Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 12:02 WIB
loading...
Kapten Iran: Perang...
Mehdi Taremi mengungkapkan bahwa timnya menjalani pengalaman yang sulit di Piala Dunia 2026. Ketegangan akibat perang antara Iran dan Amerika Serikat disebut telah mengganggu persiapan dan mengurangi euforia / Foto: Ilustrasi AI
A A A
JAKARTA - Kapten Iran, Mehdi Taremi, mengungkapkan bahwa timnya menjalani pengalaman yang sulit di Piala Dunia 2026 . Ketegangan akibat perang antara Iran dan Amerika Serikat , salah satu tuan rumah turnamen, disebut telah mengganggu persiapan dan mengurangi euforia yang biasanya menyertai ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

Tim nasional Iran tiba di wilayah Los Angeles, Minggu (14/6/2026), setelah meninggalkan kamp latihan mereka di Tijuana, Meksiko. Sebelumnya, Iran memutuskan memindahkan pusat persiapan dari Amerika Serikat ke Meksiko menyusul pecahnya konflik antara kedua negara.

Sejak itu, Team Melli menghadapi berbagai kendala, mulai dari perubahan lokasi pemusatan latihan hingga persoalan visa bagi sejumlah anggota delegasi. "Saya merasakan ketegangan sejak saat pertama kami tiba di Piala Dunia ini. Di turnamen mana pun ketika ada ketegangan, kami tidak akan memiliki pengalaman indah yang selalu kita bicarakan dengan damai dan gembira," kata Taremi dikutip dari Independent.

Baca Juga: Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari

Striker berusia 33 tahun itu menilai suasana Piala Dunia kali ini berbeda dari edisi-edisi sebelumnya. Menurutnya, banyak orang tidak lagi merasakan antusiasme yang sama karena situasi yang melatarbelakangi penyelenggaraan turnamen.

Ketegangan politik juga berdampak pada aspek teknis. Iran dilaporkan mengalami berbagai masalah logistik, termasuk penolakan visa bagi beberapa anggota delegasi serta kendala terkait tiket pertandingan bagi para pendukung yang ingin datang ke stadion.

Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, mengakui kondisi tersebut memengaruhi persiapan timnya. Meski demikian, ia berusaha menjaga fokus para pemain agar tetap tertuju pada pertandingan.

Baca Juga: Papan Tulis Sakti Jepang Bikin Belanda Mandek

"Sepak bola seharusnya menyatukan bangsa dan budaya. Kondisi ini telah memengaruhi fokus teknis kami, tetapi saya benar-benar berusaha memastikan bahwa para pemain saya fokus pada strategi dan teknik," ujar Ghalenoei.

Iran hanya akan berada di Amerika Serikat dalam waktu singkat untuk setiap pertandingan fase grup. Mereka dijadwalkan menghadapi Selandia Baru di Stadion SoFi, Inglewood, sebelum kembali bermain di stadion yang sama melawan Belgia. Setelah itu, Iran akan menutup fase grup dengan menghadapi Mesir di Seattle pada 26 Juni.

Meski harus menghadapi situasi yang tidak ideal, Taremi menegaskan bahwa timnya datang ke Piala Dunia dengan satu misi, yakni membawa kebahagiaan bagi seluruh rakyat Iran di mana pun mereka berada. "Kami bermain untuk setiap orang Iran, baik yang tinggal di luar negeri maupun di Iran. Orang-orang memiliki pandangan yang berbeda, tetapi kami di sini untuk menyatukan mereka. Kami tidak terlibat dalam politik. Kami di sini untuk bermain sepak bola," tegas Taremi.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: Laga Tak Seimbang di Piala Dunia 2026
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Uruguay Tersandera Dokumen...
Uruguay Tersandera Dokumen Pesawat, FIFA dan Maskapai Saling Lempar Tanggung Jawab
Visa Ditolak AS, Wasit...
Visa Ditolak AS, Wasit Somalia Omar Artan Panen Duit FIFA
Kisah Yasin Ayari dan...
Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari
Isak-Gyokeres Mengamuk,...
Isak-Gyokeres Mengamuk, Swedia Gilas Tunisia dan Rebut Takhta Grup F
Perdamaian Segera Terwujud,...
Perdamaian Segera Terwujud, Militer Iran: Keinginan Rakyat Sudah Dipaksakan kepada Musuh
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Nobar Piala Dunia 2026...
Nobar Piala Dunia 2026 Berlatar Laut Flores Jadi Pengalaman Langka
Special Bola
DPR Konfirmasi Mitchell...
Bola Dunia
DPR Konfirmasi Mitchell Baker dan Luke Vickery Dinaturalisasi untuk Perkuat Timnas Indonesia!
Bawa Timnas Indonesia...
Bola Dunia
Bawa Timnas Indonesia Hajar Oman dan Mozambik, John Herdman Dipuji Mantan Ketum PSSI
Penyebab Penerbangan...
Bola Dunia
Penyebab Penerbangan Timnas Uruguay Tertunda Jelang Lawan Arab Saudi di Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Aksi Demo di Gedung...
Aksi Demo di Gedung DPR, Puluhan Mahasiswa Terlibat Aksi Dorong dengan Polisi
Ini Tuntutan BEM SI...
Ini Tuntutan BEM SI Kerakyatan Jakarta saat Demo di Depan Gedung DPR
Tanggapi Aksi Mahasiswa,...
Tanggapi Aksi Mahasiswa, Eksponen 98 Nilai Pemerintah Sedang Jalankan Amanat Reformasi
Berita Terkini
Spanyol vs Cape Verde:...
Spanyol vs Cape Verde: Laga Tak Seimbang di Piala Dunia 2026
Dompet Suporter Inggris...
Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Uruguay Tersandera Dokumen...
Uruguay Tersandera Dokumen Pesawat, FIFA dan Maskapai Saling Lempar Tanggung Jawab
Visa Ditolak AS, Wasit...
Visa Ditolak AS, Wasit Somalia Omar Artan Panen Duit FIFA
Kapten Iran: Perang...
Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Kisah Yasin Ayari dan...
Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved