Tim Putra dan Putri Ubaya Juara Campus League Basketball Regional Surabaya
Kamis, 30 April 2026 - 05:34 WIB
loading...
A
A
A
Mereka melaju bersama Tim Putri Universitas Ciputra Makassar dan Tim Putra Universitas Cendrawasih sebagai runner-up untuk menghadapi tim-tim terbaik dari regional Bandung, Yogyakarta, Samarinda, dan Jakarta.
Stimulasi Ekosistem Basket di Surabaya
CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut kompetisi Regional Surabaya berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari perguruan tinggi dan student-athlete di Jawa Timur dan sekitarnya. Sejak dimulai pada Rabu (22/4), sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi turut ambil bagian.
Ryan menilai perbedaan kualitas antar tim justru menjadi tantangan untuk meningkatkan pembinaan dan kualitas kompetisi.
“Harapannya Campus League bisa memicu pergerakan baru dalam ekosistem olahraga kampus. Dulu di Jawa Timur ada Ubaya dan Unair yang dominan. Karena sempat vakum cukup lama, peta kekuatan berubah. Kami ingin ini menjadi stimulasi baru, tidak hanya untuk Surabaya tetapi juga Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Unesa, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko S.Pd., M.Kes., mengapresiasi penyelenggaraan Campus League sebagai wadah kompetisi mahasiswa.
Ia mengaku bangga meski Tim Putra Unesa hanya finis di posisi ketiga, namun tetap berhasil menjadi tuan rumah yang baik sekaligus berkontribusi dalam menghidupkan kembali ekosistem basket di Surabaya.
“Kami bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah. Ini menjadi semangat bagi Unesa sebagai kampus para juara. Hasil ini juga menjadi motivasi agar ke depan kami bisa lebih bersaing di level atas. Saya juga mengajak mahasiswa untuk aktif di Campus League, karena olahraga dan kompetisi adalah sarana pembentukan karakter,” tutupnya.
Stimulasi Ekosistem Basket di Surabaya
CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut kompetisi Regional Surabaya berjalan lancar dengan antusiasme tinggi dari perguruan tinggi dan student-athlete di Jawa Timur dan sekitarnya. Sejak dimulai pada Rabu (22/4), sebanyak 16 tim putra dan 8 tim putri dari 17 perguruan tinggi turut ambil bagian.
Ryan menilai perbedaan kualitas antar tim justru menjadi tantangan untuk meningkatkan pembinaan dan kualitas kompetisi.
“Harapannya Campus League bisa memicu pergerakan baru dalam ekosistem olahraga kampus. Dulu di Jawa Timur ada Ubaya dan Unair yang dominan. Karena sempat vakum cukup lama, peta kekuatan berubah. Kami ingin ini menjadi stimulasi baru, tidak hanya untuk Surabaya tetapi juga Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor IV Unesa, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko S.Pd., M.Kes., mengapresiasi penyelenggaraan Campus League sebagai wadah kompetisi mahasiswa.
Ia mengaku bangga meski Tim Putra Unesa hanya finis di posisi ketiga, namun tetap berhasil menjadi tuan rumah yang baik sekaligus berkontribusi dalam menghidupkan kembali ekosistem basket di Surabaya.
“Kami bersyukur dipercaya menjadi tuan rumah. Ini menjadi semangat bagi Unesa sebagai kampus para juara. Hasil ini juga menjadi motivasi agar ke depan kami bisa lebih bersaing di level atas. Saya juga mengajak mahasiswa untuk aktif di Campus League, karena olahraga dan kompetisi adalah sarana pembentukan karakter,” tutupnya.
(sto)
Lihat Juga :