Ketum PBSI Fadil Imran: Indonesia Open 2026 Jembatan Merah Putih Menuju Olimpiade LA 2028
Senin, 01 Juni 2026 - 16:37 WIB
loading...
A
A
A
Fadil menegaskan Indonesia Open 2026 bukan sekadar turnamen bulu tangkis kelas dunia, tetapi juga menjadi panggung bersama bagi seluruh ekosistem bulu tangkis nasional.
"Kami bersyukur dan mengapresiasi dukungan seluruh mitra strategis, sponsor, klub, pelatih, atlet, media, komunitas, dan para pecinta bulu tangkis yang terus berjuang bersama mendukung kemajuan bulu tangkis Indonesia," ujar Fadil.
"PBSI adalah rumah besar bulu tangkis Indonesia. Karena itu, kami percaya keberhasilan penyelenggaraan turnamen sebesar Indonesia Open tidak pernah dibangun oleh satu pihak saja, tetapi oleh semangat gotong royong seluruh ekosistem," lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat menilai Indonesia Open selalu menghadirkan tantangan tersendiri bagi pemain Indonesia. Bermain di Istora, menurut dia, bukan hanya soal kualitas teknik, tetapi juga mental bertanding.
"Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang spesial. Bermain di Istora bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Itu yang membuat turnamen ini berbeda," ujar Taufik.
"Kami bersyukur dan mengapresiasi dukungan seluruh mitra strategis, sponsor, klub, pelatih, atlet, media, komunitas, dan para pecinta bulu tangkis yang terus berjuang bersama mendukung kemajuan bulu tangkis Indonesia," ujar Fadil.
"PBSI adalah rumah besar bulu tangkis Indonesia. Karena itu, kami percaya keberhasilan penyelenggaraan turnamen sebesar Indonesia Open tidak pernah dibangun oleh satu pihak saja, tetapi oleh semangat gotong royong seluruh ekosistem," lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum I PP PBSI Taufik Hidayat menilai Indonesia Open selalu menghadirkan tantangan tersendiri bagi pemain Indonesia. Bermain di Istora, menurut dia, bukan hanya soal kualitas teknik, tetapi juga mental bertanding.
"Indonesia Open selalu menjadi turnamen yang spesial. Bermain di Istora bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga soal keberanian, mental, dan kesiapan menghadapi tekanan di depan publik sendiri. Itu yang membuat turnamen ini berbeda," ujar Taufik.
(sto)
Lihat Juga :