Jeda Hidrasi Piala Dunia 2026: Demi Pemain atau Senjata Rahasia Pelatih?
Selasa, 16 Juni 2026 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Selama 90 Menit di Los Angeles, Iran Akhirnya Rasakan Euforia Piala Dunia 2026
Jerman juga merasakan manfaat yang sama. Setelah sempat dikejutkan Curacao, pelatih Julian Nagelsmann memanfaatkan jeda hidrasi untuk mengulang dan mempertegas perubahan taktik. Hasilnya, Der Panzer mencetak enam gol tambahan dan menang telak 7-1.
Fenomena serupa juga terjadi pada Kanada, Skotlandia, dan Prancis. Pelatih Prancis Didier Deschamps bahkan menyebut pertandingan kini tidak lagi terasa seperti dua babak, melainkan empat kuarter karena adanya dua kesempatan tambahan bagi pelatih untuk berbicara langsung dengan pemain.
Apakah jeda hidrasi diperkenalkan murni demi kesejahteraan pemain, kepentingan siaran, atau alasan komersial, perdebatan mungkin akan terus berlangsung. Namun satu hal mulai terlihat jelas di Piala Dunia 2026: jeda minum bukan lagi sekadar kesempatan melepas dahaga, melainkan telah menjelma menjadi bagian penting dalam perang taktik di lapangan hijau.
Jerman juga merasakan manfaat yang sama. Setelah sempat dikejutkan Curacao, pelatih Julian Nagelsmann memanfaatkan jeda hidrasi untuk mengulang dan mempertegas perubahan taktik. Hasilnya, Der Panzer mencetak enam gol tambahan dan menang telak 7-1.
Fenomena serupa juga terjadi pada Kanada, Skotlandia, dan Prancis. Pelatih Prancis Didier Deschamps bahkan menyebut pertandingan kini tidak lagi terasa seperti dua babak, melainkan empat kuarter karena adanya dua kesempatan tambahan bagi pelatih untuk berbicara langsung dengan pemain.
Apakah jeda hidrasi diperkenalkan murni demi kesejahteraan pemain, kepentingan siaran, atau alasan komersial, perdebatan mungkin akan terus berlangsung. Namun satu hal mulai terlihat jelas di Piala Dunia 2026: jeda minum bukan lagi sekadar kesempatan melepas dahaga, melainkan telah menjelma menjadi bagian penting dalam perang taktik di lapangan hijau.
(yov)
Lihat Juga :