Brasil Dijagokan, Jepang Siap Bikin Kejutan
Senin, 29 Juni 2026 - 18:18 WIB
loading...
Brasil lebih difavoritkan untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat menghadapi Jepang pada laga babak 32 besar di Stadion NRG, Houston, Selasa (30/6/2026) WIB / Foto: Ilustrasi AI
A
A
A
ATLANTA - Brasil lebih difavoritkan untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 saat menghadapi Jepang pada laga babak 32 besar di Stadion NRG, Houston, Selasa (30/6/2026) WIB. Namun, Samurai Biru diyakini memiliki kapasitas untuk kembali menciptakan kejutan.
Berdasarkan prediksi superkomputer Opta, Brasil memiliki peluang sebesar 57,7 persen untuk meraih kemenangan dalam waktu normal. Sementara peluang Jepang hanya berada di angka 18 persen, sedangkan kemungkinan pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu mencapai 24,3 persen.
Secara statistik, Brasil juga jauh lebih unggul. Dari 14 pertemuan sebelumnya, Selecao mencatat 11 kemenangan dan dua hasil imbang.
Baca Juga: Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Jepang baru sekali mampu menaklukkan raksasa Amerika Selatan tersebut. Menariknya, satu-satunya kemenangan Jepang justru terjadi pada pertemuan terakhir. Pada laga uji coba Oktober 2025 di Tokyo, Samurai Biru membalikkan keadaan untuk menang 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol.
Brasil datang ke fase gugur dengan performa yang terus meningkat. Setelah ditahan Maroko 1-1 pada laga pembuka Grup C, tim asuhan Carlo Ancelotti bangkit dengan dua kemenangan telak 3-0 atas Haiti dan Skotlandia.
Selecao bahkan mencetak tujuh gol tanpa kebobolan sejak sempat tertinggal pada pertandingan pertama. Performa tersebut menjadi sinyal bahwa Brasil mulai menemukan permainan terbaiknya di momen yang tepat.
Catatan lain yang menambah optimisme adalah rekor mereka sebagai juara grup. Sejak Piala Dunia 1982, Brasil selalu finis di puncak klasemen grup.
Baca Juga: Martinez: Bandingkan Ronaldo dengan Messi Itu Kekanak-kanakan
Meski demikian, perjalanan Brasil di fase gugur dalam beberapa edisi terakhir tidak selalu mulus. Mereka tersingkir dalam empat dari enam pertandingan fase gugur terakhir di Piala Dunia, dengan sebagian besar kekalahan datang dari wakil Eropa.
Ancelotti juga berpeluang kembali memainkan Neymar. Penyerang berusia 34 tahun itu baru saja menjalani penampilan pertamanya bersama timnas Brasil setelah absen selama 981 hari akibat cedera, sekaligus menjadi pemain Brasil keempat yang tampil di empat edisi Piala Dunia.
Di lini depan, Brasil memiliki sejumlah pemain yang sedang tajam. Matheus Cunha telah mencetak tiga gol hanya dari empat tembakan tepat sasaran, sementara Vinicius Junior sudah mengoleksi empat gol.
Catatan itu menyamai torehan legenda Brasil seperti Ronaldo (2002), Neymar (2014), dan Jairzinho (1970) dalam fase grup Piala Dunia. Sementara itu, talenta muda Rayan juga mencuri perhatian. Pada usia 19 tahun 325 hari, ia menjadi pemain termuda Brasil sejak 1966 yang mampu mencatatkan assist di ajang Piala Dunia.
Meski berstatus underdog, Jepang memiliki modal yang cukup untuk memberikan perlawanan sengit. Skuad besutan Hajime Moriyasu berhasil lolos sebagai runner-up Grup F setelah bermain imbang melawan Belanda dan Swedia, meski sempat menelan kekalahan telak 0-4 dari Tunisia.
Jepang juga tengah menikmati tren positif dengan tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir, termasuk kemenangan atas Brasil pada laga persahabatan tahun lalu. Moriyasu juga sukses menjaga daya saing tim meski kehilangan kapten Wataru Endo dan winger andalan Kaoru Mitoma akibat cedera.
Penyerang Ayase Ueda menjadi tumpuan utama di lini depan setelah mengoleksi tiga gol sepanjang turnamen. Selain itu, produktivitas Samurai Biru juga patut diwaspadai karena sudah mencetak tujuh gol, menjadi rekor terbanyak Jepang dalam satu edisi Piala Dunia.
