Ronaldo Disorot di Piala Dunia 2026, Conceicao: Tak Wajib Umpan CR7
Senin, 22 Juni 2026 - 14:04 WIB
loading...
Francisco Conceicao menegaskan bahwa tidak ada tekanan di dalam skuad untuk selalu mengarahkan bola kepada Cristiano Ronaldo / Foto: Al Jazeera
A
A
A
JAKARTA - Francisco Conceicao menegaskan bahwa tidak ada tekanan di dalam skuad untuk selalu mengarahkan bola kepada Cristiano Ronaldo , meski sang kapten menjadi sorotan usai penampilan kurang meyakinkan di laga pembuka Piala Dunia 2026 . Ronaldo, yang kini berusia 41 tahun, menuai kritik setelah Portugal hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo.
Dalam laga tersebut, Ronaldo tercatat hanya menyentuh bola sebanyak 25 kali, jumlah terendahnya dalam pertandingan penuh di turnamen besar bersama Portugal. Sejumlah pihak menilai minimnya kontribusi Ronaldo di lini depan turut memengaruhi performa tim.
Namun Conceicao menepis anggapan bahwa rekan setimnya memiliki kewajiban khusus untuk melayani sang megabintang. "Kami tidak merasa perlu mengoper bola kepadanya," tegasnya.
Baca Juga: Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
"Saya mengoper kepada siapa pun yang berada di posisi terbaik dan tidak terkawal," tambah pemain sayap Portugal
Conceicao menambahkan bahwa Ronaldo tetap diperlakukan sebagai bagian dari tim secara keseluruhan, meski status dan rekam jejaknya membuatnya menjadi figur penting di ruang ganti. "Cristiano adalah contoh karena kariernya dan semangatnya di usia 41 tahun. Dia pemimpin dan pencetak gol luar biasa, tapi tetap bagian dari skuad seperti pemain lain," lanjutnya.
Conceicao juga mengakui bahwa hasil imbang di laga pertama menjadi tekanan tersendiri bagi Portugal yang kini membutuhkan kemenangan saat menghadapi Uzbekistan pada laga berikutnya di Grup K. "Tidak ada yang lebih kecewa daripada kami. Kami tahu harus tampil lebih baik dan meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya," katanya.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Di sisi lain, performa Ronaldo turut memicu perdebatan di luar lapangan. Mantan striker Prancis Thierry Henry menilai permainan Ronaldo cenderung menghambat efektivitas tim, sementara sejumlah pengamat juga mempertanyakan keputusan pelatih Roberto Martinez yang tetap mempertahankan sang kapten hingga akhir laga.
Meski demikian, kubu Portugal menegaskan fokus utama mereka adalah bangkit di pertandingan berikutnya dan kembali ke jalur kemenangan di Piala Dunia 2026.
Dalam laga tersebut, Ronaldo tercatat hanya menyentuh bola sebanyak 25 kali, jumlah terendahnya dalam pertandingan penuh di turnamen besar bersama Portugal. Sejumlah pihak menilai minimnya kontribusi Ronaldo di lini depan turut memengaruhi performa tim.
Namun Conceicao menepis anggapan bahwa rekan setimnya memiliki kewajiban khusus untuk melayani sang megabintang. "Kami tidak merasa perlu mengoper bola kepadanya," tegasnya.
Baca Juga: Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
"Saya mengoper kepada siapa pun yang berada di posisi terbaik dan tidak terkawal," tambah pemain sayap Portugal
Conceicao menambahkan bahwa Ronaldo tetap diperlakukan sebagai bagian dari tim secara keseluruhan, meski status dan rekam jejaknya membuatnya menjadi figur penting di ruang ganti. "Cristiano adalah contoh karena kariernya dan semangatnya di usia 41 tahun. Dia pemimpin dan pencetak gol luar biasa, tapi tetap bagian dari skuad seperti pemain lain," lanjutnya.
Conceicao juga mengakui bahwa hasil imbang di laga pertama menjadi tekanan tersendiri bagi Portugal yang kini membutuhkan kemenangan saat menghadapi Uzbekistan pada laga berikutnya di Grup K. "Tidak ada yang lebih kecewa daripada kami. Kami tahu harus tampil lebih baik dan meraih kemenangan di pertandingan selanjutnya," katanya.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Di sisi lain, performa Ronaldo turut memicu perdebatan di luar lapangan. Mantan striker Prancis Thierry Henry menilai permainan Ronaldo cenderung menghambat efektivitas tim, sementara sejumlah pengamat juga mempertanyakan keputusan pelatih Roberto Martinez yang tetap mempertahankan sang kapten hingga akhir laga.
Meski demikian, kubu Portugal menegaskan fokus utama mereka adalah bangkit di pertandingan berikutnya dan kembali ke jalur kemenangan di Piala Dunia 2026.
(yov)
Lihat Juga :