Tour de Bintan 2026 Hadir dengan Wajah Baru, Perkuat Daya Tarik Internasional
Kamis, 21 Mei 2026 - 18:29 WIB
loading...
Tour de Bintan 2026 Hadir dengan Wajah Baru, Perkuat Daya Tarik Internasional. Foto: SINDOnews/HO/Tour de Bintan
A
A
A
Ajang balap sepeda internasional Tour de Bintan dipastikan kembali hadir pada 2026 dengan identitas baru yang lebih segar dan modern. Event sport tourism andalan Pulau Bintan itu akan berlangsung pada 21-23 Agustus 2026 dengan pusat kegiatan di kawasan Lagoi Bay, Bintan Resorts, Kepulauan Riau.
Tour de Bintan bukan nama baru di dunia balap sepeda internasional. Event ini sudah digelar sejak 2009 dan menjadi salah satu magnet wisata olahraga terbesar di Indonesia. Kini, setelah vakum, Tour de Bintan kembali dengan konsep baru untuk memperkuat daya tarik internasionalnya.
“Tahun 2026 menandai transformasi Tour de Bintan. Dengan identitas visual logo yang baru, terlihat segar, dinamis dan ekspresif. Pembaharuan logo ini akan menjadi awal dimulainya kembali babak baru event Tour de Bintan dengan Pulau Bintan sebagai destinasi juga tuan rumah event. Bintan Resorts sebagai event organizer yang menggaet Trifactor sebagai partner,” ujar Chief Operating Officer Bintan Resorts, Abdul Wahab, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/5/2026).
Menurut Abdul Wahab, Tour de Bintan selama ini terbukti mampu mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Pulau Bintan. Event tersebut dinilai strategis untuk memperluas eksposur Bintan di pasar internasional sekaligus memperkuat citra kawasan sebagai destinasi active lifestyle dan leisure.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bintan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kementerian Pariwisata, hingga International Cycling Federation (ICF) atas dukungan terhadap penyelenggaraan event tersebut.
“Atas nama Trifactor, kami merasa bangga dapat bekerja sama dengan Bintan Resorts untuk menghadirkan kembali Tour de Bintan. Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama dalam mengangkat olahraga ini serta menyatukan komunitas pesepeda melalui keluarga besar Trifactor. Bersama-sama, kami berupaya menghadirkan pengalaman balap kelas dunia dengan latar keindahan destinasi Bintan Resorts, dan kami menantikan kehadiran para pesepeda dari seluruh wilayah maupun mancanegara untuk menjadi bagian dari kembalinya ajang ikonik ini,” tutur pendiri Trifactor, Elvin Ting.
Salah satu pembaruan terbesar tahun ini adalah hadirnya kategori UCI 1.2 Point Race. Kategori tersebut merupakan perlombaan resmi yang terdaftar di Union Cycliste Internationale (UCI), di mana para pembalap bisa mengumpulkan poin untuk ranking internasional.
“Salah satu highlight baru yang diperkenalkan tahun ini adalah UCI 1.2 point race. UCI Point Race adalah perlombaan balap sepeda resmi yang terdaftar di Union Cycliste Internationale (UCI), di mana para pembalap dapat memperoleh poin untuk ranking internasional berdasarkan hasil perlombaan mereka,” kata koordinator utama event, Raja Azmizal Usman.
Selain kategori elite tersebut, Tour de Bintan 2026 juga menghadirkan sejumlah nomor balapan untuk berbagai level kemampuan. Mulai dari Gran Fondo Classic 150 kilometer, Gran Fondo Century 100 kilometer, Gran Fondo Challenge 70 kilometer, Gran Fondo Discovery 45 kilometer, hingga Individual Time Trial (ITT) 17 kilometer.
Raja Azmi mengatakan, event ini dirancang bukan hanya untuk atlet profesional, tetapi juga terbuka bagi pesepeda pemula yang ingin merasakan pengalaman balapan internasional dengan atmosfer kompetitif namun tetap nyaman.
