UEFA Murka! FIFA Dituding Rusak Integritas Piala Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 - 03:07 WIB
loading...
UEFA Murka! FIFA Dituding...
Kontroversi besar mengguncang Piala Dunia 2026 setelah FIFA membatalkan skorsing otomatis penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun / Foto: Ilustrasi AI
A A A
DALLAS - Kontroversi besar mengguncang Piala Dunia 2026 setelah FIFA membatalkan skorsing otomatis penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan tersebut memicu kecaman keras dari UEFA , Belgia, hingga mantan Presiden FIFA Sepp Blatter karena dinilai mengancam integritas kompetisi.

Balogun sebelumnya menerima kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia-Herzegovina dan seharusnya menjalani hukuman larangan bermain pada laga babak 16 besar melawan Belgia. Namun, FIFA memutuskan menangguhkan sanksi tersebut sehingga striker berusia 25 tahun itu tetap bisa tampil.

Keputusan ini langsung menuai reaksi keras. Mengutip laporan BBC, Selasa (7/7/2026), UEFA menyebut langkah FIFA sebagai keputusan yang "belum pernah terjadi sebelumnya, tidak dapat dipahami, dan tidak dapat dibenarkan".

Baca Juga: Air Mata Neymar dan Akhir Perjalanan Brasil di Piala Dunia 2026

Menurut badan sepak bola Eropa itu, skorsing otomatis setelah kartu merah merupakan aturan yang jelas dan bukan keputusan yang bisa diubah secara sepihak. "Ketika kepastian aturan tidak lagi dijamin, integritas permainan dipertaruhkan dan kredibilitas kompetisi dirusak," tegas UEFA dalam pernyataan resminya.

Kontroversi semakin membesar setelah laporan CBS News menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino untuk membahas hukuman Balogun. Tak lama kemudian, Trump bahkan mengucapkan terima kasih kepada FIFA karena telah "membalikkan ketidakadilan besar".

Jika benar, dugaan intervensi politik tersebut memicu kekhawatiran banyak pihak. Asosiasi Sepak Bola Belgia (RBFA) mengaku terkejut dengan keputusan FIFA, sementara Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, menilai campur tangan politik dalam keputusan disiplin akan menjadi pelanggaran terhadap prinsip dasar olahraga.

Baca Juga: Balogun Bebas, Tuchel: Mungkin Trump Bisa Selamatkan Quansah?

Mantan Presiden FIFA Sepp Blatter juga ikut angkat bicara. Melalui media sosial X, ia menegaskan bahwa kartu merah seharusnya dibatalkan berdasarkan aturan dan bukti, bukan karena tekanan politik.

"Sepak bola tidak boleh menjadi arena perebutan kekuasaan politik," tulis Blatter.

Pelatih Inggris Thomas Tuchel pun mempertanyakan konsistensi FIFA. Menurutnya, jika hukuman Balogun bisa dibatalkan, maka keputusan disiplin lainnya juga berpotensi diperdebatkan.

Komentar tersebut berkaitan dengan kartu merah yang diterima bek Inggris Jarell Quansah saat menghadapi Meksiko. Tuchel mempertanyakan siapa yang berhak membatalkan keputusan wasit dan VAR, serta batas intervensi terhadap hukuman disiplin.

"Kalau keputusan seperti ini bisa diubah, di mana batasnya? Apakah semua kartu kuning dan kartu merah sekarang bisa diperdebatkan lagi?" ujar Tuchel.

Belgia dikabarkan telah diberi kesempatan mengajukan banding terhadap keputusan tersebut, sebuah prosedur yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Piala Dunia.

Jika FIFA tetap mempertahankan keputusannya, sengketa itu berpotensi berlanjut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Kasus Balogun menjadi salah satu kontroversi terbesar sepanjang Piala Dunia 2026 dan memunculkan pertanyaan serius mengenai konsistensi penerapan aturan serta independensi FIFA dalam mengambil keputusan disiplin.
(yov)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Air Mata Terakhir Cristiano...
Air Mata Terakhir Cristiano Ronaldo di Panggung Piala Dunia
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Spanyol Singkirkan Portugal
Gol Telat Mikel Merino...
Gol Telat Mikel Merino Antar Spanyol ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Amerika Serikat vs Belgia:...
Amerika Serikat vs Belgia: Setan Merah Siap Pulangkan Tuan Rumah Terakhir?
Ronaldo atau Ramos?...
Ronaldo atau Ramos? Statistik CR7 Bikin Martinez Dilema
Akankah Spanyol Siap...
Akankah Spanyol Siap Akhiri Mimpi Ronaldo di Piala Dunia?
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Cristiano Ronaldo Viral...
Cristiano Ronaldo Viral Ucap Bismillah, Bolehkah Hanya Bismillah atau Bismillahirrahmanirrahim? Ini Penjelasan Ulama
Demam Piala Dunia 2026:...
Demam Piala Dunia 2026: Ketika Indonesia Tetap Menjadi Juara di Tribun Dunia
Special Bola
Cristiano Ronaldo Menangis...
Bola Dunia
Cristiano Ronaldo Menangis saat Timnas Portugal Disingkirkan Spanyol di 16 Besar Piala Dunia 2026
Cristiano Ronaldo Resmi...
Bola Dunia
Cristiano Ronaldo Resmi Pensiun Tanpa Trofi Piala Dunia!
Jelang Piala AFF 2026,...
Bola Dunia
Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Disebut Sosok Tepat Bangkitkan Kualitas Timnas Indonesia!
Rekomendasi
Setelah 2 Dekade, Hamas...
Setelah 2 Dekade, Hamas Bubarkan Badan Pemerintahan Gaza
Revolusi Islam di Iran...
Revolusi Islam di Iran Akan Terus Berlanjut, Ini 3 Indikasi Utamanya
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
Berita Terkini
Air Mata Terakhir Cristiano...
Air Mata Terakhir Cristiano Ronaldo di Panggung Piala Dunia
Deretan Fakta Menarik...
Deretan Fakta Menarik Usai Spanyol Singkirkan Portugal
Gol Telat Mikel Merino...
Gol Telat Mikel Merino Antar Spanyol ke Perempat Final Piala Dunia 2026
UEFA Murka! FIFA Dituding...
UEFA Murka! FIFA Dituding Rusak Integritas Piala Dunia
Amerika Serikat vs Belgia:...
Amerika Serikat vs Belgia: Setan Merah Siap Pulangkan Tuan Rumah Terakhir?
Ronaldo atau Ramos?...
Ronaldo atau Ramos? Statistik CR7 Bikin Martinez Dilema
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved