi tetap punya nilai penting.
“Sebagian besar atlet kampus tidak berkarier sebagai profesional, tetapi mereka punya potensi besar menjadi SDM unggul di berbagai bidang,” ujarnya.
![Campus League Resmi Bergulir, Kompetisi Basket Surabaya Jadi Pembuka Musim]()
Menurutnya, olahraga kampus bukan sekadar soal menang-kalah, melainkan sarana membentuk karakter—mulai dari disiplin, kerja sama tim, hingga kepemimpinan. Karena itu, Campus League dirancang sebagai platform pengembangan mahasiswa secara menyeluruh.
Dukungan terhadap inisiatif ini datang dari berbagai pihak, termasuk Bayan Resources dan Polytron. Kolaborasi ini dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan generasi muda, sekaligus memperkuat ekosistem sport industry di level kampus.
Campus League sendiri dibangun dengan tiga fondasi utama: akademik, atletisme, dan afinitas. Konsep ini terinspirasi dari sistem olahraga kampus di Amerika Serikat seperti NCAA. Dalam peta jalan jangka panjang, liga ini akan berkembang melalui tiga fase hingga ekspansi global pada 2030–2034.
Pada musim pertama, kompetisi mengalami perluasan signifikan dibanding musim uji coba sebelumnya. Jika sebelumnya hanya mempertandingkan futsal di dua kota, kini Campus League hadir di lima wilayah—Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Samarinda—dengan tiga cabang olahraga: basket, bulutangkis, dan futsal.
Sebagai puncak musim, akan digelar ajang multi-cabang UniGames di Universitas Pelita Harapan, yang mengadopsi konsep seperti multi-event besar dengan penentuan juara umum berdasarkan raihan medali emas.
![Campus League Resmi Bergulir, Kompetisi Basket Surabaya Jadi Pembuka Musim]()
Sebagai tanda dimulainya kompetisi secara nasional, seri basket Regional Surabaya akan berlangsung pada 22–29 April 2026 di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya.
Turnamen ini diikuti 16 tim putra dan 8 tim putri dari total 17 perguruan tinggi. Peserta tak hanya berasal dari Jawa, tetapi juga dari luar daerah seperti Universitas Cenderawasih dan Universitas Ciputra Makassar.
Persaingan diprediksi sengit sejak fase grup. Di sektor putra, Grup D menjadi sorotan dengan hadirnya Universitas Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Katolik Darma Cendika. Sementara di grup lain, Universitas Airlangga juga siap bersaing ketat.
Di sektor putri, tuan rumah Universitas Negeri Surabaya menghadapi grup berat bersama Ubaya, ITS, dan Unair.
Pembaruan regulasi juga diterapkan pada musim ini. Setiap tim diizinkan mendaftarkan satu pemain profesional dan satu pemain asing, dengan syarat tetap berstatus mahasiswa aktif. Kompetisi menggunakan sistem round-robin di fase grup dengan aturan resmi FIBA, termasuk format empat kuarter masing-masing 10 menit.
Pengawasan pertandingan dilakukan oleh Perbasi untuk memastikan standar kompetisi sekaligus mendukung pembinaan pemain menuju level nasional.
Dua tim terbaik dari Regional Surabaya akan melaju ke babak puncak bertajuk The National di Jakarta pada 6–13 Juni 2026. Juara nasional nantinya berkesempatan mewakili Indonesia di ajang Asian University Basketball League 2027.
Seluruh pertandingan bisa disaksikan langsung di arena maupun melalui siaran gratis di kanal YouTube resmi Campus League.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut liga ini hadir sebagai jawaban atas tantangan besar yang dihadapi atlet mahasiswa, khususnya soal masa depan setelah lulus. Ia menyoroti bahwa hanya sebagian kecil atlet kampus yang melanjutkan ke level profesional, namun pengalaman berkompetisi tetap punya nilai penting.
“Sebagian besar atlet kampus tidak berkarier sebagai profesional, tetapi mereka punya potensi besar menjadi SDM unggul di berbagai bidang,” ujarnya.

Menurutnya, olahraga kampus bukan sekadar soal menang-kalah, melainkan sarana membentuk karakter—mulai dari disiplin, kerja sama tim, hingga kepemimpinan. Karena itu, Campus League dirancang sebagai platform pengembangan mahasiswa secara menyeluruh.
Dukungan terhadap inisiatif ini datang dari berbagai pihak, termasuk Bayan Resources dan Polytron. Kolaborasi ini dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam pengembangan generasi muda, sekaligus memperkuat ekosistem sport industry di level kampus.
Campus League sendiri dibangun dengan tiga fondasi utama: akademik, atletisme, dan afinitas. Konsep ini terinspirasi dari sistem olahraga kampus di Amerika Serikat seperti NCAA. Dalam peta jalan jangka panjang, liga ini akan berkembang melalui tiga fase hingga ekspansi global pada 2030–2034.
Pada musim pertama, kompetisi mengalami perluasan signifikan dibanding musim uji coba sebelumnya. Jika sebelumnya hanya mempertandingkan futsal di dua kota, kini Campus League hadir di lima wilayah—Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Samarinda—dengan tiga cabang olahraga: basket, bulutangkis, dan futsal.
Sebagai puncak musim, akan digelar ajang multi-cabang UniGames di Universitas Pelita Harapan, yang mengadopsi konsep seperti multi-event besar dengan penentuan juara umum berdasarkan raihan medali emas.
Basket Regional Surabaya Jadi Pembuka

Sebagai tanda dimulainya kompetisi secara nasional, seri basket Regional Surabaya akan berlangsung pada 22–29 April 2026 di GOR Basket Universitas Negeri Surabaya.
Turnamen ini diikuti 16 tim putra dan 8 tim putri dari total 17 perguruan tinggi. Peserta tak hanya berasal dari Jawa, tetapi juga dari luar daerah seperti Universitas Cenderawasih dan Universitas Ciputra Makassar.
Persaingan diprediksi sengit sejak fase grup. Di sektor putra, Grup D menjadi sorotan dengan hadirnya Universitas Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Katolik Darma Cendika. Sementara di grup lain, Universitas Airlangga juga siap bersaing ketat.
Di sektor putri, tuan rumah Universitas Negeri Surabaya menghadapi grup berat bersama Ubaya, ITS, dan Unair.
Pembaruan regulasi juga diterapkan pada musim ini. Setiap tim diizinkan mendaftarkan satu pemain profesional dan satu pemain asing, dengan syarat tetap berstatus mahasiswa aktif. Kompetisi menggunakan sistem round-robin di fase grup dengan aturan resmi FIBA, termasuk format empat kuarter masing-masing 10 menit.
Pengawasan pertandingan dilakukan oleh Perbasi untuk memastikan standar kompetisi sekaligus mendukung pembinaan pemain menuju level nasional.
Dua tim terbaik dari Regional Surabaya akan melaju ke babak puncak bertajuk The National di Jakarta pada 6–13 Juni 2026. Juara nasional nantinya berkesempatan mewakili Indonesia di ajang Asian University Basketball League 2027.
Seluruh pertandingan bisa disaksikan langsung di arena maupun melalui siaran gratis di kanal YouTube resmi Campus League.
(sto)
Lihat Juga :