Juney Hanafi Cetak Sejarah di Lintang Flores 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 - 14:18 WIB
loading...
Juney Hanafi Cetak Sejarah...
Juney Hanafi, pemenang Lintang Flores 2026, disambut penggagas ajang ini, Renaldus Iwan Sumarta, di garis finis Taaktana Labuan Bajo / Foto: Ist
A A A
LABUAN BAJO - Sejarah baru tercipta di tanah Flores. Setelah dua edisi sebelumnya dikuasai pesepeda asal Inggris dan Australia, ajang ultra cycling bergengsi Lintang Flores 2026 akhirnya menobatkan putra bangsa sebagai jawara utamanya.

Tepat saat batas waktu (cut-off time) berakhir pada Kamis (7/5/2026) pukul 10.00 WITA, sebanyak 20 pesepeda ultra dari berbagai belahan dunia berhasil menaklukkan keganasan medan Flores dan menyentuh garis finis di TA’AKTANA, Labuan Bajo.

Juney Hanafi, ultra cyclist asal Malang, tampil sebagai bintang utama. Ia sukses menuntaskan rute gila sejauh 1.034 km dengan total elevasi mencapai 19.000 meter, setara dengan dua kali mendaki Puncak Everest dari permukaan laut.

Juney mencatatkan waktu fantastis 79 jam 5 menit untuk rute Labuan Bajo–Maumere–Labuan Bajo. Keberhasilannya diikuti oleh dua pesepeda Indonesia lainnya Muhammad Ghanez Athoriq (80 jam 21 menit), dan Muhammad Irwan (82 jam 5 menit).

Sementara itu, kategori wanita dimenangkan oleh Charlotte Troost asal Belanda, yang juga merupakan juara Bentang Jawa, dengan catatan waktu 87 jam 48 menit.
Modal Kurma, Nasi Kuning, dan Tekad Baja

Di balik kemenangannya, Juney membagikan kisah perjuangan yang sangat manusiawi. Ia mengaku sempat kewalahan menghadapi tanjakan bertubi-tubi di Pulau Bunga ini.

"Rutenya luar biasa—naik turun gunung dan pantai ratusan kali. Di kilometer 800 ke atas, saya bahkan sempat mendorong sepeda karena gear saya kurang mumpuni untuk tanjakan ekstrem tersebut," kenang Juney dalam keterangan pers, Sabtu (9/5/2026).

Menariknya, Juney membuktikan bahwa ultra cycling bukan hanya soal alat mahal. Bermodalkan sepeda dengan setelan sederhana serta asupan lokal berupa kurma dan nasi kuning, ia berhasil melintasi pulau. Perjuangannya bahkan dimulai sebelum balapan; ia bersepeda dari Malang ke Surabaya, lalu menyambung perjalanan laut selama 30 jam menuju Labuan Bajo.

Penggagas Lintang Flores, Renaldus Iwan Sumarta, menyatakan kebanggaannya atas dominasi podium oleh talenta lokal tahun ini. Namun baginya, Lintang Flores bukan sekadar soal siapa yang tercepat sampai di garis finis.

"Tahun ini istimewa karena podium dikuasai pesepeda Indonesia. Namun lebih dari itu, ajang ini adalah bukti keteguhan hati. Alam Flores dengan cuaca ekstrem adalah ujian bagi tekad manusia," ujar Iwan.

Lintang Flores 2026 juga membawa misi sosial yang menyentuh. Tahun ini, penyelenggara bersama para peserta menggalang donasi untuk renovasi ruang kelas di SMAK St. Yosef Freinademetz Mukusaki, Ende, yang rusak akibat bencana longsor serta peningkatan kesadaran akan pentingnya fasilitas pendidikan di pelosok Flores melalui kampanye media sosial para peserta.

Dengan berakhirnya edisi ketiga ini, Lintang Flores semakin mengukuhkan posisinya sebagai ajang yang memadukan kekuatan fisik, keindahan alam, dan solidaritas sosial bagi sesama.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cetak Sejarah, Jakarta...
Cetak Sejarah, Jakarta Pro Cycling Team Kuasai Tour de Algerie 2026
76 Indonesian Downhill...
76 Indonesian Downhill 2026 Seri I Yogyakarta, Andy Prayoga Juara Men Elite
Tour de Bintan 2026...
Tour de Bintan 2026 Hadir dengan Wajah Baru, Perkuat Daya Tarik Internasional
76 Indonesian Downhill...
76 Indonesian Downhill 2026 Hadir Lebih Ekstrem, Persaingan Rider Dipastikan Makin Panas
GFNY Belitung 2026,...
GFNY Belitung 2026, Group Ride Jakarta 1 Galang Kebersamaan Komunitas Pesepeda
Dunia Terperangah! Srikandi...
Dunia Terperangah! Srikandi Indonesia Hancurkan Dominasi Jepang di Thailand, Merah Putih Berkibar di India
Jelang GFNY Belitung,...
Jelang GFNY Belitung, Komunitas Roadbike Susuri Geopark Tercantik Dunia
Menaklukkan Jantung...
Menaklukkan Jantung Kalimantan: Di Balik Peluh dan Aspal Tour de Loksado
Skoda LK 130, Mobil...
Skoda LK 130, Mobil Konsep untuk Tim Balap Sepeda
Special Bola
Jadi Pelatih Oxford...
Liga Inggris
Jadi Pelatih Oxford United, Aaron Romeny Siap Antar Ole Romeny Dkk Berprestasi
Marc Cucurella Ajak...
Liga Spanyol
Marc Cucurella Ajak Enzo Fernandez Gabung Real Madrid!
Laurin Ulrich Masuk...
Bola Dunia
Laurin Ulrich Masuk Radar Naturalisasi Timnas Indonesia
Rekomendasi
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Berita Terkini
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Awas Tergelincir Oranje
Tunisia vs Belanda:...
Tunisia vs Belanda: Pesta Oranje di Depan Mata?
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Ekuador vs Jerman: Der...
Ekuador vs Jerman: Der Panzer Kejar Angka 12
FIFA vs Iran-Mesir,...
FIFA vs Iran-Mesir, Ribut Soal Simbol Pelangi
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved