All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026
Senin, 29 Juni 2026 - 03:28 WIB
loading...
All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026. Foto: SINDOnews/HO/Istimewa
A
A
A
KUDUS - All-Stars Kudus sukses mempertahankan gelar juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 setelah mengalahkan All-Stars Jakarta melalui drama adu penalti 4-3 usai bermain imbang tanpa gol di waktu normal pada partai final di Supersoccer Arena, Kudus, Sabtu (28/6/2026).
Kejuaraan yang berlangsung pada 23-28 Juni itu merupakan puncak kompetisi sepak bola putri usia dini yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife. Sementara itu, All-Stars Surabaya menempati peringkat ketiga setelah mengalahkan All-Stars Yogyakarta dengan skor tipis 1-0.
![All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026]()
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai MilkLife Soccer Challenge menjadi salah satu fondasi penting dalam pembinaan sepak bola putri Indonesia. Menurutnya, turnamen tersebut sejalan dengan blueprint PSSI menuju Piala Dunia Putri 2035.
"Yang kita bangun bukan hanya kompetisi, tetapi ekosistem. Kemajuan sepak bola putri hanya bisa dicapai melalui kolaborasi pemerintah, swasta, sekolah, komunitas, dan orang tua. MilkLife Soccer Challenge menjadi contoh nyata kolaborasi tersebut," ujar Erick.
Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono mengatakan kualitas pertandingan musim ini menunjukkan perkembangan pesat para pemain usia dini. Persaingan antartim dinilai semakin merata, sementara dukungan dari sekolah maupun orang tua juga terus meningkat.
Melihat perkembangan tersebut, penyelenggara akan memperluas jangkauan kompetisi mulai musim depan dengan menambah tiga wilayah baru, yakni Jayapura, Garut, serta dua regional di Jakarta, yaitu Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
"Pertandingannya jauh lebih kompetitif dibanding musim sebelumnya. Banyak pemain kini rutin berlatih di sekolah sepak bola sehingga kualitas mereka meningkat. Ini menjadi alasan kami memperluas penyelenggaraan ke lebih banyak daerah," kata Teddy.
![All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026]()
Sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan, panitia juga memilih 34 pemain terbaik hasil talent scouting untuk membentuk dua tim yang akan tampil di SingaCup 2026 di Singapura pada 31 Oktober hingga 7 November mendatang.
Pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, mengatakan proses seleksi tidak hanya melihat kemampuan teknik individu, tetapi juga kecerdasan bermain, kemampuan mengambil keputusan, serta adaptasi pemain terhadap perubahan situasi pertandingan.
"Kami mencari pemain yang memiliki football intelligence. Mereka harus mampu membaca permainan, mengatur tempo, dan cepat beradaptasi. Untuk pemain usia sekolah dasar, kemampuan seperti ini sudah mulai terlihat," ujar Jacksen.
Business Unit Head Dairy PT Global Dairi Alami, Didiet Fadriana Abdulkadir, mengapresiasi perkembangan para peserta sepanjang turnamen. Menurutnya, peningkatan teknik bermain, mental bertanding, dan sportivitas menjadi bukti pembinaan sepak bola putri mulai menunjukkan hasil positif.
![All-Stars Kudus Pertahankan Gelar MLSC All-Stars, 34 Talenta Terbaik Siap Tampil di SingaCup 2026]()
Final mempertemukan dua tim terbaik, All-Stars Kudus dan All-Stars Jakarta, dalam pertandingan yang berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang, tetapi disiplin lini pertahanan membuat skor tetap 0-0 hingga waktu normal berakhir.
Kudus sempat mengancam lewat tendangan bebas Renanthera Aluna Addya Putri, sedangkan Jakarta memperoleh peluang melalui eksekusi bola mati Albianca Raula. Namun, kedua kesempatan tersebut gagal berbuah gol.
Pada babak kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Kudus tampil lebih agresif dengan pressing tinggi, sementara Jakarta mengandalkan serangan balik. Meski kedua tim terus saling menekan, tidak ada gol yang tercipta sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, All-Stars Kudus tampil lebih tenang dan menang 4-3 untuk mempertahankan gelar juara.
