Keras! Pelatih Mesir Tuding Kemenangan Argentina Sudah Diatur
Rabu, 08 Juli 2026 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Kekecewaan Mesir kembali memuncak menjelang akhir pertandingan. Kubu Mesir menilai ada pelanggaran terhadap pemain mereka di kotak penalti Argentina dalam rangkaian serangan sebelum gol penentu Enzo Fernandez. Namun, wasit tidak memberikan penalti maupun melakukan pemeriksaan langsung melalui monitor VAR, sehingga protes dari pemain dan staf Mesir tak terhindarkan.
Hassan menyebut standar penggunaan VAR dalam pertandingan tersebut tidak konsisten. Menurutnya, gol Mesir dapat dianulir setelah ditinjau, tetapi insiden yang dinilai layak menghasilkan penalti untuk timnya justru tidak mendapat pemeriksaan serupa. Ia pun mengaku sulit menerima hasil akhir karena merasa para pemainnya telah tampil maksimal.
“Kami tidak melihat rasa hormat maupun sportivitas. Penalti kami diabaikan dan tidak diperiksa VAR. Gol kami dianulir, tetapi ketika pemain kami ditarik di kotak penalti, tidak ada pemeriksaan (VAR, red). Semua orang bisa melihatnya.”
Hassan bahkan menyatakan tidak ingin lagi menyaksikan sisa pertandingan Piala Dunia 2026 sebagai bentuk kekecewaan. Sementara itu, Ziko turut melayangkan protes terhadap kepemimpinan wasit dan menyebut keunggulan 2-0 ternyata belum cukup bagi Mesir untuk menyingkirkan Argentina.
Meski tudingan tersebut mencuat setelah pertandingan, belum ada bukti yang mendukung klaim bahwa laga Argentina kontra Mesir telah diatur. FIFA juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan dari pelatih Mesir tersebut.
Hassan menyebut standar penggunaan VAR dalam pertandingan tersebut tidak konsisten. Menurutnya, gol Mesir dapat dianulir setelah ditinjau, tetapi insiden yang dinilai layak menghasilkan penalti untuk timnya justru tidak mendapat pemeriksaan serupa. Ia pun mengaku sulit menerima hasil akhir karena merasa para pemainnya telah tampil maksimal.
“Kami tidak melihat rasa hormat maupun sportivitas. Penalti kami diabaikan dan tidak diperiksa VAR. Gol kami dianulir, tetapi ketika pemain kami ditarik di kotak penalti, tidak ada pemeriksaan (VAR, red). Semua orang bisa melihatnya.”
Hassan bahkan menyatakan tidak ingin lagi menyaksikan sisa pertandingan Piala Dunia 2026 sebagai bentuk kekecewaan. Sementara itu, Ziko turut melayangkan protes terhadap kepemimpinan wasit dan menyebut keunggulan 2-0 ternyata belum cukup bagi Mesir untuk menyingkirkan Argentina.
Meski tudingan tersebut mencuat setelah pertandingan, belum ada bukti yang mendukung klaim bahwa laga Argentina kontra Mesir telah diatur. FIFA juga belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan dari pelatih Mesir tersebut.
(sto)
Lihat Juga :