Hina Bosnia, Reporter TV AS Akhirnya Minta Maaf
Senin, 29 Juni 2026 - 09:44 WIB
loading...
Seorang reporter televisi Amerika Serikat, Abigail Velez, menuai kecaman setelah melontarkan komentar yang dinilai tidak sensitif terhadap Bosnia dan Herzegovina menjelang duel babak 32 besar Piala Dunia 2026 / Foto: Instagram @abc7abigail
A
A
A
JAKARTA - Seorang reporter televisi Amerika Serikat, Abigail Velez, menuai kecaman setelah melontarkan komentar yang dinilai tidak sensitif terhadap Bosnia dan Herzegovina menjelang duel babak 32 besar Piala Dunia 2026 . Jurnalis ABC Los Angeles itu akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas ucapannya.
Kontroversi bermula ketika Velez membawakan segmen berita usai dipastikan bahwa Bosnia dan Herzegovina akan menjadi lawan Amerika Serikat di babak 32 besar. Dalam siaran tersebut, ia mengaku tidak mengetahui letak Bosnia di peta dan mengaku tidak tertarik mempelajari negara tersebut, sembari menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat akan mengalahkan lawannya.
"Oke, pertandingan berikutnya Tim AS akan melawan Bosnia pada Rabu depan. Satu hal tentang Bosnia adalah saya bahkan tidak bisa menunjukkan letaknya di peta. Saya tidak tahu apa pun tentang Bosnia dan Herzegovina, dan saya juga tidak ingin tahu. Yang saya tahu adalah Tim AS kembali. Kami lebih baik dari sebelumnya," ujar Velez.
Baca Juga: Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola
Ia kemudian menambahkan, "Bersiaplah, Bosnia. Kalian tidak akan menginginkan ini, tetapi kalian akan mendapatkannya."
Pernyataan yang dianggap merendahkan negara atau budaya lain dinilai bertentangan dengan semangat turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Pernyataan itu langsung memicu gelombang kritik di media sosial.
Banyak pihak menilai komentarnya merendahkan sebuah negara yang tengah mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. Timnas Amerika Serikat asuhan Mauricio Pochettino dijadwalkan menghadapi Bosnia dan Herzegovina di San Francisco.
Baca Juga: Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Bosnia, yang berpenduduk kurang dari 3,5 juta jiwa, menjadi salah satu negara dengan populasi kecil yang sukses menembus babak gugur Piala Dunia 2026. Menyusul derasnya kritik, Velez akhirnya mengeluarkan pernyataan permintaan maaf melalui media sosial.
"Dalam upaya yang kurang tepat untuk sedikit bersenang-senang dengan kompetisi Piala Dunia, saya kebablasan dan membuat komentar yang tidak bijaksana di siaran langsung yang tidak sensitif dan tidak pantas," tulis Velez.
"Saya meminta maaf kepada rakyat Bosnia dan tim nasional sepak bola Bosnia. Piala Dunia seharusnya menjadi ajang yang menyatukan masyarakat dari seluruh dunia, dan komentar saya tidak mencerminkan semangat tersebut."
Ia juga menutup pernyataannya dengan mendoakan seluruh peserta yang masih bertanding di Piala Dunia 2026. "Semoga semua tim mendapatkan yang terbaik dalam perjalanan mereka di Piala Dunia."
Kontroversi bermula ketika Velez membawakan segmen berita usai dipastikan bahwa Bosnia dan Herzegovina akan menjadi lawan Amerika Serikat di babak 32 besar. Dalam siaran tersebut, ia mengaku tidak mengetahui letak Bosnia di peta dan mengaku tidak tertarik mempelajari negara tersebut, sembari menyatakan keyakinannya bahwa Amerika Serikat akan mengalahkan lawannya.
"Oke, pertandingan berikutnya Tim AS akan melawan Bosnia pada Rabu depan. Satu hal tentang Bosnia adalah saya bahkan tidak bisa menunjukkan letaknya di peta. Saya tidak tahu apa pun tentang Bosnia dan Herzegovina, dan saya juga tidak ingin tahu. Yang saya tahu adalah Tim AS kembali. Kami lebih baik dari sebelumnya," ujar Velez.
Baca Juga: Saat Negeri Hoki Demam Sepak Bola
Ia kemudian menambahkan, "Bersiaplah, Bosnia. Kalian tidak akan menginginkan ini, tetapi kalian akan mendapatkannya."
Pernyataan yang dianggap merendahkan negara atau budaya lain dinilai bertentangan dengan semangat turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. Pernyataan itu langsung memicu gelombang kritik di media sosial.
Banyak pihak menilai komentarnya merendahkan sebuah negara yang tengah mencatat sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026. Timnas Amerika Serikat asuhan Mauricio Pochettino dijadwalkan menghadapi Bosnia dan Herzegovina di San Francisco.
Baca Juga: Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo Mundur usai Negaranya Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Bosnia, yang berpenduduk kurang dari 3,5 juta jiwa, menjadi salah satu negara dengan populasi kecil yang sukses menembus babak gugur Piala Dunia 2026. Menyusul derasnya kritik, Velez akhirnya mengeluarkan pernyataan permintaan maaf melalui media sosial.
"Dalam upaya yang kurang tepat untuk sedikit bersenang-senang dengan kompetisi Piala Dunia, saya kebablasan dan membuat komentar yang tidak bijaksana di siaran langsung yang tidak sensitif dan tidak pantas," tulis Velez.
"Saya meminta maaf kepada rakyat Bosnia dan tim nasional sepak bola Bosnia. Piala Dunia seharusnya menjadi ajang yang menyatukan masyarakat dari seluruh dunia, dan komentar saya tidak mencerminkan semangat tersebut."
Ia juga menutup pernyataannya dengan mendoakan seluruh peserta yang masih bertanding di Piala Dunia 2026. "Semoga semua tim mendapatkan yang terbaik dalam perjalanan mereka di Piala Dunia."
(yov)
Lihat Juga :