Sukses Prediksi 3 Piala Dunia Beruntun, Ekonom Joachim Klement Jagokan Belanda Angkat Trofi 2026
Senin, 01 Juni 2026 - 08:11 WIB
loading...
A
A
A
“Ini dimulai sebagai latihan untuk menunjukkan kesombongan para ekonom yang merasa bisa memprediksi hal-hal yang sebenarnya tidak mereka pahami,” katanya kepada BBC Sport.
“Namun ketika Anda terus benar, orang mulai menganggap model itu tidak terkalahkan.”
Model tersebut mempertimbangkan berbagai faktor seperti populasi negara, kekuatan ekonomi, iklim, hingga ranking FIFA. Tetapi Klement menegaskan bahwa data hanya menjelaskan sebagian kecil dari hasil akhir pertandingan.
“Separuh lainnya adalah keberuntungan. Performa di hari pertandingan, keputusan wasit, bola membentur tiang atau masuk ke gawang — semua itu tidak bisa diprediksi,” ujarnya.
Generasi Johan Cruyff gagal juara setelah kalah dari Jerman Barat pada final 1974. Empat tahun kemudian, Oranje kembali tumbang di final melawan Argentina. Luka berikutnya datang pada 2010 ketika gol Andres Iniesta membawa Spanyol menang di extra time.
Kini, generasi baru Belanda dipimpin Virgil van Dijk dan dihuni sejumlah pemain muda berbakat. Namun secara kualitas skuad, Oranje masih dianggap berada di bawah tim-tim unggulan seperti Prancis, Spanyol, Brasil, atau Argentina.
Di situlah prediksi Klement menjadi menarik sekaligus kontroversial.
“Namun ketika Anda terus benar, orang mulai menganggap model itu tidak terkalahkan.”
Model tersebut mempertimbangkan berbagai faktor seperti populasi negara, kekuatan ekonomi, iklim, hingga ranking FIFA. Tetapi Klement menegaskan bahwa data hanya menjelaskan sebagian kecil dari hasil akhir pertandingan.
“Separuh lainnya adalah keberuntungan. Performa di hari pertandingan, keputusan wasit, bola membentur tiang atau masuk ke gawang — semua itu tidak bisa diprediksi,” ujarnya.
Belanda dan Kutukan Final
Prediksi Belanda menjadi juara terasa menarik karena sejarah panjang mereka di Piala Dunia selalu berakhir tragis.Generasi Johan Cruyff gagal juara setelah kalah dari Jerman Barat pada final 1974. Empat tahun kemudian, Oranje kembali tumbang di final melawan Argentina. Luka berikutnya datang pada 2010 ketika gol Andres Iniesta membawa Spanyol menang di extra time.
Kini, generasi baru Belanda dipimpin Virgil van Dijk dan dihuni sejumlah pemain muda berbakat. Namun secara kualitas skuad, Oranje masih dianggap berada di bawah tim-tim unggulan seperti Prancis, Spanyol, Brasil, atau Argentina.
Di situlah prediksi Klement menjadi menarik sekaligus kontroversial.
Lihat Juga :