Viral Tendangan Kungfu Fadly Alberto, SOS Kritik Sistem Pembinaan dan Kepemimpinan Wasit
Rabu, 22 April 2026 - 06:35 WIB
loading...
Viral Tendangan Kungfu Fadly Alberto, SOS Kritik Sistem Pembinaan dan Kepemimpinan Wasit
A
A
A
Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali menyoroti kasus pemain Bhayangkara FC U-20 Fadly Alberto yang melakukan tendangan kungfu ke pemain Dewa United. Menurutnya kasus itu bukan sekadar kesalahan seorang pemain, melainkan gambaran ekosistem pembinaan sepak bola Indonesia yang kurang oke.
Aksi Fadly Alberto menjadi sorotan tajam setelah menendang secara brutal seorang pemain Dewa United U-20 usai pertandingan Elite Pro Academy di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026).
"Sebenarnya kasus yang terjadi di laga EPA (Elite Pro Academy) antara Bhayangkara FC melawan Dewa United adalah gambaran umum tentang ekosistem sepak bola kita," kata Akmal kepada iNews Media Group, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Fadly Alberto Minta Maaf Lepaskan Tendangan Kungfu: Saya Mencoreng Nama Timnas Indonesia
"Di mana pembinaan kita ini belum mengarah kepada pembinaan sepak bola yang bukan cuma sekadar menendang dan menyundul bola. Bagaimana membangun attitude, sikap, dan juga tingkah laku di lapangan yang seharusnya juga menjadi bagian dari pembinaan sepak bola Indonesia," tambahnya.
Dia mengatakan keributan tersebut juga terjadi dikarenakan wasit tidak bijak dalam pengambilan keputusan. Jadi, wasit dalam laga tersebut pun perlu dievaluasi.
"Ini akan menjadi problem besar kita di tengah juga, misalnya, kecurigaan-kecurigaan terhadap kepemimpinan wasit dan sebagainya. Jadi menurut saya, ini tidak serta-merta kesalahan pemain," ucapnya.
"Misalnya, kita sejauh ini menghakimi luar biasa Alberto Fadly Hengga yang pada akhirnya kita membunuh karakter anak tersebut dengan perilaku kita mengecam habis-habisan," sambungnya.
Dijadwal Dewa United U-20 dan Bhayangkara U-20 di akan melakukan mediasi. Mediasi itu akan dilakukan di Dewa United Arena, Rabu (22/4/2026).
Aksi Fadly Alberto menjadi sorotan tajam setelah menendang secara brutal seorang pemain Dewa United U-20 usai pertandingan Elite Pro Academy di Stadion Citarum, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (19/4/2026).
"Sebenarnya kasus yang terjadi di laga EPA (Elite Pro Academy) antara Bhayangkara FC melawan Dewa United adalah gambaran umum tentang ekosistem sepak bola kita," kata Akmal kepada iNews Media Group, Selasa (21/4/2026).
Baca Juga: Fadly Alberto Minta Maaf Lepaskan Tendangan Kungfu: Saya Mencoreng Nama Timnas Indonesia
"Di mana pembinaan kita ini belum mengarah kepada pembinaan sepak bola yang bukan cuma sekadar menendang dan menyundul bola. Bagaimana membangun attitude, sikap, dan juga tingkah laku di lapangan yang seharusnya juga menjadi bagian dari pembinaan sepak bola Indonesia," tambahnya.
Dia mengatakan keributan tersebut juga terjadi dikarenakan wasit tidak bijak dalam pengambilan keputusan. Jadi, wasit dalam laga tersebut pun perlu dievaluasi.
"Ini akan menjadi problem besar kita di tengah juga, misalnya, kecurigaan-kecurigaan terhadap kepemimpinan wasit dan sebagainya. Jadi menurut saya, ini tidak serta-merta kesalahan pemain," ucapnya.
"Misalnya, kita sejauh ini menghakimi luar biasa Alberto Fadly Hengga yang pada akhirnya kita membunuh karakter anak tersebut dengan perilaku kita mengecam habis-habisan," sambungnya.
Dijadwal Dewa United U-20 dan Bhayangkara U-20 di akan melakukan mediasi. Mediasi itu akan dilakukan di Dewa United Arena, Rabu (22/4/2026).
(sto)
Lihat Juga :