Jelang Lawan Senegal, Kante Ultimatum Mbappe Cs
Selasa, 16 Juni 2026 - 15:01 WIB
loading...
Prancis dan Senegal akan membuka kiprah di Grup I Piala Dunia 2026 dalam laga yang sarat sejarah dan gengsi di Stadion New York New Jersey, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB / Foto: beIN Sports
A
A
A
Prancis dan Senegal akan membuka kiprah di Grup I Piala Dunia 2026 dalam laga yang sarat sejarah dan gengsi di Stadion New York New Jersey, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB. Pertemuan ini membangkitkan kenangan pahit bagi Les Bleus.
Pada Piala Dunia 2002, Senegal yang saat itu menjalani debut di Piala Dunia secara mengejutkan menumbangkan Prancis 1-0. Kekalahan tersebut menjadi awal dari kegagalan juara bertahan itu yang tersingkir di fase grup.
Kini, Prancis datang dengan skuad bertabur bintang dan mengusung misi balas dendam. Gelandang veteran N'Golo Kante kembali memperkuat tim dan menegaskan Les Bleus memiliki kualitas untuk mengatasi Senegal.
Baca Juga: Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
"Kita semua ingin tampil baik di Piala Dunia ini, kita ingin menjadi bagian dari skuad ini, dan semua orang harus terlibat. Semua orang penting, semua orang berharga, dan semua orang perlu merasa peduli terhadap tujuan bersama yang kita kejar," kata Kante dikutip dari CBSSports, Selasa (16/6/2026).
Meski diunggulkan, persiapan Prancis tidak sepenuhnya mulus. Perdebatan soal kontribusi bertahan Kylian Mbappe sempat mencuat di dalam tim. Namun, Kante menegaskan seluruh pemain memiliki tanggung jawab yang sama demi mencapai tujuan bersama.
Pelatih Didier Deschamps juga menaruh perhatian pada aturan baru jeda hidrasi yang diterapkan FIFA. Menurutnya, momen tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan instruksi dan penyesuaian taktik secara langsung di tengah pertandingan.
Baca Juga: Kisah Vozinha: Kiper Cape Verde yang Menulis Sejarah di Piala Dunia 2026
"Selama tiga menit, Anda bisa mendekatkan para pemain, dan ini memberi Anda kesempatan untuk menyesuaikan beberapa hal terkait 22, 23 menit pertandingan yang baru saja berlangsung. Dan dengan suhu tinggi ini, semua orang akan merasakannya," kata Deschamps tentang water breaks.
"Tapi kemudian, ya, itu membuat kita membagi permainan. Dan jika Anda berada di posisi yang kuat, Anda harus mulai bermain lagi. Tapi kami beradaptasi dengan ini, dan bahkan dalam persiapan kami, kami telah mengantisipasinya. Karena sebenarnya, ini bukan dua babak, tetapi pada dasarnya empat kuarter yang kita miliki. Inilah yang telah diputuskan, dan para pemain dan pelatih beradaptasi dengan realitas baru ini."
Di kubu lawan, Senegal datang dengan kepercayaan diri tinggi. Pelatih Pape Thiaw menolak timnya disebut sebagai underdog. Singa Teranga merasa pantas disejajarkan dengan tim-tim besar setelah tiga kali beruntun lolos ke Piala Dunia dan rutin bersaing di level tertinggi sepak bola Afrika.
Dipimpin Sadio Mane serta didukung pemain-pemain cepat seperti Ismaila Sarr dan Iliman Ndiaye, Senegal siap kembali memberikan ujian berat bagi Prancis. Dengan Norwegia dan Irak juga menghuni Grup I, kemenangan di laga pembuka menjadi sangat penting untuk membuka jalan menuju babak gugur.
Pada Piala Dunia 2002, Senegal yang saat itu menjalani debut di Piala Dunia secara mengejutkan menumbangkan Prancis 1-0. Kekalahan tersebut menjadi awal dari kegagalan juara bertahan itu yang tersingkir di fase grup.
Kini, Prancis datang dengan skuad bertabur bintang dan mengusung misi balas dendam. Gelandang veteran N'Golo Kante kembali memperkuat tim dan menegaskan Les Bleus memiliki kualitas untuk mengatasi Senegal.
Baca Juga: Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
"Kita semua ingin tampil baik di Piala Dunia ini, kita ingin menjadi bagian dari skuad ini, dan semua orang harus terlibat. Semua orang penting, semua orang berharga, dan semua orang perlu merasa peduli terhadap tujuan bersama yang kita kejar," kata Kante dikutip dari CBSSports, Selasa (16/6/2026).
Meski diunggulkan, persiapan Prancis tidak sepenuhnya mulus. Perdebatan soal kontribusi bertahan Kylian Mbappe sempat mencuat di dalam tim. Namun, Kante menegaskan seluruh pemain memiliki tanggung jawab yang sama demi mencapai tujuan bersama.
Pelatih Didier Deschamps juga menaruh perhatian pada aturan baru jeda hidrasi yang diterapkan FIFA. Menurutnya, momen tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan instruksi dan penyesuaian taktik secara langsung di tengah pertandingan.
Baca Juga: Kisah Vozinha: Kiper Cape Verde yang Menulis Sejarah di Piala Dunia 2026
"Selama tiga menit, Anda bisa mendekatkan para pemain, dan ini memberi Anda kesempatan untuk menyesuaikan beberapa hal terkait 22, 23 menit pertandingan yang baru saja berlangsung. Dan dengan suhu tinggi ini, semua orang akan merasakannya," kata Deschamps tentang water breaks.
"Tapi kemudian, ya, itu membuat kita membagi permainan. Dan jika Anda berada di posisi yang kuat, Anda harus mulai bermain lagi. Tapi kami beradaptasi dengan ini, dan bahkan dalam persiapan kami, kami telah mengantisipasinya. Karena sebenarnya, ini bukan dua babak, tetapi pada dasarnya empat kuarter yang kita miliki. Inilah yang telah diputuskan, dan para pemain dan pelatih beradaptasi dengan realitas baru ini."
Di kubu lawan, Senegal datang dengan kepercayaan diri tinggi. Pelatih Pape Thiaw menolak timnya disebut sebagai underdog. Singa Teranga merasa pantas disejajarkan dengan tim-tim besar setelah tiga kali beruntun lolos ke Piala Dunia dan rutin bersaing di level tertinggi sepak bola Afrika.
Dipimpin Sadio Mane serta didukung pemain-pemain cepat seperti Ismaila Sarr dan Iliman Ndiaye, Senegal siap kembali memberikan ujian berat bagi Prancis. Dengan Norwegia dan Irak juga menghuni Grup I, kemenangan di laga pembuka menjadi sangat penting untuk membuka jalan menuju babak gugur.
(yov)