Peserta nantinya akan melintasi jalur khas Pulau Bintan yang menawarkan kombinasi pantai tropis, perkampungan lokal, hingga kawasan hutan. Kondisi jalan yang mulus dan minim lalu lintas disebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pembalap.
“Mulai dari pemula hingga atlet dengan kemampuan kompetitif, akan sama-sama merasakan balap sepeda di tengah keindahan alam tropis Pulau Bintan, melintasi garis pantai, perkampungan lokal, hingga tepian hutan di sepanjang Kabupaten Bintan,” ujar Raja Azmi.
Brand ambassador Tour de Bintan 2026, Chaidir Akbar, mengaku lintasan di Bintan memiliki karakter unik yang menantang sekaligus menyenangkan bagi para pesepeda.
“Sejak pertama kali datang ke Pulau Bintan di tahun 2012, saya selalu merasa karakter medannya punya daya tarik tersendiri. Kombinasi jalan yang berbukit dan bergelombang secara teknis sangat menantang untuk tipe pesepeda yang kuat mengayuh di tanjakan pendek dan naik turun, sementara jalur-jalur panjangnya memberi ruang bagi sprinter untuk benar-benar menguji power mereka,” ungkap Chaidir.
“Yang paling menyenangkan, setelah melewati race yang intens, kita bisa langsung recovery sambil menikmati suasana laguna yang tenang. Bintan bukan hanya destinasi singkat untuk liburan, tapi sudah seperti arena bermain bagi mereka yang ingin bersepeda dengan performa maksimal,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, menyebut pemerintah daerah menyambut positif kembalinya Tour de Bintan karena dinilai mampu mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
“Pemerintah Kabupaten Bintan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan menyambut positif kembalinya event Tour de Bintan. Hingga saat ini, sport tourism masih menjadi salah satu daya tarik utama dalam mendatangkan kunjungan wisatawan grup sekaligus mendorong perputaran ekonomi Kabupaten Bintan,” jelas Ronny.
Pemerintah Kabupaten Bintan menargetkan 300 ribu kunjungan wisatawan sepanjang 2026. Kehadiran Tour de Bintan diharapkan semakin memperkuat posisi Bintan sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia dan Asia Tenggara.
Tour de Bintan bukan nama baru di dunia balap sepeda internasional. Event ini sudah digelar sejak 2009 dan menjadi salah satu magnet wisata olahraga terbesar di Indonesia. Kini, setelah vakum, Tour de Bintan kembali dengan konsep baru untuk memperkuat daya tarik internasionalnya.
“Tahun 2026 menandai transformasi Tour de Bintan. Dengan identitas visual logo yang baru, terlihat segar, dinamis dan ekspresif. Pembaharuan logo ini akan menjadi awal dimulainya kembali babak baru event Tour de Bintan dengan Pulau Bintan sebagai destinasi juga tuan rumah event. Bintan Resorts sebagai event organizer yang menggaet Trifactor sebagai partner,” ujar Chief Operating Officer Bintan Resorts, Abdul Wahab, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/5/2026).
Menurut Abdul Wahab, Tour de Bintan selama ini terbukti mampu mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Pulau Bintan. Event tersebut dinilai strategis untuk memperluas eksposur Bintan di pasar internasional sekaligus memperkuat citra kawasan sebagai destinasi active lifestyle dan leisure.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bintan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Kementerian Pariwisata, hingga International Cycling Federation (ICF) atas dukungan terhadap penyelenggaraan event tersebut.
“Atas nama Trifactor, kami merasa bangga dapat bekerja sama dengan Bintan Resorts untuk menghadirkan kembali Tour de Bintan. Kemitraan ini mencerminkan komitmen bersama dalam mengangkat olahraga ini serta menyatukan komunitas pesepeda melalui keluarga besar Trifactor. Bersama-sama, kami berupaya menghadirkan pengalaman balap kelas dunia dengan latar keindahan destinasi Bintan Resorts, dan kami menantikan kehadiran para pesepeda dari seluruh wilayah maupun mancanegara untuk menjadi bagian dari kembalinya ajang ikonik ini,” tutur pendiri Trifactor, Elvin Ting.
