FA Simpan Tiket Murah Piala Dunia 2026 untuk Fans Inggris
Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIB
loading...
FA mengambil langkah khusus untuk membantu para pendukung Tim Tiga Singa mendapatkan tiket Piala Dunia 2026 dengan harga lebih terjangkau / Foto: Mirror
A
A
A
JAKARTA - Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) mengambil langkah khusus untuk membantu para pendukung Tim Tiga Singa mendapatkan tiket Piala Dunia 2026 dengan harga lebih terjangkau. Kebijakan ini muncul di tengah gelombang kritik terhadap FIFA yang dinilai membiarkan harga tiket melambung tinggi di pasar penjualan kembali.
Inggris akan mengawali perjuangannya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB. Ribuan suporter diperkirakan memadati stadion untuk memberikan dukungan kepada tim asuhan Thomas Tuchel.
Namun, antusiasme tersebut dibayangi tingginya harga tiket pertandingan. Sejumlah penggemar mengeluhkan harga yang melonjak drastis akibat praktik penjualan kembali atau resale.
Baca Juga:Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Sebagai respons, FA memutuskan untuk menahan penjualan tiket kategori termurah atau entry-level hingga sehari sebelum pertandingan berlangsung. Menurut laporan The Times, kebijakan ini bertujuan mencegah tiket jatuh ke tangan calo dan kemudian dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal.
Melalui skema tersebut, ratusan tiket untuk pertandingan Inggris akan tersedia dengan harga sekitar 60 dolar AS atau setara Rp975 ribu. Langkah FA pun menuai apresiasi karena dianggap memberikan kesempatan lebih besar bagi suporter untuk menyaksikan langsung pertandingan tim nasional mereka.
Di sisi lain, FIFA mendapat sorotan tajam terkait kebijakan penjualan tiket. Badan sepak bola dunia itu beralasan bahwa regulasi di Amerika Serikat mengizinkan penjualan kembali tiket dengan harga berapa pun. FIFA juga disebut menerima sekitar 30 persen dari nilai setiap tiket yang terjual melalui platform penjualan kembali resmi.
Baca Juga: Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela kebijakan tersebut. Menurutnya, tingginya harga tiket merupakan konsekuensi dari permintaan yang sangat besar terhadap Piala Dunia 2026.
"Jika tiket dijual lebih murah di pasar tertentu, maka tiket itu akan dijual kembali secara legal dengan harga yang jauh lebih tinggi. Uang tersebut justru akan masuk ke pihak penyelenggara pasar sekunder atau aktivitas pasar gelap, bukan untuk sepak bola," kata Infantino.
Ia juga menegaskan FIFA telah melakukan kajian hukum secara menyeluruh sebelum menjual jutaan tiket Piala Dunia. Infantino menambahkan, fenomena lonjakan harga tiket tidak hanya terjadi di sepak bola. Ia mencontohkan final NBA yang juga mengalami kenaikan harga signifikan karena tingginya minat penonton.
Meski demikian, keputusan FA menahan distribusi tiket murah menjadi angin segar bagi suporter Inggris. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga akses para pendukung setia Tim Tiga Singa untuk tetap merasakan atmosfer Piala Dunia tanpa harus terbebani harga tiket yang tak masuk akal.
Inggris akan mengawali perjuangannya di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB. Ribuan suporter diperkirakan memadati stadion untuk memberikan dukungan kepada tim asuhan Thomas Tuchel.
Namun, antusiasme tersebut dibayangi tingginya harga tiket pertandingan. Sejumlah penggemar mengeluhkan harga yang melonjak drastis akibat praktik penjualan kembali atau resale.
Baca Juga:Dompet Suporter Inggris KO Jelang Kontra Kroasia
Sebagai respons, FA memutuskan untuk menahan penjualan tiket kategori termurah atau entry-level hingga sehari sebelum pertandingan berlangsung. Menurut laporan The Times, kebijakan ini bertujuan mencegah tiket jatuh ke tangan calo dan kemudian dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal.
Melalui skema tersebut, ratusan tiket untuk pertandingan Inggris akan tersedia dengan harga sekitar 60 dolar AS atau setara Rp975 ribu. Langkah FA pun menuai apresiasi karena dianggap memberikan kesempatan lebih besar bagi suporter untuk menyaksikan langsung pertandingan tim nasional mereka.
Di sisi lain, FIFA mendapat sorotan tajam terkait kebijakan penjualan tiket. Badan sepak bola dunia itu beralasan bahwa regulasi di Amerika Serikat mengizinkan penjualan kembali tiket dengan harga berapa pun. FIFA juga disebut menerima sekitar 30 persen dari nilai setiap tiket yang terjual melalui platform penjualan kembali resmi.
Baca Juga: Kapten Iran: Perang Merampas Euforia Piala Dunia 2026
Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela kebijakan tersebut. Menurutnya, tingginya harga tiket merupakan konsekuensi dari permintaan yang sangat besar terhadap Piala Dunia 2026.
"Jika tiket dijual lebih murah di pasar tertentu, maka tiket itu akan dijual kembali secara legal dengan harga yang jauh lebih tinggi. Uang tersebut justru akan masuk ke pihak penyelenggara pasar sekunder atau aktivitas pasar gelap, bukan untuk sepak bola," kata Infantino.
Ia juga menegaskan FIFA telah melakukan kajian hukum secara menyeluruh sebelum menjual jutaan tiket Piala Dunia. Infantino menambahkan, fenomena lonjakan harga tiket tidak hanya terjadi di sepak bola. Ia mencontohkan final NBA yang juga mengalami kenaikan harga signifikan karena tingginya minat penonton.
Meski demikian, keputusan FA menahan distribusi tiket murah menjadi angin segar bagi suporter Inggris. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga akses para pendukung setia Tim Tiga Singa untuk tetap merasakan atmosfer Piala Dunia tanpa harus terbebani harga tiket yang tak masuk akal.
(yov)
Lihat Juga :