Liverpool Bidik Andoni Iraola Pengganti Slot, Jurgen Klopp Sudah Lama Jatuh Hati
Jum'at, 22 Mei 2026 - 14:30 WIB
loading...
A
A
A
“Mereka bermain dengan arah yang jelas, tahu kapan harus menyerang, sangat kompak saat bertahan, dan mampu memaksimalkan pemain seperti Dominic Solanke secara luar biasa,” lanjutnya.
Pujian Klopp itu kini kembali menjadi sorotan karena Liverpool sedang mencari sosok yang mampu mengembalikan identitas permainan agresif ala era “heavy metal football” yang dulu menjadi ciri khas mereka.
Setelah sempat menjuarai Premier League musim lalu, performa Liverpool musim ini mengalami penurunan tajam. Meski masih berpeluang lolos ke Liga Champions musim depan, konsistensi permainan dinilai jauh dari ekspektasi.
Salah satu sorotan terbesar adalah menurunnya produktivitas lini serang. Liverpool tercatat mencetak 24 gol lebih sedikit dibanding musim sebelumnya.
Gaya bermain yang lebih mengutamakan penguasaan bola di bawah Slot juga dianggap belum memberikan keseimbangan ideal. Alhasil, permainan Liverpool kerap terlihat lambat dan kehilangan agresivitas.
Situasi itulah yang membuat nama Iraola mulai dianggap cocok untuk membawa kembali energi dan intensitas tinggi ke Anfield.
Selama menangani Bournemouth, Iraola dikenal dengan pendekatan pressing agresif, transisi cepat, dan permainan vertikal yang intens. Filosofi itu dianggap mirip dengan gaya yang pernah membawa Klopp sukses besar bersama Liverpool.
Namun, jika benar ditunjuk, Iraola diyakini tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Saat pertama kali menangani Bournemouth, pelatih berusia 43 tahun itu sempat gagal meraih kemenangan dalam sembilan laga awalnya. Meski demikian, perlahan ia berhasil membentuk tim yang solid dan kompetitif.
Pujian Klopp itu kini kembali menjadi sorotan karena Liverpool sedang mencari sosok yang mampu mengembalikan identitas permainan agresif ala era “heavy metal football” yang dulu menjadi ciri khas mereka.
Performa Liverpool Menurun Drastis
Setelah sempat menjuarai Premier League musim lalu, performa Liverpool musim ini mengalami penurunan tajam. Meski masih berpeluang lolos ke Liga Champions musim depan, konsistensi permainan dinilai jauh dari ekspektasi.
Salah satu sorotan terbesar adalah menurunnya produktivitas lini serang. Liverpool tercatat mencetak 24 gol lebih sedikit dibanding musim sebelumnya.
Gaya bermain yang lebih mengutamakan penguasaan bola di bawah Slot juga dianggap belum memberikan keseimbangan ideal. Alhasil, permainan Liverpool kerap terlihat lambat dan kehilangan agresivitas.
Situasi itulah yang membuat nama Iraola mulai dianggap cocok untuk membawa kembali energi dan intensitas tinggi ke Anfield.
Iraola Dinilai Cocok dengan DNA Liverpool
Selama menangani Bournemouth, Iraola dikenal dengan pendekatan pressing agresif, transisi cepat, dan permainan vertikal yang intens. Filosofi itu dianggap mirip dengan gaya yang pernah membawa Klopp sukses besar bersama Liverpool.
Namun, jika benar ditunjuk, Iraola diyakini tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Saat pertama kali menangani Bournemouth, pelatih berusia 43 tahun itu sempat gagal meraih kemenangan dalam sembilan laga awalnya. Meski demikian, perlahan ia berhasil membentuk tim yang solid dan kompetitif.
Lihat Juga :