Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB
loading...
Saat Negeri Hoki Demam...
Keberhasilan Kanada ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 tak hanya menjadi pencapaian bersejarah, tetapi juga diyakini menjadi titik balik perkembangan sepak bola di negara yang selama ini identik dengan hoki es / Foto: Football360
A A A
LOS ANGELES - Kanada tengah menikmati kebangkitan sepak bola yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keberhasilan mereka melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 tak hanya menjadi pencapaian bersejarah, tetapi juga diyakini menjadi titik balik perkembangan sepak bola di negara yang selama ini identik dengan hoki es.

Sesaat setelah peluit panjang berbunyi menandai kemenangan dramatis Kanada atas Afrika Selatan pada babak 32 besar, pelatih Jesse Marsch mengumpulkan seluruh pemain dan staf di tengah lapangan. Dalam sebuah lingkaran besar, ia menyampaikan pesan yang menggambarkan arti penting kemenangan tersebut.

"Kalian adalah pahlawan Kanada. Masa depan olahraga ini di negara ini sangat cerah karena kalian," ujar Marsch kepada para pemainnya dikutip dari BBC, Senin (29/6/2026).

Baca Juga: Afrika Selatan Tersingkir, Kanada Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Pelatih berusia 52 tahun itu memang dikenal kerap melontarkan pernyataan penuh semangat. Namun kali ini, ucapannya terasa mewakili kenyataan yang sedang terjadi.

Antusiasme masyarakat Kanada terhadap sepak bola terus meningkat sepanjang Piala Dunia 2026. Perubahan itu memang menjadi target besar Marsch sejak ditunjuk menangani tim nasional dua tahun lalu.

Saat itu, ambisinya terdengar sulit diwujudkan mengingat hoki es masih menjadi olahraga paling populer di Kanada. Sebagai salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 bersama Amerika Serikat dan Meksiko, Kanada sempat dianggap hanya pelengkap.

Baca Juga: Kontroversi Warnai Laga Perdana Babak 32 Besar, Pakar Wasit Sebut Kanada Seharusnya Dapat Penalti

Meksiko menjadi pusat perhatian saat laga pembuka, sementara Amerika Serikat akan menggelar partai final. Di balik sorotan yang lebih kecil, Kanada justru membangun kekuatan secara perlahan sekaligus menumbuhkan gairah masyarakat terhadap tim nasional mereka.

Kapten Kanada, Alphonso Davies, mengaku merasakan perubahan besar sejak Piala Dunia dimulai. Pemain Bayern Munich itu bahkan mengaku emosional melihat ribuan suporter mengenakan warna merah-putih saat laga pembuka melawan Bosnia-Herzegovina di Toronto.

"Rasanya luar biasa karena saya belum pernah melihat begitu banyak orang Kanada datang ke pertandingan sepak bola sebelumnya. Itu membuat saya menangis," kata Davies.

Perjalanan Bersejarah Kanada


Penampilan Kanada di Piala Dunia 2026 memang layak mendapat pujian. Sebelum edisi ini, mereka belum pernah merasakan kemenangan di ajang Piala Dunia.

Langkah mereka dimulai dengan hasil imbang melawan Bosnia-Herzegovina, sebelum kemudian mencatat kemenangan perdana di Piala Dunia lewat pesta gol 6-0 atas Qatar yang sekaligus mengantarkan mereka ke fase gugur.

Meski gagal menjadi juara grup setelah kalah dari Swiss, dukungan suporter Kanada tetap luar biasa. Ribuan pendukung rela datang ke Los Angeles untuk memberikan semangat saat menghadapi Afrika Selatan.

Atmosfer pertandingan bahkan terasa seperti laga kandang bagi Kanada. Dukungan yang begitu besar menjadi energi tambahan bagi skuad Marsch.

Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola

Foto:South China Morning Post

Setelah pertandingan berlangsung ketat dan nyaris berlanjut ke adu penalti, Stephen Eustaquio akhirnya menjadi pahlawan lewat gol kemenangan di babak tambahan waktu. Bagi Marsch, momen berkumpul bersama pemain usai pertandingan menjadi bagian penting dari sejarah tersebut.

"Banyak orang menganggap berkumpul di tengah lapangan hanya formalitas, tetapi bagi saya yang terpenting adalah tim ini dan apa yang telah kami capai bersama," ujar Marsch.

"Saya ingin mereka memahami betapa pentingnya momen ini bagi perkembangan olahraga di negara kami."

Perjalanan Kanada belum selesai. Di babak 16 besar, mereka akan menghadapi lawan yang jauh lebih berat, yakni Belanda atau Maroko.

Belanda saat ini menempati peringkat ketujuh dunia, sementara Maroko berada satu tingkat di atasnya di posisi keenam.

Meski demikian, pencapaian Kanada sejauh ini membuat mereka tidak lagi dipandang sebelah mata. Marsch pun menilai timnya memiliki kesempatan untuk kembali menciptakan kejutan.

"Tujuan saya di turnamen ini bukan hanya menginspirasi bangsa kami, tetapi juga membuktikan bahwa kami mampu menantang salah satu raksasa dunia. Maroko adalah kekuatan baru sepak bola dunia, sedangkan Belanda merupakan salah satu raksasa tradisional. Ini adalah kesempatan emas bagi kami dan kami akan melakukan segala cara untuk meraih kemenangan," imbuh Marsch.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Brasil Dijagokan, Jepang...
Brasil Dijagokan, Jepang Siap Bikin Kejutan
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Bingung Taegeuk Warriors Tersingkir di Piala Dunia 2026
Sepatu Emas Ronaldo...
Sepatu Emas Ronaldo Gagal Bawa Hoki di Piala Dunia 2026
Komitmen Nol Emisi FIFA...
Komitmen Nol Emisi FIFA Tercoreng Jet Pribadi Infantino di Piala Dunia 2026
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Special Bola
Persija Jakarta Resmi...
Liga Indonesia
Persija Jakarta Resmi Perpanjang Kontrak Eksel Runtukahu
Minim Gol di DPMM, Ramadhan...
Liga Indonesia
Minim Gol di DPMM, Ramadhan Sananta Bakal Kembali Tajam di Persebaya Surabaya?
Profil dan Perjalanan...
Liga Indonesia
Profil dan Perjalanan Karier Gabriel Mutombo, Bek Baru Persib Bandung
Rekomendasi
Insentif Kendaraan Listrik...
Insentif Kendaraan Listrik Mundur Jauh, Begini Kata Purbaya
Ilmuwan Temukan Penyebab...
Ilmuwan Temukan Penyebab Baru di Balik Peningkatan Lemak Perut Seiring Bertambahnya Usia
Awkarin Penuhi Panggilan...
Awkarin Penuhi Panggilan Polisi, Diperiksa Terkait Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
Berita Terkini
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Kenangan Pahit 2002 Hantui La Albirroja
Brasil Dijagokan, Jepang...
Brasil Dijagokan, Jepang Siap Bikin Kejutan
Presiden Korea Selatan...
Presiden Korea Selatan Bingung Taegeuk Warriors Tersingkir di Piala Dunia 2026
Sepatu Emas Ronaldo...
Sepatu Emas Ronaldo Gagal Bawa Hoki di Piala Dunia 2026
Komitmen Nol Emisi FIFA...
Komitmen Nol Emisi FIFA Tercoreng Jet Pribadi Infantino di Piala Dunia 2026
Suporter Ikonik DR Kongo...
Suporter Ikonik DR Kongo Gagal Masuk AS Gara-gara Visa Ditolak
Infografis
5 Bandara Tersibuk saat...
5 Bandara Tersibuk saat Mudik Lebaran 2026, Layani 4,41 Juta Penumpang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved