Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:44 WIB
loading...
Jalan Terjal Iran di...
Tim nasional Iran menjalani persiapan yang tidak biasa menjelang Piala Dunia 2026. Tim Melli kini menetap di Tijuana, Meksiko, di bawah pengamanan ketat dan di tengah bayang-bayang ketegangan politik / Foto: Guardian
A A A
TIJUANA - Tim nasional Iran menjalani persiapan yang tidak biasa menjelang Piala Dunia 2026 . Alih-alih bermarkas di fasilitas modern di Amerika Serikat seperti rencana awal, Tim Melli kini menetap di Tijuana, Meksiko, di bawah pengamanan ketat dan di tengah bayang-bayang ketegangan politik yang terus membelit mereka.

Di sekitar Stadion Caliente, Tijuana, truk-truk patroli dengan personel bersenjata lengkap tampak rutin berkeliling. Pria-pria berhelm dan bermasker yang membawa senapan mesin menjaga kawasan yang kini menjadi markas sementara tim nasional Iran.

Situasi tersebut merupakan konsekuensi dari memburuknya kondisi geopolitik di Timur Tengah. Iran semula dijadwalkan menjalani pemusatan latihan di Kompleks Olahraga Kino, Tucson, Arizona. Namun, rencana itu dibatalkan secara mendadak beberapa pekan setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran yang menewaskan kepala negara dan sejumlah petinggi pemerintahan.

Baca Juga: Kursi Suporter Kosong Melompong di Piala Dunia 2026, FIFA Ngeles Manipulasi Jumlah Penonton

Akibat perubahan mendadak tersebut, Tijuana menjadi pilihan darurat bagi Tim Melli. Staf Club Tijuana mengaku baru mengetahui kedatangan Iran dua pekan sebelumnya melalui komunikasi dengan FIFA. Sejak saat itu, mereka bekerja hampir tanpa henti untuk menyiapkan fasilitas latihan bagi salah satu tim terbaik Asia.

Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata


Persiapan dilakukan di tengah pengamanan superketat. Akses ke fasilitas latihan dibatasi, identitas setiap orang diperiksa berulang kali, dan informasi mengenai jadwal latihan maupun aktivitas tim dijaga secara ketat. Meski para pemain menginap di hotel terdekat, situasi politik membuat standar keamanan ditingkatkan secara maksimal.

Di tengah situasi yang serba rumit, masyarakat Meksiko justru menyambut hangat kedatangan tim Iran. Klub Tijuana memasang spanduk bertuliskan "Cheetah Iran, selamat datang di Tijuana" dalam bahasa Farsi di area latihan.

Baca Juga: Amerika Serikat Permak Paraguay 4-1: Folarin Balogun Cetak Brace

Para penggemar Meksiko juga terlihat berkumpul di luar hotel tim untuk memberikan dukungan dan meminta tanda tangan para pemain. "Saya malu dengan apa yang dilakukan Amerika Serikat. Itu salah," ujar seorang penggemar dikutip dari The Guardian, Sabtu (13/6/2026).

Namun, persoalan yang dihadapi Iran tidak berhenti di situ. Ketika tim bertolak ke Los Angeles untuk menjalani konferensi pers resmi FIFA, mereka dipastikan tampil tanpa 15 anggota staf pendukung, termasuk seluruh departemen operasi media. Kondisi tersebut membuat federasi Iran kesulitan mengelola aktivitas tim di luar lapangan.

Jalan Terjal Iran di Piala Dunia 2026: Visa Ditolak dan dalam Kepungan Senjata


Situasi politik juga membuat para pemain memilih bungkam. Mereka berada dalam posisi yang serba sulit. Di satu sisi, pernyataan apa pun dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Iran dan para pendukungnya. Di sisi lain, kelompok diaspora dan penentang rezim berpotensi mengkritik tim karena dianggap mewakili pemerintahan yang mereka tentang.

Ini bukan kali pertama Tim Melli menghadapi situasi yang sarat muatan politik di Piala Dunia. Pada edisi 2022 di Qatar, Iran datang di tengah gelombang protes nasional menyusul kematian Mahsa Amini, perempuan Iran yang meninggal dalam tahanan setelah ditangkap karena dianggap mengenakan hijab secara tidak pantas.

