FIFA Perketat Aturan, Drama Mengulur Dihabisi
Kamis, 11 Juni 2026 - 18:08 WIB
loading...
FIFA memperkenalkan 11 regulasi baru di Piala Dunia 2026 yang dirancang untuk mempercepat tempo permainan, mengurangi pemborosan waktu, serta memperluas penggunaan VAR di bawah pengawasan kepala wasit Pierluigi Collina / Foto: Ilustrasi AI
A
A
A
JAKARTA - Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen dengan perubahan aturan terbesar dalam beberapa tahun terakhir. FIFA memperkenalkan 11 regulasi baru yang dirancang untuk mempercepat tempo permainan, mengurangi pemborosan waktu, serta memperluas penggunaan VAR di bawah pengawasan kepala wasit Pierluigi Collina.
Sejumlah aturan ini bahkan akan mulai diadopsi di kompetisi domestik seperti Liga Inggris dan Liga Skotlandia pada musim depan. Salah satu perubahan terbesar adalah upaya keras FIFA mengurangi waktu terbuang dalam pertandingan.
Mengutip laporan BBC, Kamis (11/6/2026), untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam, wasit kini dapat menerapkan hitungan mundur lima detik. Jika pemain dianggap sengaja menunda, lawan akan mendapat tendangan sudut atau lemparan ke dalam.
Baca Juga:Piala Dunia 2026: Jersey Haiti Kena Semprit FIFA
Aturan serupa juga berlaku untuk penjaga gawang yang mengulur waktu, dengan hitungan visual dari wasit seperti sistem delapan detik yang sudah diterapkan sebelumnya. Selain itu, pergantian pemain juga dibatasi.
Pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan dalam waktu 10 detik. Jika melanggar, pemain pengganti harus menunggu satu menit sebelum bisa masuk, membuat tim berpotensi bermain dengan 10 orang sementara.
FIFA juga memperketat aturan terkait penanganan cedera. Jika fisioterapis masuk ke lapangan, pemain wajib keluar selama satu menit sebelum bisa kembali bermain. Aturan ini dimaksudkan untuk mencegah "drama cedera" yang kerap digunakan untuk mengulur waktu, meski tetap ada pengecualian untuk kasus serius seperti cedera kepala, benturan kiper-pemain, atau situasi darurat lainnya.
FIFA juga menargetkan praktik "jeda taktis" yang kerap dilakukan tim melalui kiper yang berpura-pura cedera untuk memberi instruksi. Kini, pemain dilarang mendatangi area teknis saat situasi tersebut terjadi, meski efektivitas aturan ini masih diperdebatkan.
1. Verifikasi tendangan sudut yang salah diberikan
2. Peninjauan kartu merah akibat kartu kuning kedua
3. Pelanggaran sebelum bola aktif yang berdampak pada gol atau penalti
4. Koreksi kesalahan identitas pemain yang dihukum
FIFA menegaskan sistem ini tidak boleh memperlambat permainan secara signifikan dan akan menggunakan tim VAR yang lebih besar dengan dukungan teknologi tambahan. FIFA juga memperkenalkan sanksi baru terkait perilaku di lapangan.
Pemain yang menutup mulut saat berkonfrontasi dengan wasit kini dapat diganjar kartu merah langsung, karena dianggap sebagai bentuk tindakan tidak pantas. Selain itu, pemain yang meninggalkan lapangan untuk memprotes keputusan wasit juga dapat langsung diusir.
Baca Juga: Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Dengan 48 tim dan 104 pertandingan, Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi terbesar dalam sejarah, tetapi juga laboratorium besar bagi perubahan aturan sepak bola modern. FIFA berharap regulasi baru ini dapat membuat pertandingan lebih cepat, adil, dan disiplin. Namun, sejumlah aturan masih memicu perdebatan, terutama terkait batas intervensi VAR dan potensi dampaknya terhadap alur permainan.
Sejumlah aturan ini bahkan akan mulai diadopsi di kompetisi domestik seperti Liga Inggris dan Liga Skotlandia pada musim depan. Salah satu perubahan terbesar adalah upaya keras FIFA mengurangi waktu terbuang dalam pertandingan.
Mengutip laporan BBC, Kamis (11/6/2026), untuk tendangan gawang dan lemparan ke dalam, wasit kini dapat menerapkan hitungan mundur lima detik. Jika pemain dianggap sengaja menunda, lawan akan mendapat tendangan sudut atau lemparan ke dalam.
Baca Juga:Piala Dunia 2026: Jersey Haiti Kena Semprit FIFA
Aturan serupa juga berlaku untuk penjaga gawang yang mengulur waktu, dengan hitungan visual dari wasit seperti sistem delapan detik yang sudah diterapkan sebelumnya. Selain itu, pergantian pemain juga dibatasi.
Pemain yang diganti wajib meninggalkan lapangan dalam waktu 10 detik. Jika melanggar, pemain pengganti harus menunggu satu menit sebelum bisa masuk, membuat tim berpotensi bermain dengan 10 orang sementara.
FIFA juga memperketat aturan terkait penanganan cedera. Jika fisioterapis masuk ke lapangan, pemain wajib keluar selama satu menit sebelum bisa kembali bermain. Aturan ini dimaksudkan untuk mencegah "drama cedera" yang kerap digunakan untuk mengulur waktu, meski tetap ada pengecualian untuk kasus serius seperti cedera kepala, benturan kiper-pemain, atau situasi darurat lainnya.
Perubahan dalam Perilaku dan Taktik
FIFA juga menargetkan praktik "jeda taktis" yang kerap dilakukan tim melalui kiper yang berpura-pura cedera untuk memberi instruksi. Kini, pemain dilarang mendatangi area teknis saat situasi tersebut terjadi, meski efektivitas aturan ini masih diperdebatkan.
Teknologi VAR juga diperluas ke empat area baru. Di antaranya adalah:
1. Verifikasi tendangan sudut yang salah diberikan
2. Peninjauan kartu merah akibat kartu kuning kedua
3. Pelanggaran sebelum bola aktif yang berdampak pada gol atau penalti
4. Koreksi kesalahan identitas pemain yang dihukum
FIFA menegaskan sistem ini tidak boleh memperlambat permainan secara signifikan dan akan menggunakan tim VAR yang lebih besar dengan dukungan teknologi tambahan. FIFA juga memperkenalkan sanksi baru terkait perilaku di lapangan.
Pemain yang menutup mulut saat berkonfrontasi dengan wasit kini dapat diganjar kartu merah langsung, karena dianggap sebagai bentuk tindakan tidak pantas. Selain itu, pemain yang meninggalkan lapangan untuk memprotes keputusan wasit juga dapat langsung diusir.
Baca Juga: Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Era Baru Sepak Bola
Dengan 48 tim dan 104 pertandingan, Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi terbesar dalam sejarah, tetapi juga laboratorium besar bagi perubahan aturan sepak bola modern. FIFA berharap regulasi baru ini dapat membuat pertandingan lebih cepat, adil, dan disiplin. Namun, sejumlah aturan masih memicu perdebatan, terutama terkait batas intervensi VAR dan potensi dampaknya terhadap alur permainan.
(yov)
Lihat Juga :