FBI Bidik AFA di Tengah Mimpi Argentina di Piala Dunia
Kamis, 09 Juli 2026 - 10:10 WIB
loading...
Saat Timnas Argentina terus berjuang mempertahankan mimpi di Piala Dunia 2026, kabar mengejutkan datang dari luar lapangan / Foto: Ilustrasi AI
A
A
A
Saat Timnas Argentina terus berjuang mempertahankan mimpi di Piala Dunia 2026 , kabar mengejutkan datang dari luar lapangan. Di balik sorak sorai para pendukung Albiceleste, otoritas Amerika Serikat dikabarkan tengah menyelidiki aktivitas keuangan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA).
Menurut laporan investigasi harian La Nacion Argentina dikutip dari UPI, Kamis (9/7/2026), Departemen Kehakiman Amerika Serikat bersama Biro Investigasi Federal (FBI) telah memulai penyelidikan awal terhadap aliran dana AFA yang melewati sistem perbankan AS. Penyelidik berusaha menelusuri bagaimana organisasi yang dipimpin Claudio "Chiqui" Tapia itu menyalurkan lebih dari 300 juta dolar AS melalui sejumlah bank di Amerika Serikat.
Mereka juga mengkaji apakah terdapat dugaan pelanggaran hukum, termasuk pencucian uang atau penipuan perbankan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada dakwaan pidana yang diajukan terhadap AFA maupun para petingginya.
Baca Juga: Azzedine Ounahi, Dari Jalanan Casablanca Sampai Diingat Dunia
Laporan tersebut menyebut jaksa federal dan agen FBI yang berbasis di Washington serta Miami telah mulai mewawancarai sejumlah pihak yang mengetahui aktivitas bisnis internasional AFA. Penyelidikan berpusat pada TourProdEnter LLC, perusahaan milik produser Javier Faroni dan Erica Gillette yang selama beberapa tahun terakhir menangani kontrak komersial internasional AFA bersama para sponsor.
Menurut La Nacion, perusahaan itu mengelola sedikitnya USD260 juta pendapatan AFA melalui rekening di beberapa bank besar Amerika Serikat, termasuk Citibank, Bank of America, JPMorgan, Synovus, dan PNC Bank. Selain itu, sekitar USD57 juta juga dilaporkan mengalir ke berbagai perusahaan lain yang kini masih dalam proses penelusuran.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk pengusaha Guillermo Tofoni yang selama ini dikenal memiliki perselisihan panjang dengan kepemimpinan AFA. Departemen Kehakiman AS juga disebut mempertimbangkan memanggil sejumlah mantan pejabat pemerintahan Presiden Javier Milei karena dinilai memiliki informasi terkait aktivitas keuangan organisasi tersebut. Menurut sumber yang dikutip media setempat, penyelidikan telah dimulai sejak 2025 dan ditangani oleh tim jaksa yang memiliki spesialisasi dalam kejahatan keuangan.
Baca Juga: Mimpi Ouahbi dan Misi Bersejarah Maroko di Piala Dunia 2026
Di tengah mencuatnya isu tersebut, perwakilan AFA untuk Amerika Utara, Tomás Regalado, meminta publik tetap menghormati asas praduga tak bersalah. "Langkah investigasi tidak berarti seseorang telah terbukti bersalah," tegas Regalado dalam sebuah forum mengenai sepak bola, korupsi, dan penegakan hukum di Miami.
Kasus yang sedang ditangani otoritas Amerika Serikat ini juga berbeda dengan perkara hukum yang dihadapi Claudio Tapia di Argentina terkait dugaan pelanggaran pajak dan kontribusi jaminan sosial. Perkara tersebut masih berada di bawah kewenangan pengadilan Argentina dan tidak termasuk dalam penyelidikan yang dilakukan Departemen Kehakiman AS.
Bagi Argentina, kabar ini menjadi awan gelap yang datang di tengah perjuangan mereka mengejar kejayaan di Piala Dunia 2026. Saat para pemain berjuang mengharumkan nama bangsa di atas lapangan, federasi sepak bola mereka justru menghadapi sorotan tajam dari aparat penegak hukum di luar lapangan.
Menurut laporan investigasi harian La Nacion Argentina dikutip dari UPI, Kamis (9/7/2026), Departemen Kehakiman Amerika Serikat bersama Biro Investigasi Federal (FBI) telah memulai penyelidikan awal terhadap aliran dana AFA yang melewati sistem perbankan AS. Penyelidik berusaha menelusuri bagaimana organisasi yang dipimpin Claudio "Chiqui" Tapia itu menyalurkan lebih dari 300 juta dolar AS melalui sejumlah bank di Amerika Serikat.
Mereka juga mengkaji apakah terdapat dugaan pelanggaran hukum, termasuk pencucian uang atau penipuan perbankan. Meski demikian, hingga saat ini belum ada dakwaan pidana yang diajukan terhadap AFA maupun para petingginya.
Baca Juga: Azzedine Ounahi, Dari Jalanan Casablanca Sampai Diingat Dunia
Laporan tersebut menyebut jaksa federal dan agen FBI yang berbasis di Washington serta Miami telah mulai mewawancarai sejumlah pihak yang mengetahui aktivitas bisnis internasional AFA. Penyelidikan berpusat pada TourProdEnter LLC, perusahaan milik produser Javier Faroni dan Erica Gillette yang selama beberapa tahun terakhir menangani kontrak komersial internasional AFA bersama para sponsor.
Menurut La Nacion, perusahaan itu mengelola sedikitnya USD260 juta pendapatan AFA melalui rekening di beberapa bank besar Amerika Serikat, termasuk Citibank, Bank of America, JPMorgan, Synovus, dan PNC Bank. Selain itu, sekitar USD57 juta juga dilaporkan mengalir ke berbagai perusahaan lain yang kini masih dalam proses penelusuran.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan, termasuk pengusaha Guillermo Tofoni yang selama ini dikenal memiliki perselisihan panjang dengan kepemimpinan AFA. Departemen Kehakiman AS juga disebut mempertimbangkan memanggil sejumlah mantan pejabat pemerintahan Presiden Javier Milei karena dinilai memiliki informasi terkait aktivitas keuangan organisasi tersebut. Menurut sumber yang dikutip media setempat, penyelidikan telah dimulai sejak 2025 dan ditangani oleh tim jaksa yang memiliki spesialisasi dalam kejahatan keuangan.
Baca Juga: Mimpi Ouahbi dan Misi Bersejarah Maroko di Piala Dunia 2026
Di tengah mencuatnya isu tersebut, perwakilan AFA untuk Amerika Utara, Tomás Regalado, meminta publik tetap menghormati asas praduga tak bersalah. "Langkah investigasi tidak berarti seseorang telah terbukti bersalah," tegas Regalado dalam sebuah forum mengenai sepak bola, korupsi, dan penegakan hukum di Miami.
Kasus yang sedang ditangani otoritas Amerika Serikat ini juga berbeda dengan perkara hukum yang dihadapi Claudio Tapia di Argentina terkait dugaan pelanggaran pajak dan kontribusi jaminan sosial. Perkara tersebut masih berada di bawah kewenangan pengadilan Argentina dan tidak termasuk dalam penyelidikan yang dilakukan Departemen Kehakiman AS.
Bagi Argentina, kabar ini menjadi awan gelap yang datang di tengah perjuangan mereka mengejar kejayaan di Piala Dunia 2026. Saat para pemain berjuang mengharumkan nama bangsa di atas lapangan, federasi sepak bola mereka justru menghadapi sorotan tajam dari aparat penegak hukum di luar lapangan.
(yov)
Lihat Juga :