Vladimir Petkovic Melawan Mantan
Selasa, 30 Juni 2026 - 17:22 WIB
loading...
Tidak ada pelatih yang akan paling tersentuh emosionalnya menghadapi babak perdelapan besar Piala Dunia 2026, selain Vladimir Petkovic / Foto: Shutterstock
A
A
A
Tidak ada pelatih yang akan paling tersentuh emosionalnya menghadapi babak perdelapan besar Piala Dunia 2026 , selain Vladimir Petkovic . Betapa tidak, musuh yang akan dihadapi Timnas Ajazair, anak asuhnya per 3 Juli mendatang, adalah Die Nati, Timnas Swiss.
Kendati demikian, Petkovic, seperti biasa mampu menyembunyikan perasaannya. „Swiss kesebelasan tangguh, pemainnya mumpuni, saya kenal mereka dengan baik,“ katanya kepada wartawan.
Grani Xhaka dan kawan kawan bukan hal baru bagi pelatih kelahiran Sarajevo, Bosnia ini. Tujuh tahun, dari 2014 hingga 2021, Petkovic adalah pelatih Timnas Swiss. Ricardo Rodriguez, Granit Xhaka hingga Manuel Akandji, pernah diasuhnya langsung.
Baca Juga: Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!
Kendati pernah mengantar Swiss hingga perempat final Piala Eropa 2020, serta selalu menempat Swiss di putaran final Piala Dunia dan Eropa, jejaknya di Heidiland meninggalkan luka yang tak kunjung sembuh.
Petkovic kerap berseteru dengan wartawan. Gaya komunikasinya kurang bisa diterima dunia jurnalistik Swiss. „Saya mewarisi pelatih besar Ottmar Hitzfeld, sementara saya datang sebagai pelatih biasa biasa saja,“ katanya.
Petkovic memang bukan nama besar. Ia sukses melatih SC Young Boys Bern, lalu menjuarai Coppa Italia bersama Lazio. Penunjukkannya sebagai pelatih Swiss, juga lantaran Marcel Koller, pelatih asli Swiss asal Zurich menolak tawaran Schweizer Fussball Verband (SFV), federasi sepak bola Swiss. Koller lebih memilih Timnas Austria ketimbang Timnas Swiss. Dan pilihan pun jatuh ke Vladimir Petkovic.
Baca Juga: Tumbangkan Jerman, Paraguay Rayakan dengan Libur Nasional
Petkovic kerap jadi bulan bulanan media ketika muncul salam double adler, garuda kembar, yang diperagakan Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri saat menang melawan Serbia. Atau kekalahannya digulung 0 - 3 oleh Italia. Prestasi terbaiknya, mengalahkan Perancis hingga perempat final Piala Eropa 2020, tidak banyak diglorifikasi.
Petkovic datang ke Swiss tahun 1987 untuk bergabung dengan FC St Gallen. Namun, penjemputnya dari FC St Gallen tidak datang. Dia terdampar di Graubunden, tepatnya di FC Chur, divisi dua Swiss.
Selain bermain sepak bola, Vladimir Petkovic juga bekerja sebagai karyawan dinas sosial. Dalam tahun perjuangan itu juga, Vladimir yang berpaspor Kroasia mengajukan kewarganegaraan Swiss dan diterima.
Sambil terus bekerja di dinas sosial, Vladimir memilih menekuni dunia pelatihan. Dari sinilah, setelah melatih kesebelasan di divisi dua di Ticino, Swiss Selatan, Vladimir melatih SC Young Boys, lalu berlanjut sukses di Lazio.
Vladimir Petkovic mengundurkan diri dari Timnas Swiss tahun 2021. „Saya ingin melatih klub, bukan Timnas,“ katanya saat itu. Namun, banyak yang menduga Petkovic merasa tidak nyaman terus dibawa tekanan publik Swiss, meski mampu membawa Granit Xhaka dan kawan kawan masuk perempat final Piala Eropa 2020.
Kini, dia datang kembali sebagai arsitek Timnas Aljazair yang harus mengalahkan mantan anak asuhnya sendiri.
Kendati demikian, Petkovic, seperti biasa mampu menyembunyikan perasaannya. „Swiss kesebelasan tangguh, pemainnya mumpuni, saya kenal mereka dengan baik,“ katanya kepada wartawan.
Grani Xhaka dan kawan kawan bukan hal baru bagi pelatih kelahiran Sarajevo, Bosnia ini. Tujuh tahun, dari 2014 hingga 2021, Petkovic adalah pelatih Timnas Swiss. Ricardo Rodriguez, Granit Xhaka hingga Manuel Akandji, pernah diasuhnya langsung.
Baca Juga: Gol Tah Dianulir VAR dan Jerman Tersingkir, Klopp: Kalau Begitu Arsenal Bukan Juara!
Kendati pernah mengantar Swiss hingga perempat final Piala Eropa 2020, serta selalu menempat Swiss di putaran final Piala Dunia dan Eropa, jejaknya di Heidiland meninggalkan luka yang tak kunjung sembuh.
Petkovic kerap berseteru dengan wartawan. Gaya komunikasinya kurang bisa diterima dunia jurnalistik Swiss. „Saya mewarisi pelatih besar Ottmar Hitzfeld, sementara saya datang sebagai pelatih biasa biasa saja,“ katanya.
Petkovic memang bukan nama besar. Ia sukses melatih SC Young Boys Bern, lalu menjuarai Coppa Italia bersama Lazio. Penunjukkannya sebagai pelatih Swiss, juga lantaran Marcel Koller, pelatih asli Swiss asal Zurich menolak tawaran Schweizer Fussball Verband (SFV), federasi sepak bola Swiss. Koller lebih memilih Timnas Austria ketimbang Timnas Swiss. Dan pilihan pun jatuh ke Vladimir Petkovic.
Baca Juga: Tumbangkan Jerman, Paraguay Rayakan dengan Libur Nasional
Petkovic kerap jadi bulan bulanan media ketika muncul salam double adler, garuda kembar, yang diperagakan Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri saat menang melawan Serbia. Atau kekalahannya digulung 0 - 3 oleh Italia. Prestasi terbaiknya, mengalahkan Perancis hingga perempat final Piala Eropa 2020, tidak banyak diglorifikasi.
Petkovic datang ke Swiss tahun 1987 untuk bergabung dengan FC St Gallen. Namun, penjemputnya dari FC St Gallen tidak datang. Dia terdampar di Graubunden, tepatnya di FC Chur, divisi dua Swiss.
Selain bermain sepak bola, Vladimir Petkovic juga bekerja sebagai karyawan dinas sosial. Dalam tahun perjuangan itu juga, Vladimir yang berpaspor Kroasia mengajukan kewarganegaraan Swiss dan diterima.
Sambil terus bekerja di dinas sosial, Vladimir memilih menekuni dunia pelatihan. Dari sinilah, setelah melatih kesebelasan di divisi dua di Ticino, Swiss Selatan, Vladimir melatih SC Young Boys, lalu berlanjut sukses di Lazio.
Vladimir Petkovic mengundurkan diri dari Timnas Swiss tahun 2021. „Saya ingin melatih klub, bukan Timnas,“ katanya saat itu. Namun, banyak yang menduga Petkovic merasa tidak nyaman terus dibawa tekanan publik Swiss, meski mampu membawa Granit Xhaka dan kawan kawan masuk perempat final Piala Eropa 2020.
Kini, dia datang kembali sebagai arsitek Timnas Aljazair yang harus mengalahkan mantan anak asuhnya sendiri.
(yov)
Lihat Juga :