AEF/MANTENA Cup 2026 Dorong Prestasi Berkuda dan Sport Tourism Indonesia
Senin, 29 Juni 2026 - 03:43 WIB
loading...
A
A
A
"Ini menjadi kebanggaan bagi Indonesia. Kami mendapat apresiasi dari Asian Equestrian Federation karena penyelenggaraan CSI1 Borrowed Horse di Jakarta menjadi yang terbesar dalam sejarah AEF," ujar Adinda.
Keberhasilan penyelenggaraan ini juga dinilai menjadi modal penting bagi para atlet Indonesia menuju Asian Games 2026. Adinda melihat para rider Tanah Air mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
"Terlihat bahwa atlet-atlet Indonesia mampu bersaing dengan 12 negara lainnya. Ini tentu menjadi motivasi besar bagi pembinaan atlet ke depan," ujarnya.
Tidak hanya dari sisi olahraga, AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 turut memberikan dampak bagi sektor sport tourism. Kehadiran atlet dan ofisial dari berbagai negara membuka peluang promosi wisata serta industri kreatif Indonesia.
"Tidak hanya sport tourism tapi industri kreatif juga berkembang karena kemarin kita juga mengenalkan kepada peserta dari 12 negara luar mulai dari kuliner hingga kebudayaan Indonesia yang menjadi sesuatu multiplier effect dari penyelenggaraan pertandingan internasional seperti ini," ungkap Adinda.
Kesuksesan tahun ini membuat Adinda berharap ajang tersebut bisa kembali digelar pada tahun berikutnya. Menurutnya, pengalaman menjadi tuan rumah sangat penting untuk meningkatkan reputasi Indonesia di dunia olahraga berkuda.
"Mungkin kita akan melaksanakan di 2027 dan 2028 kembali karena kita memang memerlukan pengalaman kita tidak bisa bertanding hanya di antara kita saja," kata Adinda.
Keberhasilan penyelenggaraan ini juga dinilai menjadi modal penting bagi para atlet Indonesia menuju Asian Games 2026. Adinda melihat para rider Tanah Air mampu bersaing dengan peserta dari berbagai negara.
"Terlihat bahwa atlet-atlet Indonesia mampu bersaing dengan 12 negara lainnya. Ini tentu menjadi motivasi besar bagi pembinaan atlet ke depan," ujarnya.
Tidak hanya dari sisi olahraga, AEF/MANTENA Cup Jakarta 2026 turut memberikan dampak bagi sektor sport tourism. Kehadiran atlet dan ofisial dari berbagai negara membuka peluang promosi wisata serta industri kreatif Indonesia.
"Tidak hanya sport tourism tapi industri kreatif juga berkembang karena kemarin kita juga mengenalkan kepada peserta dari 12 negara luar mulai dari kuliner hingga kebudayaan Indonesia yang menjadi sesuatu multiplier effect dari penyelenggaraan pertandingan internasional seperti ini," ungkap Adinda.
Kesuksesan tahun ini membuat Adinda berharap ajang tersebut bisa kembali digelar pada tahun berikutnya. Menurutnya, pengalaman menjadi tuan rumah sangat penting untuk meningkatkan reputasi Indonesia di dunia olahraga berkuda.
"Mungkin kita akan melaksanakan di 2027 dan 2028 kembali karena kita memang memerlukan pengalaman kita tidak bisa bertanding hanya di antara kita saja," kata Adinda.
Lihat Juga :