Kontroversi Balogun Berlanjut, Politikus Inggris Desak FIFA Cabut Skorsing Quansah
Selasa, 07 Juli 2026 - 07:38 WIB
loading...
Kontroversi Balogun Berlanjut, Politikus Inggris Desak FIFA Cabut Skorsing Quansah
A
A
A
Kontroversi penangguhan sanksi Folarin Balogun di Piala Dunia 2026 terus meluas. Sejumlah politikus Inggris mendesak FIFA memberikan perlakuan serupa kepada bek Timnas Inggris, Jarell Quansah, yang terancam absen saat menghadapi Norwegia pada perempat final.
Quansah mendapat kartu merah ketika Inggris menang 3-2 atas Meksiko di Stadion Azteca, Senin (6/7/2026) pagi WIB. Sesuai regulasi, pemain Liverpool itu harus menjalani skors satu pertandingan dan berpeluang tidak tampil dalam laga di Miami pada akhir pekan ini.
Tuntutan tersebut muncul setelah FIFA menunda pemberlakuan hukuman untuk Balogun. Penyerang Amerika Serikat itu tetap dapat bermain melawan Belgia pada babak 16 besar meski sebelumnya dikartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina, dengan FIFA memakai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.
Baca Juga: Air Mata Terakhir Cristiano Ronaldo di Panggung Piala Dunia
Keputusan untuk Balogun memicu pertanyaan karena Donald Trump mengaku telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino terkait kasus tersebut. FIFA menyatakan putusan itu dibuat oleh badan peradilan internal yang independen, tetapi transparansi dan konsistensi prosesnya tetap dipertanyakan.
Quansah mendapat kartu merah ketika Inggris menang 3-2 atas Meksiko di Stadion Azteca, Senin (6/7/2026) pagi WIB. Sesuai regulasi, pemain Liverpool itu harus menjalani skors satu pertandingan dan berpeluang tidak tampil dalam laga di Miami pada akhir pekan ini.
Tuntutan tersebut muncul setelah FIFA menunda pemberlakuan hukuman untuk Balogun. Penyerang Amerika Serikat itu tetap dapat bermain melawan Belgia pada babak 16 besar meski sebelumnya dikartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina, dengan FIFA memakai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.
Baca Juga: Air Mata Terakhir Cristiano Ronaldo di Panggung Piala Dunia
Keputusan untuk Balogun memicu pertanyaan karena Donald Trump mengaku telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino terkait kasus tersebut. FIFA menyatakan putusan itu dibuat oleh badan peradilan internal yang independen, tetapi transparansi dan konsistensi prosesnya tetap dipertanyakan.
Lihat Juga :