Kejuaraan yang berlangsung pada 23-28 Juni itu merupakan puncak kompetisi sepak bola putri usia dini yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife. Sementara itu, All-Stars Surabaya menempati peringkat ketiga setelah mengalahkan All-Stars Yogyakarta dengan skor tipis 1-0.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai MilkLife Soccer Challenge menjadi salah satu fondasi penting dalam pembinaan sepak bola putri Indonesia. Menurutnya, turnamen tersebut sejalan dengan blueprint PSSI menuju Piala Dunia Putri 2035.
"Yang kita bangun bukan hanya kompetisi, tetapi ekosistem. Kemajuan sepak bola putri hanya bisa dicapai melalui kolaborasi pemerintah, swasta, sekolah, komunitas, dan orang tua. MilkLife Soccer Challenge menjadi contoh nyata kolaborasi tersebut," ujar Erick.
Program Director MilkLife Soccer Challenge Teddy Tjahjono mengatakan kualitas pertandingan musim ini menunjukkan perkembangan pesat para pemain usia dini. Persaingan antartim dinilai semakin merata, sementara dukungan dari sekolah maupun orang tua juga terus meningkat.
Melihat perkembangan tersebut, penyelenggara akan memperluas jangkauan kompetisi mulai musim depan dengan menambah tiga wilayah baru, yakni Jayapura, Garut, serta dua regional di Jakarta, yaitu Jakarta Timur dan Jakarta Utara.
"Pertandingannya jauh lebih kompetitif dibanding musim sebelumnya. Banyak pemain kini rutin berlatih di sekolah sepak bola sehingga kualitas mereka meningkat. Ini menjadi alasan kami memperluas penyelenggaraan ke lebih banyak daerah," kata Teddy.

Sebagai bagian dari program pembinaan berkelanjutan, panitia juga memilih 34 pemain terbaik hasil talent scouting untuk membentuk dua tim yang akan tampil di SingaCup 2026 di Singapura pada 31 Oktober hingga 7 November mendatang.
Pelatih kepala MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, mengatakan proses seleksi tidak hanya melihat kemampuan teknik individu, tetapi juga kecerdasan bermain, kemampuan mengambil keputusan, serta adaptasi pemain terhadap perubahan situasi pertandingan.
"Kami mencari pemain yang memiliki football intelligence. Mereka harus mampu membaca permainan, mengatur tempo, dan cepat beradaptasi. Untuk pemain usia sekolah dasar, kemampuan seperti ini sudah mulai terlihat," ujar Jacksen.
Business Unit Head Dairy PT Global Dairi Alami, Didiet Fadriana Abdulkadir, mengapresiasi perkembangan para peserta sepanjang turnamen. Menurutnya, peningkatan teknik bermain, mental bertanding, dan sportivitas menjadi bukti pembinaan sepak bola putri mulai menunjukkan hasil positif.
Kudus Juara Lewat Adu Penalti

Final mempertemukan dua tim terbaik, All-Stars Kudus dan All-Stars Jakarta, dalam pertandingan yang berlangsung ketat sejak menit awal. Kedua tim sama-sama menciptakan sejumlah peluang, tetapi disiplin lini pertahanan membuat skor tetap 0-0 hingga waktu normal berakhir.
Kudus sempat mengancam lewat tendangan bebas Renanthera Aluna Addya Putri, sedangkan Jakarta memperoleh peluang melalui eksekusi bola mati Albianca Raula. Namun, kedua kesempatan tersebut gagal berbuah gol.
Pada babak kedua, tensi pertandingan semakin meningkat. Kudus tampil lebih agresif dengan pressing tinggi, sementara Jakarta mengandalkan serangan balik. Meski kedua tim terus saling menekan, tidak ada gol yang tercipta sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, All-Stars Kudus tampil lebih tenang dan menang 4-3 untuk mempertahankan gelar juara.
Lihat Juga :