Menariknya lagi, sebanyak 10 pemain berbeda telah mencatatkan gol maupun assist bagi Jepang, menunjukkan kekuatan kolektif yang menjadi salah satu senjata utama mereka. Namun, Jepang masih dibayangi rekor buruk di fase gugur. Dari empat penampilan sebelumnya di babak knockout Piala Dunia, Samurai Biru selalu gagal melangkah lebih jauh. Kini, menghadapi Brasil menjadi kesempatan emas bagi Jepang untuk mengakhiri kutukan tersebut sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Berdasarkan prediksi superkomputer Opta, Brasil memiliki peluang sebesar 57,7 persen untuk meraih kemenangan dalam waktu normal. Sementara peluang Jepang hanya berada di angka 18 persen, sedangkan kemungkinan pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu mencapai 24,3 persen.
Secara statistik, Brasil juga jauh lebih unggul. Dari 14 pertemuan sebelumnya, Selecao mencatat 11 kemenangan dan dua hasil imbang.
Baca Juga: Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Jepang baru sekali mampu menaklukkan raksasa Amerika Selatan tersebut. Menariknya, satu-satunya kemenangan Jepang justru terjadi pada pertemuan terakhir. Pada laga uji coba Oktober 2025 di Tokyo, Samurai Biru membalikkan keadaan untuk menang 3-2 setelah sempat tertinggal dua gol.
Perjalanan Brasil dan Jepang ke Fase Gugur
Brasil datang ke fase gugur dengan performa yang terus meningkat. Setelah ditahan Maroko 1-1 pada laga pembuka Grup C, tim asuhan Carlo Ancelotti bangkit dengan dua kemenangan telak 3-0 atas Haiti dan Skotlandia.
Selecao bahkan mencetak tujuh gol tanpa kebobolan sejak sempat tertinggal pada pertandingan pertama. Performa tersebut menjadi sinyal bahwa Brasil mulai menemukan permainan terbaiknya di momen yang tepat.
Catatan lain yang menambah optimisme adalah rekor mereka sebagai juara grup. Sejak Piala Dunia 1982, Brasil selalu finis di puncak klasemen grup.
Baca Juga: Martinez: Bandingkan Ronaldo dengan Messi Itu Kekanak-kanakan
Meski demikian, perjalanan Brasil di fase gugur dalam beberapa edisi terakhir tidak selalu mulus. Mereka tersingkir dalam empat dari enam pertandingan fase gugur terakhir di Piala Dunia, dengan sebagian besar kekalahan datang dari wakil Eropa.
Ancelotti juga berpeluang kembali memainkan Neymar. Penyerang berusia 34 tahun itu baru saja menjalani penampilan pertamanya bersama timnas Brasil setelah absen selama 981 hari akibat cedera, sekaligus menjadi pemain Brasil keempat yang tampil di empat edisi Piala Dunia.
Di lini depan, Brasil memiliki sejumlah pemain yang sedang tajam. Matheus Cunha telah mencetak tiga gol hanya dari empat tembakan tepat sasaran, sementara Vinicius Junior sudah mengoleksi empat gol.
Catatan itu menyamai torehan legenda Brasil seperti Ronaldo (2002), Neymar (2014), dan Jairzinho (1970) dalam fase grup Piala Dunia. Sementara itu, talenta muda Rayan juga mencuri perhatian. Pada usia 19 tahun 325 hari, ia menjadi pemain termuda Brasil sejak 1966 yang mampu mencatatkan assist di ajang Piala Dunia.
Meski berstatus underdog, Jepang memiliki modal yang cukup untuk memberikan perlawanan sengit. Skuad besutan Hajime Moriyasu berhasil lolos sebagai runner-up Grup F setelah bermain imbang melawan Belanda dan Swedia, meski sempat menelan kekalahan telak 0-4 dari Tunisia.
Jepang juga tengah menikmati tren positif dengan tidak terkalahkan dalam 10 pertandingan terakhir, termasuk kemenangan atas Brasil pada laga persahabatan tahun lalu. Moriyasu juga sukses menjaga daya saing tim meski kehilangan kapten Wataru Endo dan winger andalan Kaoru Mitoma akibat cedera.
Penyerang Ayase Ueda menjadi tumpuan utama di lini depan setelah mengoleksi tiga gol sepanjang turnamen. Selain itu, produktivitas Samurai Biru juga patut diwaspadai karena sudah mencetak tujuh gol, menjadi rekor terbanyak Jepang dalam satu edisi Piala Dunia.
Menariknya lagi, sebanyak 10 pemain berbeda telah mencatatkan gol maupun assist bagi Jepang, menunjukkan kekuatan kolektif yang menjadi salah satu senjata utama mereka. Namun, Jepang masih dibayangi rekor buruk di fase gugur. Dari empat penampilan sebelumnya di babak knockout Piala Dunia, Samurai Biru selalu gagal melangkah lebih jauh. Kini, menghadapi Brasil menjadi kesempatan emas bagi Jepang untuk mengakhiri kutukan tersebut sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
(yov)
Lihat Juga :