Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:28 WIB
loading...
Gol Tah Dianulir VAR...
Kekalahan dramatis Timnas Jerman dari Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 terus menuai kontroversi / Foto: Znews
A A A
JAKARTA - Kekalahan dramatis Timnas Jerman dari Paraguay pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 terus menuai kontroversi. Keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir gol Jonathan Tah pada babak tambahan menjadi sorotan utama, bahkan memancing kritik keras dari dua tokoh sepak bola Jerman, Juergen Klopp dan Thomas Mueller.

Jerman harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 setelah kalah 3-4 melalui adu penalti dari Paraguay usai bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Sebelum adu penalti, Der Panzer sebenarnya sempat merasa telah mengamankan kemenangan ketika Jonathan Tah menyundul bola hasil sepak pojok pada babak tambahan.

Namun, kegembiraan kubu Jerman hanya berlangsung sesaat. VAR meminta wasit meninjau ulang proses terjadinya gol dan memutuskan menganulirkannya karena Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill, sebelum Tah menyundul bola ke gawang.

Baca Juga: Tumbangkan Jerman, Paraguay Rayakan dengan Libur Nasional

Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan luas. Mantan pelatih Liverpool, Klopp, menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik keputusan tersebut.

Menurut Klopp, jika insiden itu dianggap sebagai pelanggaran, maka banyak gol dari situasi bola mati seharusnya juga tidak sah, termasuk yang menjadi senjata utama Arsenal saat menjuarai Liga Inggris musim 2025/2026.

"Kalau gol itu dianggap ilegal, maka Arsenal bukan juara Inggris. Mereka mencetak sekitar 60 persen gol mereka melalui situasi seperti itu. Kami mengira pertandingan sudah dimenangkan ketika bola masuk ke gawang. Tentu saja ini sangat brutal," ujar Klopp kepada Magenta TV dikutip dari NDTV, Selasa (30/6/2026).

Baca Juga: Belanda Tersingkir, Rekor Bersejarah Berakhir

Kritik serupa disampaikan legenda Jerman, Mueller. Ia mengaku tidak memahami dasar keputusan VAR yang membatalkan gol Jonathan Tah.

"Sejujurnya saya tidak tahu lagi apa yang dilihat VAR. Kiper menjadi pemain paling beruntung di lapangan. Dari semua yang saya lihat, itu adalah gol yang sepenuhnya sah. Jonathan Tah menyerang bola dengan sempurna, memenangi duel secara adil, lalu mencetak gol. Itulah sepak bola. Gol itu seharusnya tidak pernah dibatalkan," kata Mueller.

Mueller menilai keputusan tersebut telah merampas momen paling berharga dalam karier para pemain Jerman. "Anda bekerja keras seumur hidup untuk bermain di Piala Dunia, berjuang demi setiap bola, lalu mencetak gol yang seharusnya menjadi gol kemenangan. Namun seseorang yang berada di ruang VAR menghapus momen itu dengan keputusan yang tidak dipahami jutaan orang. Itu sangat menyakitkan bagi setiap pemain," ujarnya.

Meski mengakui kekalahan merupakan bagian dari sepak bola, Muller menegaskan dirinya sulit menerima eliminasi yang dipengaruhi keputusan kontroversial. "Saya bisa menerima kalah dari tim yang lebih baik atau karena membuang peluang. Tetapi saya tidak bisa menerima gol yang sah dibatalkan karena interpretasi aturan yang tidak dipahami siapa pun. Jerman pantas mendapat perlakuan yang lebih baik, begitu juga sepak bola. Saat ini rasanya teknologi justru menghukum kami, bukan melindungi," tegasnya.

Kontroversi VAR dalam laga Jerman kontra Paraguay pun menjadi salah satu perbincangan terbesar di Piala Dunia 2026. Selain keputusan yang diperdebatkan, kegagalan Der Panzer mengeksekusi adu penalti dan disiplin pertahanan Paraguay turut menjadi faktor yang mengakhiri perjalanan Jerman lebih cepat di turnamen.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Jerman Tersingkir, Klopp...
Jerman Tersingkir, Klopp Masuk Radar Der Panzer
Tumbangkan Jerman, Paraguay...
Tumbangkan Jerman, Paraguay Rayakan dengan Libur Nasional
2 Kuda Hitam Curi Panggung,...
2 Kuda Hitam Curi Panggung, Piala Dunia 2026 Hadirkan Era Baru?
Belanda Tersingkir,...
Belanda Tersingkir, Rekor Bersejarah Berakhir
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Demam Piala Dunia, Bagaimana...
Demam Piala Dunia, Bagaimana Islam Memandang Olahraga?
Special Bola
Belanda Gugur dari Piala...
Bola Dunia
Belanda Gugur dari Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic Sebut Sosok yang Jadi Biang Kerok Kekalahan De Oranje
Link Live Streaming...
Bola Dunia
Link Live Streaming Timnas Pantai Gading vs Norwegia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Pembuktian Dua Kuda Hitam
Menteri Keamanan AS...
Bola Dunia
Menteri Keamanan AS Joget Kegirangan Setelah Iran Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Rekomendasi
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Mencicipi Lima Abad...
Mencicipi Lima Abad Jakarta dari Meja Makan, Warisan Kuliner Peranakan di Kota Tua
Usia 30-an Lutut Mulai...
Usia 30-an Lutut Mulai Rewel? Mengapa Welmove Bukan Hanya Suplemen untuk Orang Tua
Berita Terkini
Norwegia Lolos ke 16...
Norwegia Lolos ke 16 Besar usai Singkirkan Pantai Gading 2-1
Sekarang Kalian Orang...
Sekarang Kalian Orang Meksiko, Perpisahan Mengharukan untuk Iran
Vladimir Petkovic Melawan...
Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Jerman Tersingkir, Klopp...
Jerman Tersingkir, Klopp Masuk Radar Der Panzer
Gol Tah Dianulir VAR...
Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!
Tumbangkan Jerman, Paraguay...
Tumbangkan Jerman, Paraguay Rayakan dengan Libur Nasional
Infografis
Trump: Bergaul dengan...
Trump: Bergaul dengan Rusia dan Korut Bukan Hal yang Buruk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved