Kontroversi Kartu Merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 Seret Nama Lionel Messi
Kamis, 02 Juli 2026 - 16:22 WIB
loading...
Kontroversi Kartu Merah Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 Seret Nama Lionel Messi
A
A
A
Mantan pemain timnas Amerika Serikat, Alexi Lalas, melontarkan sindiran tajam setelah Folarin Balogun menerima kartu merah kontroversial dalam kemenangan Amerika Serikat 2-0 atas Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar Piala Dunia 2026 . Lalas membandingkan hukuman untuk Balogun dengan insiden yang melibatkan Lionel Messi pada laga Argentina kontra Aljazair.
Balogun diusir wasit setelah VAR meninjau duel dengan bek Bosnia-Herzegovina, Tarik Muharemovic. Penyerang Amerika Serikat itu dinilai melakukan pelanggaran serius ketika kakinya mengenai pergelangan kaki lawan dalam perebutan bola. Keputusan tersebut memicu protes karena banyak pihak menilai insiden itu terjadi tanpa unsur kesengajaan.
Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, juga tidak sepakat dengan kartu merah tersebut. Ia menyebut benturan itu sebagai kejadian biasa dalam sepak bola dan menegaskan Balogun tidak berniat mencederai Muharemovic. “Itu aksi normal dalam sepak bola yang terjadi secara tidak sengaja. Tidak ada niat, jadi bagi saya itu tidak pernah layak kartu merah,” ujar Pochettino.
Lalas kemudian mengunggah potongan video insiden Messi saat Argentina menghadapi Aljazair pada fase awal turnamen. Dalam tayangan itu, Messi terlihat melakukan pelanggaran terhadap bek Aljazair Aissa Mandi, tetapi tidak menerima hukuman kartu. Unggahan singkat Lalas dengan keterangan “'Sup” tersebut langsung ramai dibicarakan karena dianggap menyindir inkonsistensi penerapan VAR.
Dalam siaran Fox Sports, Lalas menilai kartu merah Balogun merupakan keputusan keliru. Menurutnya, tayangan ulang memang dapat membuat pelanggaran terlihat lebih buruk, tetapi wasit tetap harus memahami konteks perebutan bola di lapangan.
“Itu bukan kartu merah. Saya paham pada momen pertama terlihat buruk, dan di tayangan video juga terlihat buruk. Namun, Anda harus memiliki pemahaman tentang apa yang sebenarnya terjadi. Saya rasa itu keputusan yang buruk,” kata Lalas.
Ia lalu menyinggung Messi secara langsung. “Harus dikatakan, jika namanya Messi, seperti yang telah kita lihat sebelumnya di turnamen ini, dia masih akan berada di lapangan dan tetap bisa bermain di Seattle pada Senin nanti,” lanjutnya.
Komentar senada disampaikan mantan penyerang Amerika Serikat, Taylor Twellman, yang mempertanyakan alasan VAR tidak melakukan peninjauan terhadap pelanggaran Messi kepada Mandi. Perbedaan perlakuan itu menjadi bahan perdebatan, terutama karena kedua insiden sama-sama melibatkan kontak kaki terhadap lawan.
Balogun kini dipastikan absen saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar di Seattle. Absennya penyerang yang telah mencetak tiga gol di Piala Dunia 2026 itu menjadi kerugian besar bagi tim asuhan Pochettino, terlebih FIFA masih berpeluang menambah durasi sanksi jika Amerika Serikat melanjutkan perjalanan di turnamen.
Balogun diusir wasit setelah VAR meninjau duel dengan bek Bosnia-Herzegovina, Tarik Muharemovic. Penyerang Amerika Serikat itu dinilai melakukan pelanggaran serius ketika kakinya mengenai pergelangan kaki lawan dalam perebutan bola. Keputusan tersebut memicu protes karena banyak pihak menilai insiden itu terjadi tanpa unsur kesengajaan.
Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, juga tidak sepakat dengan kartu merah tersebut. Ia menyebut benturan itu sebagai kejadian biasa dalam sepak bola dan menegaskan Balogun tidak berniat mencederai Muharemovic. “Itu aksi normal dalam sepak bola yang terjadi secara tidak sengaja. Tidak ada niat, jadi bagi saya itu tidak pernah layak kartu merah,” ujar Pochettino.
‘Sup. pic.twitter.com/dp4SSI4Mvb
— Alexi Lalas (@AlexiLalas) July 2, 2026
Lalas kemudian mengunggah potongan video insiden Messi saat Argentina menghadapi Aljazair pada fase awal turnamen. Dalam tayangan itu, Messi terlihat melakukan pelanggaran terhadap bek Aljazair Aissa Mandi, tetapi tidak menerima hukuman kartu. Unggahan singkat Lalas dengan keterangan “'Sup” tersebut langsung ramai dibicarakan karena dianggap menyindir inkonsistensi penerapan VAR.
Dalam siaran Fox Sports, Lalas menilai kartu merah Balogun merupakan keputusan keliru. Menurutnya, tayangan ulang memang dapat membuat pelanggaran terlihat lebih buruk, tetapi wasit tetap harus memahami konteks perebutan bola di lapangan.
“Itu bukan kartu merah. Saya paham pada momen pertama terlihat buruk, dan di tayangan video juga terlihat buruk. Namun, Anda harus memiliki pemahaman tentang apa yang sebenarnya terjadi. Saya rasa itu keputusan yang buruk,” kata Lalas.
Ia lalu menyinggung Messi secara langsung. “Harus dikatakan, jika namanya Messi, seperti yang telah kita lihat sebelumnya di turnamen ini, dia masih akan berada di lapangan dan tetap bisa bermain di Seattle pada Senin nanti,” lanjutnya.
Komentar senada disampaikan mantan penyerang Amerika Serikat, Taylor Twellman, yang mempertanyakan alasan VAR tidak melakukan peninjauan terhadap pelanggaran Messi kepada Mandi. Perbedaan perlakuan itu menjadi bahan perdebatan, terutama karena kedua insiden sama-sama melibatkan kontak kaki terhadap lawan.
Balogun kini dipastikan absen saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar di Seattle. Absennya penyerang yang telah mencetak tiga gol di Piala Dunia 2026 itu menjadi kerugian besar bagi tim asuhan Pochettino, terlebih FIFA masih berpeluang menambah durasi sanksi jika Amerika Serikat melanjutkan perjalanan di turnamen.
(sto)
Lihat Juga :