Piala Dunia 2026 Masuk Zona Bahaya
Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Vinicius Moncer, Brasil Gunduli Haiti 3-0
Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi edisi terpanas sepanjang sejarah sejak turnamen pertama digelar pada 1930. Data cuaca menunjukkan enam dari 24 pertandingan pertama dimainkan di lokasi yang mencatat suhu bola basah minimal 28 derajat Celsius. Pertandingan tersebut antara lain Jerman versus Curacao dan Portugal melawan Republik Demokratik Kongo di Houston, Arab Saudi kontra Uruguay di Miami, Belanda melawan Jepang serta Inggris menghadapi Kroasia di Dallas.
FIFA menegaskan pihaknya berkomitmen melindungi kesehatan dan keselamatan pemain, wasit, penonton, sukarelawan, dan staf selama Piala Dunia 2026. Badan sepak bola dunia itu telah menempatkan ahli meteorologi di setiap venue dan menerapkan model mitigasi bertingkat untuk menghadapi cuaca ekstrem.
Selain jeda minum wajib, FIFA menyediakan minuman elektrolit, es, handuk dingin, kipas angin, semprotan air, serta area teduh bagi para pemain. Sementara bagi penonton, stadion akan mengaktifkan kapasitas pendinginan tambahan, termasuk area teduh, sistem semprotan air, bus pendingin, dan distribusi air yang diperluas.
FIFA juga memperkenalkan protokol medis baru untuk menangani kelelahan akibat panas dan menegaskan akan terus memantau kondisi secara real time melalui pengawasan suhu bola basah dan indeks panas. Jika situasi memburuk, protokol darurat siap diterapkan demi menjaga keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam turnamen.
Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi edisi terpanas sepanjang sejarah sejak turnamen pertama digelar pada 1930. Data cuaca menunjukkan enam dari 24 pertandingan pertama dimainkan di lokasi yang mencatat suhu bola basah minimal 28 derajat Celsius. Pertandingan tersebut antara lain Jerman versus Curacao dan Portugal melawan Republik Demokratik Kongo di Houston, Arab Saudi kontra Uruguay di Miami, Belanda melawan Jepang serta Inggris menghadapi Kroasia di Dallas.
FIFA menegaskan pihaknya berkomitmen melindungi kesehatan dan keselamatan pemain, wasit, penonton, sukarelawan, dan staf selama Piala Dunia 2026. Badan sepak bola dunia itu telah menempatkan ahli meteorologi di setiap venue dan menerapkan model mitigasi bertingkat untuk menghadapi cuaca ekstrem.
Selain jeda minum wajib, FIFA menyediakan minuman elektrolit, es, handuk dingin, kipas angin, semprotan air, serta area teduh bagi para pemain. Sementara bagi penonton, stadion akan mengaktifkan kapasitas pendinginan tambahan, termasuk area teduh, sistem semprotan air, bus pendingin, dan distribusi air yang diperluas.
FIFA juga memperkenalkan protokol medis baru untuk menangani kelelahan akibat panas dan menegaskan akan terus memantau kondisi secara real time melalui pengawasan suhu bola basah dan indeks panas. Jika situasi memburuk, protokol darurat siap diterapkan demi menjaga keselamatan seluruh pihak yang terlibat dalam turnamen.
(yov)
Lihat Juga :