Ekuador vs Jerman: Der Panzer Bidik Rekor Sempurna
Kamis, 25 Juni 2026 - 15:24 WIB
loading...
Jerman bertekad melanjutkan performa sempurna mereka di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Ekuador pada laga terakhir Grup E di Stadion MetLife, New Jersey, Jumat (26/6/2026) WIB / Foto: Ilustrasi AI
A
A
A
Jerman bertekad melanjutkan performa sempurna mereka di Piala Dunia 2026 saat menghadapi Ekuador pada laga terakhir Grup E di Stadion MetLife, New Jersey, Jumat (26/6/2026) WIB. Sementara Der Panzer telah memastikan diri lolos ke babak gugur sebagai juara grup, Ekuador masih harus berjuang keras untuk menjaga peluang bertahan di turnamen.
Jerman tampil meyakinkan sejak awal kompetisi. Setelah membantai Curaçao 7-1 pada laga pembuka, tim asuhan Julian Nagelsmann kembali meraih kemenangan saat menundukkan Pantai Gading 2-1. Meski sempat tertinggal, Die Mannschaft mampu bangkit dan mengamankan tiga poin berkat dua gol penyerang Stuttgart, Deniz Undav.
Undav menjadi pahlawan kemenangan setelah masuk dari bangku cadangan dan mencetak dua gol, termasuk gol penentu pada menit ke-94. Torehan tersebut membuatnya telah terlibat langsung dalam lima gol Jerman di turnamen ini, dengan rincian tiga gol dan dua assist. Catatan itu menyamai rekor legenda Kamerun, Roger Milla, sebagai pemain pengganti dengan kontribusi gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966.
Baca Juga: Daftar 10 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Meski belum menampilkan permainan terbaiknya, Jerman saat ini berstatus sebagai tim paling produktif di turnamen dengan sembilan gol dari dua pertandingan. Kemenangan atas Pantai Gading juga memperpanjang rentetan kemenangan mereka menjadi 11 laga beruntun di semua ajang sejak September tahun lalu.
Jika mampu mengalahkan Ekuador, Jerman akan menyamai rekor kemenangan beruntun terpanjang dalam sejarah mereka, yakni 12 pertandingan yang pernah dicatatkan Jerman Barat pada periode Mei 1979 hingga Juni 1980. Selain itu, Die Mannschaft juga berpeluang menutup fase grup dengan poin sempurna untuk pertama kalinya sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006.
Meski tajam di lini depan, sektor pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Nagelsmann. Jerman kebobolan dalam lima dari enam pertandingan terakhir dan belum pernah mencatatkan clean sheet dalam delapan laga Piala Dunia beruntun sejak mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2014.
Baca Juga: Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
Di kubu lawan, situasi Ekuador jauh lebih rumit. La Tri terancam kembali gagal melewati fase grup setelah hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan pertama.
Pada laga pembuka, tim besutan Sebastian Beccacece sebenarnya tampil cukup baik saat menghadapi Pantai Gading. Mereka tiga kali membentur mistar gawang sebelum akhirnya kalah 0-1 akibat gol pada menit ke-90. Nasib serupa berlanjut saat menghadapi Curaçao. Ekuador mendominasi permainan dan melepaskan 27 tembakan, namun gagal mencetak gol dan harus puas bermain imbang tanpa gol.
Mandulnya lini serang memang menjadi masalah utama Ekuador. Dalam beberapa tahun terakhir mereka kerap bermain imbang, termasuk lima hasil seri dari delapan laga uji coba menjelang Piala Dunia dan delapan hasil imbang sepanjang kualifikasi zona CONMEBOL. Bahkan sejak Juli 2024, La Tri telah mencatat sembilan pertandingan berbeda yang berakhir dengan skor 0-0.
Saat ini Ekuador menempati posisi ketiga Grup E dan hanya unggul selisih gol atas Curaçao. Secara realistis, kemenangan atas Jerman menjadi satu-satunya cara aman untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar. Hasil imbang kemungkinan besar tidak cukup untuk membawa mereka lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Tantangan Ekuador semakin berat karena rekor pertemuan tidak berpihak kepada mereka. Dalam dua pertemuan sebelumnya melawan Jerman, La Tri selalu kalah dengan agregat skor 2-7. Selain itu, mereka juga berusaha menghindari catatan buruk sebagai negara Amerika Selatan kedua setelah Bolivia yang gagal mencetak satu gol pun dalam satu edisi Piala Dunia.
