Polytron Indonesia Open 2026: Ketika Harmoni Kolaborasi Industri yang Menggema hingga Panggung Dunia
Senin, 15 Juni 2026 - 14:02 WIB
loading...
Selebrasi pasangan ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin di semifinal Indonesia Open 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6). Foto: SINDOnews/HO/PBSI
A
A
A
Polytron Indonesia Open 2026 menjadi sebuah kebanggaan pecinta bulutangkis tanah air lewat harmoni kolaborasi industri lokal yang menggema hingga panggung dunia. Dalam kejuaraan bulu tangkis bergengsi kategori BWF World Tour Super 1000 itu telah diikuti 248 atlet dari 22 negara di Istora Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 2-7 Juni 2026.
Seluruh antero tanah air pun mengetahui bahwa Indonesia Open adalah turnamen bulu tangkis internasional paling bergengsi yang digagas oleh Pengurus Pusat Bulutangkis Seluruh Indonesia ( PP PBSI ). Turnamen itu pertama kali digelar pada 1982.
Kehadiran Indonesia Open pun selalu mendapatkan sambutan hangat ketika berlangsung di Istora Senayan karena menghadirkan atmosfer yang istimewa buat para atlet. Untuk tahun ini, PP PBSI melakukan kolaborasi elegan dengan perusahaan elektronik kebanggaan Indonesia, Polytron sebagai sponsor utama.
Perjalanan Indonesia Open sudah cukup panjang. Jadi, sangat tepat berkolaborasi dengan Polytron yang juga telah melantai dalam industri elektronik di Indonesia, sejak 16 Mei 1975.
Menyoal prestasi, perusahaan berasal dari Kudus, Jawa Tengah, dengan nama PT Indonesian Electronic & Engineering juga begitu harum dalam kancah internasional. Hal tersebut karena berhasil memborong empat penghargaan sekaligus dalam ajang prestisius HR Asia Awards, yakni, Best Companies to Work for in Asia 2026, HR Asia Diversity, Equity & Inclusion Awards 2026, HR Asia Sustainable Workplace Awards 2026, dan HR Asia Tech Empowerment Awards 2026 .
Kehadiran Polytron membuat wajah Indonesia Open lebih modern dengan tampilan visual kelas dunia. Itu ditandai layar LED dari luar hingga dalam Istora Senayan turut dihadirkan agar turnamen tersebut meninggalkan kesan mendalam untuk siapa saja.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto menyampaikan bahwa sesuai dengan tagline turnamen ini, 'Pride of the Nation', artinya turnamen ini ingin memberikan kebanggaan untuk masyarakat Indonesia dan juga BWF (Badminton World Federation) dan PBSI. Jadi, PP PBSI totalitas bersama dengan Polytron.
"Indonesia Open tahun ini bukan sekadar pertandingan bulu tangkis kelas dunia, tetapi juga sebuah pengalaman hiburan olahraga yang lebih dekat dengan masyarakat. Kami menghadirkan sentuhan teknologi baik di dalam maupun di luar lapangan agar penonton mendapatkan pengalaman yang lebih interaktif dan berkesan," Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026 Achmad Budiharto
Sementara itu, Events Director BWF Selvaam Supramaniam turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Polytron Indonesia Open 2026 karena telah meningkatkan tolok ukur dan selalu mencoba sesuatu yang berbeda. Hal itu menandakan Indonesia mampu membius mata dunia.
“Selamat untuk panitia penyelenggara, PBSI, atas kesuksesan Polytron Indonesia Open 2026. Ini lebih dari ekspektasi kami. Salah satunya dari penggunaan LED dan kreativitas di baliknya sangat bagus. BWF belajar banyak dari uji coba yang dilakukan di sini sehingga kami bisa mempersiapkan tuan rumah lain dan mempersiapkan diri kami sendiri untuk ke depannya,” ujarnya.
“Pride of the Nation' bukan hanya soal Indonesia Open, tapi kebanggaan bangsa itu adalah para suporter di Indonesia. Kami melihat suporter datang dan menikmati acara, itulah kebanggaan bangsa yang sebenarnya,” tambahnya.
Kesuksesan Indonesia Open 2026 tidak terlepas dengan memberikan pengalaman luar biasa untuk para pecinta bulutangkis dan masyarakat Indonesia. Hal itu pun seperti pernyataan peraih Nobel sastra (1956) dari Prancis, Albert Camus.
"Kesuksesan dan kebahagiaan akan sangat berarti jika kau mau berbagi dengan orang lain," tulis Albert Camus.
Tim Indonesia yang saat ini sedang berjuang dalam regenerasi atlet memang gagal berjaya di rumahnya sendiri. Dua wakil Indonesia yang berhasil menembus babak final, tetapi gagal menjadi juara, yakni Jonatan Christie (Tunggal Putra) dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Ganda Putra).
Perjuangkan 21 atlet tanah air di Indonesia Open 2026 tentunya patut diapresiasi. Untuk saat ini Tim Indonesia terakhir kali meraih gelar juara di turnamen Indonesia Open pada tahun 2021 via pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
“Penyelenggaraan tahun ini benar-benar luar biasa ya, penonton sangat terlihat antusias dan saya dengar sampai dapat apresiasi dari seluruh dunia. Ada dua wakil Indonesia di final, senang sekali rasanya," kata Nuri salah satu penonton.
Penggiat bulutangkis Indonesia Bagas Abdiel sependapat dengan menilai Indonesia Open 2026 membangkit gairah bulutangkis Indonesia. Hal itu dengan tingginya animo penonton yang hadir di Istora Senayan.
"Indonesia Open tahun ini seperti mengembalikan gairah pecinta bulu tangkis untuk nonton di Istora. Beberapa tahun ke belakang antusias sempat turun, tapi tahun ini hidup lagi," kata Bagas
"Atlet juga terlihat memiliki motivasi tinggi dengan gemuruh Istora yang kembali hidup. Apalagi para pemain muda yang berapi-api bisa merasakan suasana Istora yang hidup," tambah Bagas.
Sementara itu, Ganda campuran asal Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje mengakui bahwa Indonesia Open 2026 merupakan ajang yang sangat bergengsi. Mereka pun tidak menyangka dari menjadi juara dalam turnamen tersebut.
"Bisa juara di sini terasa seperti mimpi. Istora Senayan kali ini luar biasa, supporter-nya lebih banyak. Kami cinta Indonesia, kami suka bermain di sini," kata Christiansen.
Para artet memang begitu dimanjakan dari segi mobilitas selama Polytron Indonesia Open 2026. Hal itu dikarenakan Polytron menghadirkan pendekatan baru melalui konsep yang terintegrasi dengan inovasi teknologi, termasuk meresmikan, Polytron G3+ sebagai official electric vehicle car partner untuk mobilisasi atlet selama masa turnamen.
“Kendaraan yang melayani mobilitas atlet kelas dunia tentu harus memiliki standar juara. Melalui kehadiran G3+ Series di ajang ini, kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa transisi ke kendaraan listrik bersama Polytron adalah pilihan yang make sense,” ungkap General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika.
Seluruh antero tanah air pun mengetahui bahwa Indonesia Open adalah turnamen bulu tangkis internasional paling bergengsi yang digagas oleh Pengurus Pusat Bulutangkis Seluruh Indonesia ( PP PBSI ). Turnamen itu pertama kali digelar pada 1982.
Kehadiran Indonesia Open pun selalu mendapatkan sambutan hangat ketika berlangsung di Istora Senayan karena menghadirkan atmosfer yang istimewa buat para atlet. Untuk tahun ini, PP PBSI melakukan kolaborasi elegan dengan perusahaan elektronik kebanggaan Indonesia, Polytron sebagai sponsor utama.
Perjalanan Indonesia Open sudah cukup panjang. Jadi, sangat tepat berkolaborasi dengan Polytron yang juga telah melantai dalam industri elektronik di Indonesia, sejak 16 Mei 1975.
Kolaborasi Industri Membuat Wajah Baru Indonesia Open
Menyoal prestasi, perusahaan berasal dari Kudus, Jawa Tengah, dengan nama PT Indonesian Electronic & Engineering juga begitu harum dalam kancah internasional. Hal tersebut karena berhasil memborong empat penghargaan sekaligus dalam ajang prestisius HR Asia Awards, yakni, Best Companies to Work for in Asia 2026, HR Asia Diversity, Equity & Inclusion Awards 2026, HR Asia Sustainable Workplace Awards 2026, dan HR Asia Tech Empowerment Awards 2026 .
Kehadiran Polytron membuat wajah Indonesia Open lebih modern dengan tampilan visual kelas dunia. Itu ditandai layar LED dari luar hingga dalam Istora Senayan turut dihadirkan agar turnamen tersebut meninggalkan kesan mendalam untuk siapa saja.
Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto menyampaikan bahwa sesuai dengan tagline turnamen ini, 'Pride of the Nation', artinya turnamen ini ingin memberikan kebanggaan untuk masyarakat Indonesia dan juga BWF (Badminton World Federation) dan PBSI. Jadi, PP PBSI totalitas bersama dengan Polytron.
"Indonesia Open tahun ini bukan sekadar pertandingan bulu tangkis kelas dunia, tetapi juga sebuah pengalaman hiburan olahraga yang lebih dekat dengan masyarakat. Kami menghadirkan sentuhan teknologi baik di dalam maupun di luar lapangan agar penonton mendapatkan pengalaman yang lebih interaktif dan berkesan," Ketua Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026 Achmad Budiharto
Sementara itu, Events Director BWF Selvaam Supramaniam turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk Polytron Indonesia Open 2026 karena telah meningkatkan tolok ukur dan selalu mencoba sesuatu yang berbeda. Hal itu menandakan Indonesia mampu membius mata dunia.
“Selamat untuk panitia penyelenggara, PBSI, atas kesuksesan Polytron Indonesia Open 2026. Ini lebih dari ekspektasi kami. Salah satunya dari penggunaan LED dan kreativitas di baliknya sangat bagus. BWF belajar banyak dari uji coba yang dilakukan di sini sehingga kami bisa mempersiapkan tuan rumah lain dan mempersiapkan diri kami sendiri untuk ke depannya,” ujarnya.
“Pride of the Nation' bukan hanya soal Indonesia Open, tapi kebanggaan bangsa itu adalah para suporter di Indonesia. Kami melihat suporter datang dan menikmati acara, itulah kebanggaan bangsa yang sebenarnya,” tambahnya.
Kesuksesan Indonesia Open 2026 tidak terlepas dengan memberikan pengalaman luar biasa untuk para pecinta bulutangkis dan masyarakat Indonesia. Hal itu pun seperti pernyataan peraih Nobel sastra (1956) dari Prancis, Albert Camus.
"Kesuksesan dan kebahagiaan akan sangat berarti jika kau mau berbagi dengan orang lain," tulis Albert Camus.
Panggung Buruan Atlet Dunia
Tim Indonesia yang saat ini sedang berjuang dalam regenerasi atlet memang gagal berjaya di rumahnya sendiri. Dua wakil Indonesia yang berhasil menembus babak final, tetapi gagal menjadi juara, yakni Jonatan Christie (Tunggal Putra) dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (Ganda Putra).
Perjuangkan 21 atlet tanah air di Indonesia Open 2026 tentunya patut diapresiasi. Untuk saat ini Tim Indonesia terakhir kali meraih gelar juara di turnamen Indonesia Open pada tahun 2021 via pasangan ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.
“Penyelenggaraan tahun ini benar-benar luar biasa ya, penonton sangat terlihat antusias dan saya dengar sampai dapat apresiasi dari seluruh dunia. Ada dua wakil Indonesia di final, senang sekali rasanya," kata Nuri salah satu penonton.
Penggiat bulutangkis Indonesia Bagas Abdiel sependapat dengan menilai Indonesia Open 2026 membangkit gairah bulutangkis Indonesia. Hal itu dengan tingginya animo penonton yang hadir di Istora Senayan.
"Indonesia Open tahun ini seperti mengembalikan gairah pecinta bulu tangkis untuk nonton di Istora. Beberapa tahun ke belakang antusias sempat turun, tapi tahun ini hidup lagi," kata Bagas
"Atlet juga terlihat memiliki motivasi tinggi dengan gemuruh Istora yang kembali hidup. Apalagi para pemain muda yang berapi-api bisa merasakan suasana Istora yang hidup," tambah Bagas.
Sementara itu, Ganda campuran asal Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje mengakui bahwa Indonesia Open 2026 merupakan ajang yang sangat bergengsi. Mereka pun tidak menyangka dari menjadi juara dalam turnamen tersebut.
"Bisa juara di sini terasa seperti mimpi. Istora Senayan kali ini luar biasa, supporter-nya lebih banyak. Kami cinta Indonesia, kami suka bermain di sini," kata Christiansen.
Manjakan Mobilitas Atlet
Para artet memang begitu dimanjakan dari segi mobilitas selama Polytron Indonesia Open 2026. Hal itu dikarenakan Polytron menghadirkan pendekatan baru melalui konsep yang terintegrasi dengan inovasi teknologi, termasuk meresmikan, Polytron G3+ sebagai official electric vehicle car partner untuk mobilisasi atlet selama masa turnamen.
“Kendaraan yang melayani mobilitas atlet kelas dunia tentu harus memiliki standar juara. Melalui kehadiran G3+ Series di ajang ini, kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa transisi ke kendaraan listrik bersama Polytron adalah pilihan yang make sense,” ungkap General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika.
(sto)
Lihat Juga :