Sukses Prediksi 3 Piala Dunia Beruntun, Ekonom Joachim Klement Jagokan Belanda Angkat Trofi 2026

Senin, 01 Juni 2026 - 08:11 WIB
loading...
Sukses Prediksi 3 Piala...
Sukses Prediksi 3 Piala Dunia Beruntun, Ekonom Joachim Klement Jagokan Belanda Angkat Trofi 2026
A A A
Piala Dunia 2026 bahkan belum dimulai, tetapi sebuah prediksi sudah memantik perdebatan besar di kalangan pencinta sepak bola. Bukan datang dari mantan pemain, pelatih ternama, atau superkomputer FIFA, melainkan dari seorang ekonom asal Jerman bernama Joachim Klement.

Nama Klement mendadak kembali jadi sorotan karena model statistik buatannya sukses menebak tiga juara Piala Dunia terakhir secara beruntun: Jerman pada 2014, Prancis pada 2018, dan Argentina pada 2022. Kini, pria yang bekerja sebagai ahli strategi investasi di Panmure Liberum itu memprediksi Belanda bakal keluar sebagai kampiun Piala Dunia 2026.

Prediksi tersebut tentu mengejutkan. Sebab, Belanda bukan favorit utama di bursa taruhan. Tim Oranje juga menyandang label “raksasa tanpa mahkota” karena belum pernah memenangkan Piala Dunia, meski sudah tiga kali mencapai final.

Dalam simulasi yang dibuatnya, Belanda disebut akan melewati jalur yang sangat berat. Tim asuhan Ronald Koeman diprediksi menghadapi Prancis di perempat final, lalu menyingkirkan Spanyol di semifinal sebelum akhirnya mengalahkan Portugal milik Cristiano Ronaldo di partai puncak yang berlangsung di New York pada 19 Juli mendatang.

“Saya sendiri cukup terkejut ketika model saya menunjukkan Belanda sebagai juara,” ujar Klement kepada SBS Dutch.

“Terutama karena jalur mereka menuju final sangat sulit. Prancis secara kualitas lebih diunggulkan, tetapi dalam sepak bola keberuntungan memainkan peran besar. Sekitar 50 persen hasil pertandingan ditentukan oleh faktor keberuntungan,” lanjutnya.

Prediksi yang Sulit Diabaikan

Awalnya, banyak pihak menganggap model statistik Klement hanya kebetulan semata. Namun setelah tiga edisi Piala Dunia berturut-turut tepat sasaran, prediksinya mulai dipandang serius.

Klement sendiri justru mengaku tidak pernah berniat menjadi “peramal sepak bola”. Ia mengatakan proyek tersebut awalnya dibuat sebagai eksperimen untuk menunjukkan bahwa banyak ekonom sebenarnya terlalu percaya diri dalam memprediksi sesuatu yang sulit diukur.

“Ini dimulai sebagai latihan untuk menunjukkan kesombongan para ekonom yang merasa bisa memprediksi hal-hal yang sebenarnya tidak mereka pahami,” katanya kepada BBC Sport.

“Namun ketika Anda terus benar, orang mulai menganggap model itu tidak terkalahkan.”

Model tersebut mempertimbangkan berbagai faktor seperti populasi negara, kekuatan ekonomi, iklim, hingga ranking FIFA. Tetapi Klement menegaskan bahwa data hanya menjelaskan sebagian kecil dari hasil akhir pertandingan.

“Separuh lainnya adalah keberuntungan. Performa di hari pertandingan, keputusan wasit, bola membentur tiang atau masuk ke gawang — semua itu tidak bisa diprediksi,” ujarnya.

Belanda dan Kutukan Final

Prediksi Belanda menjadi juara terasa menarik karena sejarah panjang mereka di Piala Dunia selalu berakhir tragis.

Generasi Johan Cruyff gagal juara setelah kalah dari Jerman Barat pada final 1974. Empat tahun kemudian, Oranje kembali tumbang di final melawan Argentina. Luka berikutnya datang pada 2010 ketika gol Andres Iniesta membawa Spanyol menang di extra time.

Kini, generasi baru Belanda dipimpin Virgil van Dijk dan dihuni sejumlah pemain muda berbakat. Namun secara kualitas skuad, Oranje masih dianggap berada di bawah tim-tim unggulan seperti Prancis, Spanyol, Brasil, atau Argentina.

Di situlah prediksi Klement menjadi menarik sekaligus kontroversial.

Secara statistik, Belanda mungkin punya peluang. Tetapi secara realita sepak bola modern, mereka tetap menghadapi tantangan besar: kedalaman skuad, konsistensi permainan, dan mental di laga-laga krusial.

Portugal dan Mimpi Terakhir Ronaldo

Satu hal lain yang membuat simulasi ini ramai diperbincangkan adalah kemungkinan Cristiano Ronaldo mencapai final Piala Dunia pertamanya di usia 41 tahun.

Dalam model Klement, Portugal diprediksi melaju hingga final sebelum akhirnya kalah dari Belanda. Skenario itu berpotensi menjadi “kisah terakhir” Ronaldo di panggung terbesar sepak bola dunia.

Menariknya, simulasi tersebut juga memunculkan beberapa hasil mengejutkan lain, seperti Jepang menyingkirkan Brasil di fase gugur dan Inggris kembali gagal setelah dihentikan Portugal di semifinal.

Statistik Bukan Segalanya

Meski catatan prediksinya nyaris sempurna, Klement sendiri meminta publik tidak menelan mentah-mentah hasil simulasi tersebut.

Sepak bola, menurutnya, terlalu kompleks untuk dipastikan hanya lewat angka dan algoritma.

Dan sejarah Piala Dunia memang berkali-kali membuktikan bahwa statistik tidak selalu berjalan lurus dengan kenyataan di lapangan.

Namun satu hal pasti: ketika seseorang berhasil menebak tiga juara Piala Dunia berturut-turut, dunia akan sulit mengabaikan prediksi keempatnya.
(sto)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Ramalan Diego Maradona...
Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral
5 Fakta Menarik Norwegia...
5 Fakta Menarik Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Pantai Gading
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Special Bola
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Prancis vs Swedia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Les Bleus Bakal Pesta Gol?
Bos Persija Jakarta...
Liga Indonesia
Bos Persija Jakarta Beberkan Alasan Rekrut Aqil Savik Jelang Super League 2026-2027
Belanda Gugur dari Piala...
Bola Dunia
Belanda Gugur dari Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic Sebut Sosok yang Jadi Biang Kerok Kekalahan De Oranje
Rekomendasi
Replik, Kubu Roy Suryo...
Replik, Kubu Roy Suryo Tetap Minta Hakim Nyatakan Penangkapannya Tidak Sah
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Berita Terkini
Aroma Match Fixing Rugikan...
Aroma Match Fixing Rugikan Timnas Iran di Piala Dunia 2026, Kenapa FIFA Tolak Investigasi?
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Ramalan Diego Maradona...
Ramalan Diego Maradona Jadi Kenyataan? Kritik Piala Dunia di Amerika Serikat Kembali Viral
5 Fakta Menarik Norwegia...
5 Fakta Menarik Norwegia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 usai Singkirkan Pantai Gading
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
Infografis
5 Pemain Paling Ikonik...
5 Pemain Paling Ikonik dalam Sejarah Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved