Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Jum'at, 12 Juni 2026 - 12:02 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Tiga Kartu Merah Warnai Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Rekor Lama Terancam?
Sebaliknya, organisasi sepak bola dunia itu fokus memaksimalkan pendapatan melalui penjualan tiket, paket hospitality, dan sistem penjualan kembali tiket resmi. Sejumlah analis memperkirakan pendapatan tiket dan layanan hospitality Piala Dunia 2026 bisa melampaui USD7 miliar, meningkat berkali-kali lipat dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar yang menghasilkan sekitar USD929 juta. Jika prediksi tersebut terwujud, turnamen ini akan menjadi mesin uang terbesar dalam sejarah FIFA.
Banyak pengamat menilai Piala Dunia 2026 mencerminkan perubahan besar dalam industri olahraga modern. Fokus penyelenggaraan kini tidak hanya pada pertandingan di lapangan, tetapi juga pada bagaimana memaksimalkan nilai ekonomi dari setiap kursi stadion.
FIFA berargumen bahwa pendapatan besar tersebut akan didistribusikan kembali untuk pengembangan sepak bola di seluruh dunia, terutama bagi negara-negara kecil yang selama ini sulit bersaing di level tertinggi. Namun di sisi lain, kritik terus bermunculan karena harga yang semakin tinggi dinilai menjauhkan sebagian penggemar tradisional dari pesta sepak bola terbesar dunia.
Dengan 48 tim, stadion raksasa, harga tiket fantastis, serta potensi pendapatan miliaran dolar, Piala Dunia 2026 bukan hanya turnamen sepak bola terbesar sepanjang masa. Ini juga bisa menjadi titik balik yang mengubah cara dunia memandang bisnis sepak bola modern.
Sebaliknya, organisasi sepak bola dunia itu fokus memaksimalkan pendapatan melalui penjualan tiket, paket hospitality, dan sistem penjualan kembali tiket resmi. Sejumlah analis memperkirakan pendapatan tiket dan layanan hospitality Piala Dunia 2026 bisa melampaui USD7 miliar, meningkat berkali-kali lipat dibandingkan Piala Dunia 2022 di Qatar yang menghasilkan sekitar USD929 juta. Jika prediksi tersebut terwujud, turnamen ini akan menjadi mesin uang terbesar dalam sejarah FIFA.
Sepak Bola atau Bisnis?
Banyak pengamat menilai Piala Dunia 2026 mencerminkan perubahan besar dalam industri olahraga modern. Fokus penyelenggaraan kini tidak hanya pada pertandingan di lapangan, tetapi juga pada bagaimana memaksimalkan nilai ekonomi dari setiap kursi stadion.
FIFA berargumen bahwa pendapatan besar tersebut akan didistribusikan kembali untuk pengembangan sepak bola di seluruh dunia, terutama bagi negara-negara kecil yang selama ini sulit bersaing di level tertinggi. Namun di sisi lain, kritik terus bermunculan karena harga yang semakin tinggi dinilai menjauhkan sebagian penggemar tradisional dari pesta sepak bola terbesar dunia.
Dengan 48 tim, stadion raksasa, harga tiket fantastis, serta potensi pendapatan miliaran dolar, Piala Dunia 2026 bukan hanya turnamen sepak bola terbesar sepanjang masa. Ini juga bisa menjadi titik balik yang mengubah cara dunia memandang bisnis sepak bola modern.
(yov)
Lihat Juga :