Salah satu pembaruan terbesar tahun ini adalah hadirnya kategori UCI 1.2 Point Race. Kategori tersebut merupakan perlombaan resmi yang terdaftar di Union Cycliste Internationale (UCI), di mana para pembalap bisa mengumpulkan poin untuk ranking internasional.
“Salah satu highlight baru yang diperkenalkan tahun ini adalah UCI 1.2 point race. UCI Point Race adalah perlombaan balap sepeda resmi yang terdaftar di Union Cycliste Internationale (UCI), di mana para pembalap dapat memperoleh poin untuk ranking internasional berdasarkan hasil perlombaan mereka,” kata koordinator utama event, Raja Azmizal Usman.
Selain kategori elite tersebut, Tour de Bintan 2026 juga menghadirkan sejumlah nomor balapan untuk berbagai level kemampuan. Mulai dari Gran Fondo Classic 150 kilometer, Gran Fondo Century 100 kilometer, Gran Fondo Challenge 70 kilometer, Gran Fondo Discovery 45 kilometer, hingga Individual Time Trial (ITT) 17 kilometer.
Raja Azmi mengatakan, event ini dirancang bukan hanya untuk atlet profesional, tetapi juga terbuka bagi pesepeda pemula yang ingin merasakan pengalaman balapan internasional dengan atmosfer kompetitif namun tetap nyaman.
Peserta nantinya akan melintasi jalur khas Pulau Bintan yang menawarkan kombinasi pantai tropis, perkampungan lokal, hingga kawasan hutan. Kondisi jalan yang mulus dan minim lalu lintas disebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi para pembalap.
“Mulai dari pemula hingga atlet dengan kemampuan kompetitif, akan sama-sama merasakan balap sepeda di tengah keindahan alam tropis Pulau Bintan, melintasi garis pantai, perkampungan lokal, hingga tepian hutan di sepanjang Kabupaten Bintan,” ujar Raja Azmi.
Brand ambassador Tour de Bintan 2026, Chaidir Akbar, mengaku lintasan di Bintan memiliki karakter unik yang menantang sekaligus menyenangkan bagi para pesepeda.
“Sejak pertama kali datang ke Pulau Bintan di tahun 2012, saya selalu merasa karakter medannya punya daya tarik tersendiri. Kombinasi jalan yang berbukit dan bergelombang secara teknis sangat menantang untuk tipe pesepeda yang kuat mengayuh di tanjakan pendek dan naik turun, sementara jalur-jalur panjangnya memberi ruang bagi sprinter untuk benar-benar menguji power mereka,” ungkap Chaidir.
“Yang paling menyenangkan, setelah melewati race yang intens, kita bisa langsung recovery sambil menikmati suasana laguna yang tenang. Bintan bukan hanya destinasi singkat untuk liburan, tapi sudah seperti arena bermain bagi mereka yang ingin bersepeda dengan performa maksimal,” lanjutnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bintan, Ronny Kartika, menyebut pemerintah daerah menyambut positif kembalinya Tour de Bintan karena dinilai mampu mendongkrak sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
“Pemerintah Kabupaten Bintan dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bintan menyambut positif kembalinya event Tour de Bintan. Hingga saat ini, sport tourism masih menjadi salah satu daya tarik utama dalam mendatangkan kunjungan wisatawan grup sekaligus mendorong perputaran ekonomi Kabupaten Bintan,” jelas Ronny.
Pemerintah Kabupaten Bintan menargetkan 300 ribu kunjungan wisatawan sepanjang 2026. Kehadiran Tour de Bintan diharapkan semakin memperkuat posisi Bintan sebagai destinasi sport tourism unggulan di Indonesia dan Asia Tenggara.
(sto)
Lihat Juga :