Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
Rabu, 24 Juni 2026 - 19:37 WIB
loading...
Francesco Bagnaia Tinggalkan Ducati di Akhir MotoGP 2026
A
A
A
BORGO PANIGALE - Ducati Corse resmi mengumumkan bahwa musim MotoGP 2026 akan menjadi musim terakhir Francesco Bagnaia bersama tim pabrikan asal Italia tersebut. Keputusan ini mengakhiri perjalanan panjang yang telah menghasilkan berbagai prestasi, termasuk dua gelar juara dunia MotoGP.
Dalam pernyataan resminya, Ducati mengonfirmasi perpisahan dengan pembalap yang akrab disapa Pecco tersebut setelah delapan musim penuh kebersamaan.
"Ducati Corse mengonfirmasi kepergian Francesco Bagnaia pada akhir tahun 2026, setelah delapan musim yang menghasilkan dua gelar juara dunia," tulis Ducati dalam keterangan resmi yang dikutip dari MotoGP.com, Rabu (24/6/2026).
Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat Bagnaia selama ini menjadi salah satu ikon utama Ducati dan berperan besar dalam kebangkitan tim di era MotoGP modern.
Pembalap berusia 29 tahun itu memulai kariernya bersama Ducati pada 2019 saat naik kelas dari Moto2 dan bergabung dengan tim satelit Pramac Racing. Penampilannya yang terus berkembang membuat Ducati mempromosikannya ke tim pabrikan Ducati Lenovo pada musim 2021.
Kesuksesan terbesar Bagnaia datang pada 2022 ketika ia mengakhiri puasa gelar Ducati yang telah berlangsung selama 15 tahun. Ia kemudian mempertahankan gelarnya pada musim berikutnya dan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pembalap terbaik dalam sejarah tim.
Pada musim 2024, Bagnaia kembali bersaing dalam perebutan gelar juara dunia. Namun, ia harus mengakui keunggulan Jorge Martin yang saat itu keluar sebagai juara bersama Pramac Racing.
Sepanjang kariernya bersama Ducati, Bagnaia mencatatkan 31 kemenangan, 62 podium, dan 28 pole position bersama tim pabrikan. Jumlah kemenangan tersebut menjadi yang terbanyak yang pernah diraih seorang pembalap Ducati di MotoGP.
CEO Ducati, Claudio Domenicali, memberikan penghormatan khusus kepada Bagnaia atas kontribusinya selama ini.
"Pecco adalah seorang juara, baik di dalam maupun di luar lintasan. Selain bakat luar biasanya, ia selalu menunjukkan rasa hormat terhadap tim, profesionalisme, dan dedikasi yang membuatnya menjadi salah satu tokoh terpenting dalam sejarah Ducati," ujar Domenicali.
Senada dengan itu, General Manager Ducati Corse Luigi Dall'Igna menegaskan bahwa nama Bagnaia akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah Borgo Panigale.
"Pecco akan selamanya menjadi juara dalam sejarah Ducati dan juga dalam perjalanan karier saya. Bersama Ducati, ia mewujudkan impian masa kecilnya, dan kami pun berhasil meraih impian kami bersamanya," kata Dall'Igna.
Perpisahan ini sekaligus menandai berakhirnya salah satu kolaborasi paling sukses dalam sejarah MotoGP modern, setelah Bagnaia dan Ducati bersama-sama membawa tim Italia tersebut kembali mendominasi persaingan di kelas premier.
Dalam pernyataan resminya, Ducati mengonfirmasi perpisahan dengan pembalap yang akrab disapa Pecco tersebut setelah delapan musim penuh kebersamaan.
"Ducati Corse mengonfirmasi kepergian Francesco Bagnaia pada akhir tahun 2026, setelah delapan musim yang menghasilkan dua gelar juara dunia," tulis Ducati dalam keterangan resmi yang dikutip dari MotoGP.com, Rabu (24/6/2026).
Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat Bagnaia selama ini menjadi salah satu ikon utama Ducati dan berperan besar dalam kebangkitan tim di era MotoGP modern.
Pembalap berusia 29 tahun itu memulai kariernya bersama Ducati pada 2019 saat naik kelas dari Moto2 dan bergabung dengan tim satelit Pramac Racing. Penampilannya yang terus berkembang membuat Ducati mempromosikannya ke tim pabrikan Ducati Lenovo pada musim 2021.
Kesuksesan terbesar Bagnaia datang pada 2022 ketika ia mengakhiri puasa gelar Ducati yang telah berlangsung selama 15 tahun. Ia kemudian mempertahankan gelarnya pada musim berikutnya dan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pembalap terbaik dalam sejarah tim.
Pada musim 2024, Bagnaia kembali bersaing dalam perebutan gelar juara dunia. Namun, ia harus mengakui keunggulan Jorge Martin yang saat itu keluar sebagai juara bersama Pramac Racing.
Sepanjang kariernya bersama Ducati, Bagnaia mencatatkan 31 kemenangan, 62 podium, dan 28 pole position bersama tim pabrikan. Jumlah kemenangan tersebut menjadi yang terbanyak yang pernah diraih seorang pembalap Ducati di MotoGP.
CEO Ducati, Claudio Domenicali, memberikan penghormatan khusus kepada Bagnaia atas kontribusinya selama ini.
"Pecco adalah seorang juara, baik di dalam maupun di luar lintasan. Selain bakat luar biasanya, ia selalu menunjukkan rasa hormat terhadap tim, profesionalisme, dan dedikasi yang membuatnya menjadi salah satu tokoh terpenting dalam sejarah Ducati," ujar Domenicali.
Senada dengan itu, General Manager Ducati Corse Luigi Dall'Igna menegaskan bahwa nama Bagnaia akan selalu menjadi bagian penting dari sejarah Borgo Panigale.
"Pecco akan selamanya menjadi juara dalam sejarah Ducati dan juga dalam perjalanan karier saya. Bersama Ducati, ia mewujudkan impian masa kecilnya, dan kami pun berhasil meraih impian kami bersamanya," kata Dall'Igna.
Perpisahan ini sekaligus menandai berakhirnya salah satu kolaborasi paling sukses dalam sejarah MotoGP modern, setelah Bagnaia dan Ducati bersama-sama membawa tim Italia tersebut kembali mendominasi persaingan di kelas premier.
(sto)
Lihat Juga :