Komitmen Nol Emisi FIFA Tercoreng Jet Pribadi Infantino di Piala Dunia 2026
Senin, 29 Juni 2026 - 14:04 WIB
loading...
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menjadi sorotan setelah diketahui menggunakan jet pribadi secara intensif selama fase grup Piala Dunia 2026 / Foto: Ilustrasi AI
A
A
A
JAKARTA - Presiden FIFA, Gianni Infantino , menjadi sorotan setelah diketahui menggunakan jet pribadi secara intensif selama fase grup Piala Dunia 2026 . Dalam kurun lebih dari dua pekan, ia menghadiri 24 pertandingan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan total 27 penerbangan.
Berdasarkan penelusuran yang dikutip dari BBC Sport, Senin (29/6/2026), jet yang diduga digunakan Infantino menempuh sedikitnya 50.122 kilometer atau lebih dari 31.000 mil, dengan total waktu terbang mencapai 66 jam selama fase grup.
Perjalanan terjauh dilakukan dari Vancouver menuju Miami sejauh sekitar 4.507 kilometer, sementara dalam satu hari Infantino sempat terbang dari Miami ke Seattle, lalu melanjutkan perjalanan ke Los Angeles untuk menghadiri dua pertandingan berbeda.
Baca Juga: Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Media tersebut memperkirakan penggunaan jet eksekutif Gulfstream G650ER tersebut menghasilkan sekitar 516 ton emisi karbon dioksida ekuivalen (CO2e). Jumlah itu disebut setara dengan emisi tahunan sekitar 78 orang rata-rata di dunia.
Penggunaan jet pribadi itu menuai kritik karena dinilai bertentangan dengan komitmen FIFA terhadap keberlanjutan lingkungan. Peneliti dari jaringan aksi iklim olahraga Cool Down, Freddie Daley, menyebut pilihan Infantino menggunakan jet pribadi sebagai bukti lemahnya kepemimpinan FIFA dalam isu lingkungan.
Senada dengan itu, pakar transportasi berkelanjutan Denise Auclair mengatakan jet pribadi menghasilkan polusi lima hingga 14 kali lebih besar dibanding pesawat komersial, bahkan sekitar 50 kali lebih tinggi daripada perjalanan menggunakan kereta.
Baca Juga: Martinez: Bandingkan Ronaldo dengan Messi Itu Kekanak-kanakan
Menanggapi kritik tersebut, juru bicara FIFA menyatakan bahwa Infantino melakukan perjalanan untuk menjalankan tugas resmi organisasi. Menurut FIFA, penggunaan pesawat komersial maupun jet charter pribadi disesuaikan dengan efisiensi waktu dan biaya dalam setiap perjalanan.
"Presiden FIFA secara rutin melakukan perjalanan, bersama dengan para pejabat terkait, untuk urusan bisnis dan turnamen, dan berusaha mengunjungi asosiasi anggota FIFA kapan pun dia bisa. Terkadang perjalanan diatur dengan maskapai penerbangan komersial (termasuk maskapai berbiaya rendah) dan terkadang dengan pesawat charter pribadi, tergantung mana yang lebih efisien dan hemat biaya dalam keadaan tersebut," tutur perwakilan FIFA.
Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, FIFA telah berkomitmen mengurangi emisi karbon sebesar 50 persen pada 2030 dan mencapai nol emisi bersih pada 2040. Namun, sejumlah ilmuwan iklim sejak awal telah mempertanyakan target tersebut mengingat skala turnamen yang tersebar di 16 kota di tiga negara.
Laporan Scientists for Global Responsibility bahkan memperkirakan jejak karbon Piala Dunia 2026 bisa mencapai sekitar sembilan juta ton CO2e, hampir dua kali lipat rata-rata empat edisi Piala Dunia sebelumnya dan berpotensi menjadi turnamen paling berpolusi dalam sejarah.
Berdasarkan penelusuran yang dikutip dari BBC Sport, Senin (29/6/2026), jet yang diduga digunakan Infantino menempuh sedikitnya 50.122 kilometer atau lebih dari 31.000 mil, dengan total waktu terbang mencapai 66 jam selama fase grup.
Perjalanan terjauh dilakukan dari Vancouver menuju Miami sejauh sekitar 4.507 kilometer, sementara dalam satu hari Infantino sempat terbang dari Miami ke Seattle, lalu melanjutkan perjalanan ke Los Angeles untuk menghadiri dua pertandingan berbeda.
Baca Juga: Dugaan Aroma Konspirasi 'Aib Gijon' di Piala Dunia 2026, Sengaja Singkirkan Iran?
Media tersebut memperkirakan penggunaan jet eksekutif Gulfstream G650ER tersebut menghasilkan sekitar 516 ton emisi karbon dioksida ekuivalen (CO2e). Jumlah itu disebut setara dengan emisi tahunan sekitar 78 orang rata-rata di dunia.
Penggunaan jet pribadi itu menuai kritik karena dinilai bertentangan dengan komitmen FIFA terhadap keberlanjutan lingkungan. Peneliti dari jaringan aksi iklim olahraga Cool Down, Freddie Daley, menyebut pilihan Infantino menggunakan jet pribadi sebagai bukti lemahnya kepemimpinan FIFA dalam isu lingkungan.
Senada dengan itu, pakar transportasi berkelanjutan Denise Auclair mengatakan jet pribadi menghasilkan polusi lima hingga 14 kali lebih besar dibanding pesawat komersial, bahkan sekitar 50 kali lebih tinggi daripada perjalanan menggunakan kereta.
Baca Juga: Martinez: Bandingkan Ronaldo dengan Messi Itu Kekanak-kanakan
Menanggapi kritik tersebut, juru bicara FIFA menyatakan bahwa Infantino melakukan perjalanan untuk menjalankan tugas resmi organisasi. Menurut FIFA, penggunaan pesawat komersial maupun jet charter pribadi disesuaikan dengan efisiensi waktu dan biaya dalam setiap perjalanan.
"Presiden FIFA secara rutin melakukan perjalanan, bersama dengan para pejabat terkait, untuk urusan bisnis dan turnamen, dan berusaha mengunjungi asosiasi anggota FIFA kapan pun dia bisa. Terkadang perjalanan diatur dengan maskapai penerbangan komersial (termasuk maskapai berbiaya rendah) dan terkadang dengan pesawat charter pribadi, tergantung mana yang lebih efisien dan hemat biaya dalam keadaan tersebut," tutur perwakilan FIFA.
Sebelum Piala Dunia 2026 dimulai, FIFA telah berkomitmen mengurangi emisi karbon sebesar 50 persen pada 2030 dan mencapai nol emisi bersih pada 2040. Namun, sejumlah ilmuwan iklim sejak awal telah mempertanyakan target tersebut mengingat skala turnamen yang tersebar di 16 kota di tiga negara.
Laporan Scientists for Global Responsibility bahkan memperkirakan jejak karbon Piala Dunia 2026 bisa mencapai sekitar sembilan juta ton CO2e, hampir dua kali lipat rata-rata empat edisi Piala Dunia sebelumnya dan berpotensi menjadi turnamen paling berpolusi dalam sejarah.
(yov)
Lihat Juga :