Empat tahun berselang, tekanan terhadap Tim Melli belum juga mereda. Dengan persoalan keamanan, sengketa visa, dan perpecahan politik yang terus mengiringi perjalanan mereka, tim nasional Iran kembali memasuki Piala Dunia dengan membawa beban yang jauh lebih besar daripada sekadar urusan sepak bola.

Diizinkan Masuk Amerika Serikat

Mengutip laporan USA Today, skuad Iran memperoleh izin masuk ke Amerika Serikat, tempat mereka dijadwalkan menjalani seluruh pertandingan fase grup. Namun, menurut Kedutaan Besar Iran di Turki, visa AS ditolak untuk sebagian besar staf manajerial dan eksekutif, penasihat teknis, serta sejumlah pejabat lain yang dianggap sebagai bagian penting dari tim nasional.

Merespons situasi tersebut, Kedutaan Besar Iran menuduh Amerika Serikat melakukan perlakuan yang disengaja dan diskriminatif terhadap tim nasional mereka. Laporan The New York Times menyebutkan bahwa salah satu nama yang ditolak visanya adalah Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj. Taj diketahui pernah menjadi pejabat di Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), yang oleh Amerika Serikat telah ditetapkan sebagai organisasi teroris.

Beberapa pemain dalam skuad Iran, termasuk sang kapten Mehdi Taremi, juga dilaporkan pernah memiliki keterkaitan dengan IRGC. Meski demikian, pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa seluruh visa yang diperlukan agar Iran dapat berkompetisi di Piala Dunia telah diterbitkan.

"Visa yang diperlukan Iran untuk berkompetisi di Piala Dunia, termasuk bagi atlet dan staf pendukung yang dibutuhkan, telah dikeluarkan," kata seorang pejabat pemerintahan AS kepada USA TODAY Sports.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Ronaldo Ngambek Ditanya...
Ronaldo Ngambek Ditanya Soal Messi: Saya Tak Peduli dengan Orang Lain
7 Lolos ke Babak 32...
7 Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Kolombia Jadi yang Terbaru
Kolombia Pecundangi...
Kolombia Pecundangi RD Kongo, Daniel Munoz Cetak Gol Penentu Kemenangan
7 Fakta Menarik Portugal...
7 Fakta Menarik Portugal Cukur Uzbekistan 5-0: Kebangkitan Ronaldo
7 Fakta Menarik Inggris...
7 Fakta Menarik Inggris Buntu Lawan Ghana di Piala Dunia 2026: Harry Kane Mandul
Pengaruh Wali Kota Muslim...
Pengaruh Wali Kota Muslim New York Ini Makin Kuat, Siapa yang Didukungnya Menang!
Menteri Zionis: AS Akan...
Menteri Zionis: AS Akan Segera Berada di Jalur Bentrokan dengan Israel
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Special Bola
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Skotlandia vs Brasil di Piala Dunia 2026: Ulangan 1998?
Persib Bandung Resmi...
Liga Indonesia
Persib Bandung Resmi Lepas Kiper Asing Adam Przybek
Geram Nama Lionel Messi...
Bola Dunia
Geram Nama Lionel Messi Disebut, Cristiano Ronaldo Ngambek dan Tinggalkan Sesi Wawancara
Rekomendasi
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Berita Terkini
Bank Kalteng Jadi Sponsor...
Bank Kalteng Jadi Sponsor Utama Adhyaksa FC di Super League Musim Depan
Francesco Bagnaia Tinggalkan...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
WOSPAC Paparkan Solusi...
WOSPAC Paparkan Solusi Menuju Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Ronaldo Ngambek Ditanya...
Ronaldo Ngambek Ditanya Soal Messi: Saya Tak Peduli dengan Orang Lain
Masih 0 Poin, Kenapa...
Masih 0 Poin, Kenapa Senegal dan Irak Belum Tersingkir dari Piala Dunia 2026?
7 Lolos ke Babak 32...
7 Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Kolombia Jadi yang Terbaru
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved