FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan
Selasa, 16 Juni 2026 - 08:20 WIB
loading...
FIFA menyatakan asisten wasit video (VAR) asal Australia, Shaun Evans, tidak melanggar Kode Disiplin FIFA setelah melakukan investigasi terkait gestur tangan kontroversial yang terekam saat Piala Dunia 2026 / Foto: BBC
A
A
A
JAKARTA - Federasi Sepak Bola Internasional ( FIFA ) menyatakan asisten wasit video ( VAR ) asal Australia, Shaun Evans, tidak melanggar Kode Disiplin FIFA setelah melakukan investigasi terkait gestur tangan kontroversial yang terekam saat Piala Dunia 2026.
Evans menjadi sorotan setelah siaran resmi FIFA menampilkan dirinya membuat isyarat tangan berbentuk tanda "OK" terbalik sebelum laga Jerman melawan Curacao pada Senin (15/6/2026). Dalam pertandingan tersebut, Jerman menang telak 7-1 atas CuraƧao.
Gestur itu memicu spekulasi luas di media sosial karena memiliki dua makna berbeda. Di satu sisi, tanda tersebut dikenal sebagai bagian dari permainan iseng yang populer di internet. Namun di sisi lain, simbol serupa juga pernah dikaitkan dengan kelompok supremasi kulit putih dan gerakan sayap kanan ekstrem.
Baca Juga: 5 Fakta Timnas Spanyol Mandul Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Setelah melakukan penyelidikan, FIFA menyimpulkan tidak ada bukti yang menunjukkan Evans melanggar aturan disiplin. "Setelah investigasi dilakukan, tidak ditemukan bukti pelanggaran Kode Disiplin FIFA," demikian pernyataan singkat FIFA.
Dalam pernyataan yang dirilis FIFA, Evans membantah keras bahwa dirinya sengaja menyampaikan pesan atau afiliasi tertentu melalui gestur tersebut. "Liputan yang muncul setelah insiden ini sama sekali tidak mencerminkan siapa diri saya," kata Evans.
Evans menjadi sorotan setelah siaran resmi FIFA menampilkan dirinya membuat isyarat tangan berbentuk tanda "OK" terbalik sebelum laga Jerman melawan Curacao pada Senin (15/6/2026). Dalam pertandingan tersebut, Jerman menang telak 7-1 atas CuraƧao.
Gestur itu memicu spekulasi luas di media sosial karena memiliki dua makna berbeda. Di satu sisi, tanda tersebut dikenal sebagai bagian dari permainan iseng yang populer di internet. Namun di sisi lain, simbol serupa juga pernah dikaitkan dengan kelompok supremasi kulit putih dan gerakan sayap kanan ekstrem.
Baca Juga: 5 Fakta Timnas Spanyol Mandul Lawan Cape Verde di Piala Dunia 2026
Setelah melakukan penyelidikan, FIFA menyimpulkan tidak ada bukti yang menunjukkan Evans melanggar aturan disiplin. "Setelah investigasi dilakukan, tidak ditemukan bukti pelanggaran Kode Disiplin FIFA," demikian pernyataan singkat FIFA.
Evans: Gerakan Itu Tidak Disengaja
Dalam pernyataan yang dirilis FIFA, Evans membantah keras bahwa dirinya sengaja menyampaikan pesan atau afiliasi tertentu melalui gestur tersebut. "Liputan yang muncul setelah insiden ini sama sekali tidak mencerminkan siapa diri saya," kata Evans.
Lihat Juga :