AEF/MANTENA Cup Jadi Ajang Persiapan Atlet Berkuda Indonesia Menuju Asian Games 2026
Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:35 WIB
loading...
A
A
A
Ketua penyelenggara turnamen, Adinda Yuanita, mengatakan turnamen ini bukan sekadar ajang unjuk gigi antar negara Asia. Tetapi, para peserta termasuk atlet berkuda Indonesia juga bisa mengasah kemampuan sebelum gelaran Asian Games yang berlangsung di Jepang pada September - Oktober 2026 mendatang.
"Ini juga merupakan persiapan kita tahun 2026 untuk persiapan Asian Games Nagoya," kata Adinda dalam jumpa pers di JIEPP, Jakarta Timur pada Sabtu (27/6/2026).
Ajang ini memang tidak jauh berbeda dengan nomor yang dipertandingkan di Asian Games. Di Jepang nanti, para atlet olahraga berkuda akan bertanding dalam tiga nomor utama yakni dressage, eventing, dan jumping. Yang berbeda, mereka tidak akan menggunakan kuda pinjaman (borrowed horse) seperti pada turnamen AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026.
"Yang artinya jika kita menyelenggarakan suatu pertandingan internasional, tuan rumah, dalam hal ini PP Pordasi bersama Equinara Horse
Sports, harus bisa menyediakan kuda-kuda yang berstandar internasional. Yang alhamdulillah baru pertama kalinya pada tahun ini kita dapat menyelenggarakan single event terbesar untuk borrowed horse ini," tutur Adinda.
Adinda berharap, turnamen ini bisa membuka potensi atlet berkuda Indonesia sebelum Asian Games 2026. Nantinya, Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) akan membuatkan seleksi nasional (seleknas) dan pemusatan latihan tergantung dengan target untuk Asian Games 2026.
"Ini juga merupakan persiapan kita tahun 2026 untuk persiapan Asian Games Nagoya," kata Adinda dalam jumpa pers di JIEPP, Jakarta Timur pada Sabtu (27/6/2026).
Ajang ini memang tidak jauh berbeda dengan nomor yang dipertandingkan di Asian Games. Di Jepang nanti, para atlet olahraga berkuda akan bertanding dalam tiga nomor utama yakni dressage, eventing, dan jumping. Yang berbeda, mereka tidak akan menggunakan kuda pinjaman (borrowed horse) seperti pada turnamen AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026.
"Yang artinya jika kita menyelenggarakan suatu pertandingan internasional, tuan rumah, dalam hal ini PP Pordasi bersama Equinara Horse
Sports, harus bisa menyediakan kuda-kuda yang berstandar internasional. Yang alhamdulillah baru pertama kalinya pada tahun ini kita dapat menyelenggarakan single event terbesar untuk borrowed horse ini," tutur Adinda.
Adinda berharap, turnamen ini bisa membuka potensi atlet berkuda Indonesia sebelum Asian Games 2026. Nantinya, Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) akan membuatkan seleksi nasional (seleknas) dan pemusatan latihan tergantung dengan target untuk Asian Games 2026.
Lihat Juga :