Ronaldo atau Ramos? Statistik CR7 Bikin Martinez Dilema
Selasa, 07 Juli 2026 - 00:12 WIB
loading...
Cristiano Ronaldo akan mencatatkan penampilan ke-233 bersama Timnas Portugal saat menghadapi Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Selasa (7/7/2026) WIB / Foto: Ilustrasi AI
A
A
A
DALLAS - Cristiano Ronaldo akan mencatatkan penampilan ke-233 bersama Timnas Portugal saat menghadapi Spanyol pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Dallas, Selasa (7/7/2026) WIB. Di tengah peluang membawa Selecao das Quinas melaju ke perempat final, muncul satu pertanyaan besar: mampukah CR7 kembali menambah koleksi 146 golnya bersama tim nasional?
Meski berstatus sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa, catatan Ronaldo di fase gugur Piala Dunia masih jauh dari kata istimewa. Dalam enam edisi Piala Dunia, ia belum pernah mencetak gol dari permainan terbuka di babak gugur.
Satu-satunya gol Ronaldo pada fase tersebut baru tercipta lewat titik penalti saat Portugal menyingkirkan Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Secara keseluruhan, ia telah memainkan sembilan pertandingan fase gugur dengan torehan satu gol dari 31 tembakan.
Baca Juga: Jelang Kontra Spanyol, Ronaldo Bungkam Isu Pensiun
Persentase konversi tembakannya hanya tiga persen, tanpa satu pun gol non-penalti maupun assist. Performa Ronaldo di Piala Dunia 2026 pun terus menjadi bahan perdebatan.
Meski memimpin daftar pencetak gol Portugal dengan tiga gol, kontribusinya dalam permainan dinilai mulai menurun. Hingga babak 16 besar, Ronaldo telah melepaskan 15 tembakan, hampir dua kali lebih banyak dibandingkan pemain Portugal lainnya.
Namun, Ronaldo belum menciptakan satu peluang pun bagi rekan setimnya, menjadikannya pemain dengan jumlah tembakan terbanyak tanpa mencatatkan peluang yang diciptakan di turnamen ini. Keterlibatannya dalam permainan juga semakin minim.
Baca Juga: Air Mata Neymar dan Akhir Perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026
Dalam tiga dari empat pertandingan Portugal, Ronaldo mencatat kurang dari 25 sentuhan bola, jumlah terendah yang pernah ia bukukan dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Rata-rata sentuhannya per laga juga menjadi yang paling rendah sepanjang enam penampilannya di ajang empat tahunan tersebut. Saat Portugal mengalahkan Kroasia, satu-satunya sentuhan Ronaldo di kotak penalti lawan terjadi ketika mengeksekusi penalti yang berbuah gol.
Dari sisi mobilitas, Ronaldo juga hanya mencatat rata-rata 4,4 kali berlari menembus garis pertahanan lawan per pertandingan, jauh menurun dibandingkan dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Meski statistik menunjukkan penurunan, dukungan terhadap sang kapten belum surut.
Banyak suporter Portugal masih meyakini Ronaldo layak menjadi starter berkat pengalaman, kepemimpinan, dan kontribusinya yang telah mengangkat sepak bola Portugal selama lebih dari dua dekade. Kini keputusan ada di tangan pelatih Roberto Martinez.
Apakah Martinez mempercayakan lini depan kepada Ronaldo dalam duel hidup-mati melawan Spanyol, yang bisa menjadi laga terakhir sang legenda di panggung Piala Dunia? Atau justru memberikan tempat kepada Goncalo Ramos, yang tampil impresif sebagai penentu kemenangan atas Kroasia?
Meski berstatus sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa, catatan Ronaldo di fase gugur Piala Dunia masih jauh dari kata istimewa. Dalam enam edisi Piala Dunia, ia belum pernah mencetak gol dari permainan terbuka di babak gugur.
Satu-satunya gol Ronaldo pada fase tersebut baru tercipta lewat titik penalti saat Portugal menyingkirkan Kroasia di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Secara keseluruhan, ia telah memainkan sembilan pertandingan fase gugur dengan torehan satu gol dari 31 tembakan.
Baca Juga: Jelang Kontra Spanyol, Ronaldo Bungkam Isu Pensiun
Persentase konversi tembakannya hanya tiga persen, tanpa satu pun gol non-penalti maupun assist. Performa Ronaldo di Piala Dunia 2026 pun terus menjadi bahan perdebatan.
Meski memimpin daftar pencetak gol Portugal dengan tiga gol, kontribusinya dalam permainan dinilai mulai menurun. Hingga babak 16 besar, Ronaldo telah melepaskan 15 tembakan, hampir dua kali lebih banyak dibandingkan pemain Portugal lainnya.
Namun, Ronaldo belum menciptakan satu peluang pun bagi rekan setimnya, menjadikannya pemain dengan jumlah tembakan terbanyak tanpa mencatatkan peluang yang diciptakan di turnamen ini. Keterlibatannya dalam permainan juga semakin minim.
Baca Juga: Air Mata Neymar dan Akhir Perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026
Dalam tiga dari empat pertandingan Portugal, Ronaldo mencatat kurang dari 25 sentuhan bola, jumlah terendah yang pernah ia bukukan dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Rata-rata sentuhannya per laga juga menjadi yang paling rendah sepanjang enam penampilannya di ajang empat tahunan tersebut. Saat Portugal mengalahkan Kroasia, satu-satunya sentuhan Ronaldo di kotak penalti lawan terjadi ketika mengeksekusi penalti yang berbuah gol.
Dari sisi mobilitas, Ronaldo juga hanya mencatat rata-rata 4,4 kali berlari menembus garis pertahanan lawan per pertandingan, jauh menurun dibandingkan dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Meski statistik menunjukkan penurunan, dukungan terhadap sang kapten belum surut.
Banyak suporter Portugal masih meyakini Ronaldo layak menjadi starter berkat pengalaman, kepemimpinan, dan kontribusinya yang telah mengangkat sepak bola Portugal selama lebih dari dua dekade. Kini keputusan ada di tangan pelatih Roberto Martinez.
Apakah Martinez mempercayakan lini depan kepada Ronaldo dalam duel hidup-mati melawan Spanyol, yang bisa menjadi laga terakhir sang legenda di panggung Piala Dunia? Atau justru memberikan tempat kepada Goncalo Ramos, yang tampil impresif sebagai penentu kemenangan atas Kroasia?
(yov)
Lihat Juga :