10 Negara yang Pernah Diskors FIFA karena Intervensi Politik: Ada Indonesia hingga Rusia
Selasa, 07 Juli 2026 - 15:38 WIB
loading...
A
A
A
Irak sempat dilarang tampil dalam pertandingan internasional pada November 2009. Penyebabnya adalah pembubaran federasi sepak bola Irak oleh Komite Olimpiade Nasional Irak, disertai pengambilalihan kantor federasi oleh aparat keamanan. FIFA akhirnya mencabut sanksi setelah pihak terkait menyetujui pemulihan status dan kewenangan federasi sepak bola Irak.
4. Indonesia
Indonesia pernah merasakan dampak langsung sanksi FIFA pada 2015. Skorsing dijatuhkan setelah terjadi konflik panjang antara pemerintah dan PSSI yang membuat FIFA menilai ada intervensi pihak ketiga terhadap pengelolaan sepak bola nasional. Larangan tersebut membuat Indonesia kehilangan kesempatan tampil di sejumlah agenda internasional, termasuk rangkaian kualifikasi turnamen besar, sebelum status keanggotaan dipulihkan pada 2016.
5. Pakistan
Pakistan beberapa kali mengalami masalah tata kelola sepak bola. Salah satu skorsing datang pada 2017 ketika kantor serta rekening Pakistan Football Federation berada di bawah kendali administrator yang ditunjuk pengadilan. FIFA menilai kondisi tersebut sebagai intervensi pihak ketiga dan baru mencabut hukuman setelah pengelolaan federasi dikembalikan. Pada Februari 2025, Pakistan kembali disanksi karena belum mengadopsi revisi konstitusi federasi yang diminta FIFA dan AFC untuk menjamin pemilihan yang demokratis.
6. Rusia
Rusia masih menjadi salah satu kasus paling besar dalam sepak bola internasional. FIFA dan UEFA menjatuhkan larangan terhadap tim nasional serta klub-klub Rusia menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Berbeda dari kasus intervensi pemerintah di federasi, sanksi Rusia berkaitan dengan konflik geopolitik dan pertimbangan keamanan kompetisi. Hingga kini, Rusia belum kembali diizinkan tampil dalam kompetisi FIFA maupun UEFA.
7. Kenya
Kenya termasuk negara Afrika yang berulang kali mengalami masalah hubungan antara pemerintah dan federasi sepak bola. FIFA pernah menjatuhkan sanksi pada 2004, 2006, dan kembali mengambil langkah pada 2022 akibat dugaan campur tangan pemerintah dalam pengelolaan federasi. Kasus Kenya menunjukkan bahwa FIFA dapat menjatuhkan sanksi berulang jika masalah independensi asosiasi tidak benar-benar diselesaikan.
4. Indonesia
Indonesia pernah merasakan dampak langsung sanksi FIFA pada 2015. Skorsing dijatuhkan setelah terjadi konflik panjang antara pemerintah dan PSSI yang membuat FIFA menilai ada intervensi pihak ketiga terhadap pengelolaan sepak bola nasional. Larangan tersebut membuat Indonesia kehilangan kesempatan tampil di sejumlah agenda internasional, termasuk rangkaian kualifikasi turnamen besar, sebelum status keanggotaan dipulihkan pada 2016.
5. Pakistan
Pakistan beberapa kali mengalami masalah tata kelola sepak bola. Salah satu skorsing datang pada 2017 ketika kantor serta rekening Pakistan Football Federation berada di bawah kendali administrator yang ditunjuk pengadilan. FIFA menilai kondisi tersebut sebagai intervensi pihak ketiga dan baru mencabut hukuman setelah pengelolaan federasi dikembalikan. Pada Februari 2025, Pakistan kembali disanksi karena belum mengadopsi revisi konstitusi federasi yang diminta FIFA dan AFC untuk menjamin pemilihan yang demokratis.
6. Rusia
Rusia masih menjadi salah satu kasus paling besar dalam sepak bola internasional. FIFA dan UEFA menjatuhkan larangan terhadap tim nasional serta klub-klub Rusia menyusul invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Berbeda dari kasus intervensi pemerintah di federasi, sanksi Rusia berkaitan dengan konflik geopolitik dan pertimbangan keamanan kompetisi. Hingga kini, Rusia belum kembali diizinkan tampil dalam kompetisi FIFA maupun UEFA.
7. Kenya
Kenya termasuk negara Afrika yang berulang kali mengalami masalah hubungan antara pemerintah dan federasi sepak bola. FIFA pernah menjatuhkan sanksi pada 2004, 2006, dan kembali mengambil langkah pada 2022 akibat dugaan campur tangan pemerintah dalam pengelolaan federasi. Kasus Kenya menunjukkan bahwa FIFA dapat menjatuhkan sanksi berulang jika masalah independensi asosiasi tidak benar-benar diselesaikan.
Lihat Juga :