Putri KW Pikul Tanggung Jawab Baru usai Gregoria Mariska Tinggalkan Pelatnas PBSI
Kamis, 21 Mei 2026 - 13:12 WIB
loading...
Putri KW Pikul Tanggung Jawab Baru usai Gregoria Mariska Tinggalkan Pelatnas PBSI. Foto: PBSI
A
A
A
JAKARTA - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, menyatakan siap mengemban tanggung jawab baru setelah Gregoria Mariska Tunjung meninggalkan Pelatnas PBSI. Putri KW -sapaan akrab Putri Kusuma Wardani- kini menjadi andalan utama sektor tunggal putri Indonesia di level elite.
Gregoria sebelumnya memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI pada Jumat (15/5/2026) lalu. Peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu mengambil keputusan tersebut karena alasan kesehatan.
Pemain berusia 26 tahun itu diketahui masih berjuang memulihkan kondisi akibat penyakit vertigo yang tak kunjung pulih. Keputusan Gregoria mundur membuat kekuatan tunggal putri utama Pelatnas PBSI berkurang.
Baca Juga: Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026
Saat ini, sektor tunggal putri utama hanya menyisakan Putri KW, Ester Nurumi Tri Wardoyo, dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Situasi tersebut membuat Putri KW menjadi pemain paling senior sekaligus pemilik ranking BWF tertinggi di sektor tersebut.
Pebulu tangkis berusia 23 tahun itu kini menempati peringkat keenam dunia. Dengan status tersebut, peran sebagai tulang punggung tunggal putri Indonesia otomatis berpindah kepadanya.
Putri KW mengakui kini beban besar berada di pundaknya setelah Gregoria mundur dari Pelatnas PBSI. Namun, dia memilih menyikapinya dengan pikiran positif dan penuh semangat.
"Ya, bebannya Kak Grego (Gregoria Mariska Tunjung) pindah ke aku kan. Tapi ya aku jalanin dengan senang hatilah, dengan berpikiran terus positi," kata Putri KW kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur pada Rabu (20/5/2026).
"Sudah siap karena dari sebelumnya Kak Grego kan absen udah cukup lama, jadi kayak ya siap dan semua aku jalanin dengan senang hati sih. Selalu banyak orang di belakang aku yang selalu memotivasi aku sih," sambungnya.
Putri KW juga mengaku termotivasi oleh pencapaian Gregoria yang sukses meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024. Dia bahkan bertekad bisa melampaui prestasi seniornya tersebut pada masa mendatang.
"Pasti (terbebani), tapi udah aku siapin dari sebelum Olimpiade kayak kan terakhir Kak Grego juga perunggu. Jadi aku ingin bisa insyaallah lebih dari Kak Grego lah," jelas Putri KW.
Selain prestasi, Putri KW mengaku banyak belajar dari karakter dan perjuangan Gregoria selama berada di Pelatnas PBSI. Dia menilai Gregoria memiliki mental kuat untuk bangkit dari situasi sulit.
"Mungkin dia kan sempat jatuh dan bisa bangkit juga, seperti kegigihan dia untuk di dalam latihan, terus juga mungkin pola pikir Kak Grego yang cukup baik sih, dan aku banyak belajar dari dia sih tentang teknik di lapangan sih," ungkap pebulu tangkis asal Tangerang, Banten, itu.
Putri KW juga memuji kualitas teknik permainan Gregoria yang dinilai sangat menyulitkan lawan di lapangan. Menurutnya, pukulan-pukulan Gregoria memiliki karakter khas yang sulit dijelaskan.
"Karena Kak Grego punya tangan yang sangat luar biasa. Maksudnya pukulan-pukulannya tuh cukup menyulitkan lawan dan apa ya, nggak bisa dideskripsikan kalau belum ketemu dia," pungkasnya.
Gregoria sebelumnya memutuskan mundur dari Pelatnas PBSI pada Jumat (15/5/2026) lalu. Peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu mengambil keputusan tersebut karena alasan kesehatan.
Pemain berusia 26 tahun itu diketahui masih berjuang memulihkan kondisi akibat penyakit vertigo yang tak kunjung pulih. Keputusan Gregoria mundur membuat kekuatan tunggal putri utama Pelatnas PBSI berkurang.
Baca Juga: Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026
Saat ini, sektor tunggal putri utama hanya menyisakan Putri KW, Ester Nurumi Tri Wardoyo, dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Situasi tersebut membuat Putri KW menjadi pemain paling senior sekaligus pemilik ranking BWF tertinggi di sektor tersebut.
Pebulu tangkis berusia 23 tahun itu kini menempati peringkat keenam dunia. Dengan status tersebut, peran sebagai tulang punggung tunggal putri Indonesia otomatis berpindah kepadanya.
Putri KW mengakui kini beban besar berada di pundaknya setelah Gregoria mundur dari Pelatnas PBSI. Namun, dia memilih menyikapinya dengan pikiran positif dan penuh semangat.
"Ya, bebannya Kak Grego (Gregoria Mariska Tunjung) pindah ke aku kan. Tapi ya aku jalanin dengan senang hatilah, dengan berpikiran terus positi," kata Putri KW kepada awak media, termasuk iNews Media Group di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur pada Rabu (20/5/2026).
"Sudah siap karena dari sebelumnya Kak Grego kan absen udah cukup lama, jadi kayak ya siap dan semua aku jalanin dengan senang hati sih. Selalu banyak orang di belakang aku yang selalu memotivasi aku sih," sambungnya.
Putri KW juga mengaku termotivasi oleh pencapaian Gregoria yang sukses meraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024. Dia bahkan bertekad bisa melampaui prestasi seniornya tersebut pada masa mendatang.
"Pasti (terbebani), tapi udah aku siapin dari sebelum Olimpiade kayak kan terakhir Kak Grego juga perunggu. Jadi aku ingin bisa insyaallah lebih dari Kak Grego lah," jelas Putri KW.
Selain prestasi, Putri KW mengaku banyak belajar dari karakter dan perjuangan Gregoria selama berada di Pelatnas PBSI. Dia menilai Gregoria memiliki mental kuat untuk bangkit dari situasi sulit.
"Mungkin dia kan sempat jatuh dan bisa bangkit juga, seperti kegigihan dia untuk di dalam latihan, terus juga mungkin pola pikir Kak Grego yang cukup baik sih, dan aku banyak belajar dari dia sih tentang teknik di lapangan sih," ungkap pebulu tangkis asal Tangerang, Banten, itu.
Putri KW juga memuji kualitas teknik permainan Gregoria yang dinilai sangat menyulitkan lawan di lapangan. Menurutnya, pukulan-pukulan Gregoria memiliki karakter khas yang sulit dijelaskan.
"Karena Kak Grego punya tangan yang sangat luar biasa. Maksudnya pukulan-pukulannya tuh cukup menyulitkan lawan dan apa ya, nggak bisa dideskripsikan kalau belum ketemu dia," pungkasnya.
(sto)
Lihat Juga :