Jerman: Baumann; Anton, Tah, Rudiger, Raum; Goretzka, Stiller; Leweling, Amiri, Beier; Undav
Jerman tampil meyakinkan sejak awal kompetisi. Setelah membantai Curaçao 7-1 pada laga pembuka, tim asuhan Julian Nagelsmann kembali meraih kemenangan saat menundukkan Pantai Gading 2-1. Meski sempat tertinggal, Die Mannschaft mampu bangkit dan mengamankan tiga poin berkat dua gol penyerang Stuttgart, Deniz Undav.
Undav menjadi pahlawan kemenangan setelah masuk dari bangku cadangan dan mencetak dua gol, termasuk gol penentu pada menit ke-94. Torehan tersebut membuatnya telah terlibat langsung dalam lima gol Jerman di turnamen ini, dengan rincian tiga gol dan dua assist. Catatan itu menyamai rekor legenda Kamerun, Roger Milla, sebagai pemain pengganti dengan kontribusi gol terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia sejak pencatatan statistik dimulai pada 1966.
Baca Juga: Daftar 10 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Meski belum menampilkan permainan terbaiknya, Jerman saat ini berstatus sebagai tim paling produktif di turnamen dengan sembilan gol dari dua pertandingan. Kemenangan atas Pantai Gading juga memperpanjang rentetan kemenangan mereka menjadi 11 laga beruntun di semua ajang sejak September tahun lalu.
Jika mampu mengalahkan Ekuador, Jerman akan menyamai rekor kemenangan beruntun terpanjang dalam sejarah mereka, yakni 12 pertandingan yang pernah dicatatkan Jerman Barat pada periode Mei 1979 hingga Juni 1980. Selain itu, Die Mannschaft juga berpeluang menutup fase grup dengan poin sempurna untuk pertama kalinya sejak menjadi tuan rumah Piala Dunia 2006.
Meski tajam di lini depan, sektor pertahanan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Nagelsmann. Jerman kebobolan dalam lima dari enam pertandingan terakhir dan belum pernah mencatatkan clean sheet dalam delapan laga Piala Dunia beruntun sejak mengalahkan Argentina 1-0 pada final Piala Dunia 2014.
Baca Juga: Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
Di kubu lawan, situasi Ekuador jauh lebih rumit. La Tri terancam kembali gagal melewati fase grup setelah hanya mengoleksi satu poin dari dua pertandingan pertama.
Pada laga pembuka, tim besutan Sebastian Beccacece sebenarnya tampil cukup baik saat menghadapi Pantai Gading. Mereka tiga kali membentur mistar gawang sebelum akhirnya kalah 0-1 akibat gol pada menit ke-90. Nasib serupa berlanjut saat menghadapi Curaçao. Ekuador mendominasi permainan dan melepaskan 27 tembakan, namun gagal mencetak gol dan harus puas bermain imbang tanpa gol.
Mandulnya lini serang memang menjadi masalah utama Ekuador. Dalam beberapa tahun terakhir mereka kerap bermain imbang, termasuk lima hasil seri dari delapan laga uji coba menjelang Piala Dunia dan delapan hasil imbang sepanjang kualifikasi zona CONMEBOL. Bahkan sejak Juli 2024, La Tri telah mencatat sembilan pertandingan berbeda yang berakhir dengan skor 0-0.
Saat ini Ekuador menempati posisi ketiga Grup E dan hanya unggul selisih gol atas Curaçao. Secara realistis, kemenangan atas Jerman menjadi satu-satunya cara aman untuk mengamankan tiket ke babak 32 besar. Hasil imbang kemungkinan besar tidak cukup untuk membawa mereka lolos melalui jalur peringkat ketiga terbaik.
Tantangan Ekuador semakin berat karena rekor pertemuan tidak berpihak kepada mereka. Dalam dua pertemuan sebelumnya melawan Jerman, La Tri selalu kalah dengan agregat skor 2-7. Selain itu, mereka juga berusaha menghindari catatan buruk sebagai negara Amerika Selatan kedua setelah Bolivia yang gagal mencetak satu gol pun dalam satu edisi Piala Dunia.
Prakiraan Susunan Pemain
Ekuador: Galindez; Ordonez, Pacho, Hincapie; Yeboah, Franco, Caicedo, Vite, Estupinan; Plata, ValenciaJerman: Baumann; Anton, Tah, Rudiger, Raum; Goretzka, Stiller; Leweling, Amiri, Beier; Undav
(yov)
Lihat Juga :