Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
Kamis, 25 Juni 2026 - 13:15 WIB
loading...
Juergen Klopp memberikan pandangan berbeda terkait kontroversi jeda hidrasi yang diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2026 / Foto: ESPN
A
A
A
JAKARTA - Juergen Klopp memberikan pandangan berbeda terkait kontroversi jeda hidrasi yang diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2026 . Di tengah kritik yang datang dari pemain, komentator, hingga suporter, eks juru taktik Liverpool itu justru menilai aturan tersebut memiliki manfaat, meski ia menyarankan adanya penyesuaian durasi.
Jeda hidrasi menjadi salah satu aturan yang paling banyak diperbincangkan sepanjang turnamen. Wasit diberikan kewenangan menghentikan pertandingan selama sekitar tiga menit di tengah setiap babak agar pemain dapat beristirahat dan mengatasi kondisi cuaca panas yang melanda sejumlah kota tuan rumah.
Banyak pihak menilai aturan itu mengganggu ritme pertandingan dan mengurangi intensitas permainan. Namun Klopp, yang bertugas sebagai komentator televisi Jerman selama Piala Dunia 2026, melihatnya dari sudut pandang berbeda.
Baca Juga: Afrika Selatan Cetak Sejarah Usai Lolos ke Babak 32 Besar
Menurut pelatih asal Jerman tersebut, jeda hidrasi sangat membantu para pemain yang harus bertanding dalam suhu tinggi. Bahkan, ia mengaku akan menyambut baik aturan tersebut jika masih aktif melatih di pinggir lapangan.
"Cuacanya sangat panas dan itu bagus untuk para pemain. Apakah itu bagus untuk para pelatih? Ya, saya akan menyukainya," ujar Klopp dikutip dari SPORTBible, Kamis (25/6/2026).
Meski mendukung keberadaan jeda hidrasi, Klopp menilai durasinya saat ini terlalu panjang. Ia berpendapat pemain tidak membutuhkan waktu lebih dari beberapa menit hanya untuk minum dan memulihkan kondisi.
Baca Juga: Klasemen Akhir Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Afsel ke Babak 32 Besar
"Untuk minum, Anda tidak membutuhkan dua setengah menit atau lebih. Mungkin saat ini durasinya agak berlebihan," katanya.
Klopp juga menyoroti perbedaan pengalaman antara penonton di stadion dan pemirsa televisi. Menurutnya, jeda tersebut tidak terlalu terasa bagi penonton yang hadir langsung karena biasanya disertai hiburan di arena pertandingan.
"Ketika Anda berada di stadion, tidak masalah karena ada hiburan. Tetapi saya mengerti jika orang yang menonton dari rumah merasa terganggu ketika siaran beralih ke iklan," tambahnya.
Dengan nada bercanda, mantan pelatih Borussia Dortmund dan Liverpool itu menutup komentarnya dengan mengatakan bahwa jeda tersebut justru menjadi kesempatan yang berguna bagi sebagian penonton. "Di usia saya sekarang, pergi ke toilet saat jeda seperti itu adalah istirahat yang menyenangkan," ujarnya sambil tersenyum.
Jeda hidrasi menjadi salah satu aturan yang paling banyak diperbincangkan sepanjang turnamen. Wasit diberikan kewenangan menghentikan pertandingan selama sekitar tiga menit di tengah setiap babak agar pemain dapat beristirahat dan mengatasi kondisi cuaca panas yang melanda sejumlah kota tuan rumah.
Banyak pihak menilai aturan itu mengganggu ritme pertandingan dan mengurangi intensitas permainan. Namun Klopp, yang bertugas sebagai komentator televisi Jerman selama Piala Dunia 2026, melihatnya dari sudut pandang berbeda.
Baca Juga: Afrika Selatan Cetak Sejarah Usai Lolos ke Babak 32 Besar
Menurut pelatih asal Jerman tersebut, jeda hidrasi sangat membantu para pemain yang harus bertanding dalam suhu tinggi. Bahkan, ia mengaku akan menyambut baik aturan tersebut jika masih aktif melatih di pinggir lapangan.
"Cuacanya sangat panas dan itu bagus untuk para pemain. Apakah itu bagus untuk para pelatih? Ya, saya akan menyukainya," ujar Klopp dikutip dari SPORTBible, Kamis (25/6/2026).
Meski mendukung keberadaan jeda hidrasi, Klopp menilai durasinya saat ini terlalu panjang. Ia berpendapat pemain tidak membutuhkan waktu lebih dari beberapa menit hanya untuk minum dan memulihkan kondisi.
Baca Juga: Klasemen Akhir Grup A Piala Dunia 2026: Meksiko dan Afsel ke Babak 32 Besar
"Untuk minum, Anda tidak membutuhkan dua setengah menit atau lebih. Mungkin saat ini durasinya agak berlebihan," katanya.
Klopp juga menyoroti perbedaan pengalaman antara penonton di stadion dan pemirsa televisi. Menurutnya, jeda tersebut tidak terlalu terasa bagi penonton yang hadir langsung karena biasanya disertai hiburan di arena pertandingan.
"Ketika Anda berada di stadion, tidak masalah karena ada hiburan. Tetapi saya mengerti jika orang yang menonton dari rumah merasa terganggu ketika siaran beralih ke iklan," tambahnya.
Dengan nada bercanda, mantan pelatih Borussia Dortmund dan Liverpool itu menutup komentarnya dengan mengatakan bahwa jeda tersebut justru menjadi kesempatan yang berguna bagi sebagian penonton. "Di usia saya sekarang, pergi ke toilet saat jeda seperti itu adalah istirahat yang menyenangkan," ujarnya sambil tersenyum.
(yov)
Lihat Juga :