Alam Bisa Singkirkan Inggris dari Piala Dunia 2026
Kamis, 09 Juli 2026 - 15:05 WIB
loading...
Timnas Inggris tak hanya bersiap menghadapi perlawanan sengit Norwegia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 / Foto: Ilustrasi AI
A
A
A
Timnas Inggris tak hanya bersiap menghadapi perlawanan sengit Norwegia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 . Three Lions juga terancam menghadapi lawan lain yang tak kalah berbahaya, yakni cuaca ekstrem.
Laga yang dijadwalkan berlangsung di Miami akhir pekan ini, diperkirakan digelar dalam kondisi yang sangat berat. Mengutip laporan Mirror, Kamis (9/7/2026), prakiraan cuaca menunjukkan suhu udara akan mencapai 34 derajat Celsius.
Namun, akibat tingkat kelembapan yang sangat tinggi, suhu yang dirasakan pemain di lapangan diperkirakan bisa menyentuh 43 derajat Celsius. Tak hanya panas menyengat, badai petir juga diperkirakan melanda kawasan stadion, bahkan menjelang hingga selama pertandingan berlangsung.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Hadirkan Konser Impian: Justin Bieber, BTS, dan Madonna Satu Panggung
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa laga Inggris melawan Norwegia bisa mengalami penundaan seperti yang sudah terjadi pada babak 16 besar. Sebelumnya, pertandingan Inggris melawan Meksiko terpaksa ditunda selama satu jam setelah petir terdeteksi di sekitar stadion.
Kini, skenario serupa kembali membayangi perjalanan skuad asuhan Thomas Tuchel. Sesuai protokol FIFA, pertandingan harus ditunda setidaknya 30 menit apabila terdeteksi sambaran petir dalam radius sekitar delapan mil dari stadion. Selama Piala Dunia berlangsung, FIFA mengikuti pedoman keselamatan yang ditetapkan otoritas Amerika Serikat, termasuk rekomendasi dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Dalam kondisi tersebut, seluruh pemain diwajibkan meninggalkan lapangan, sementara para penonton diminta segera mencari perlindungan di area tertutup hingga situasi benar-benar dinyatakan aman. Selain ancaman petir, FIFA juga terus memantau tingkat panas menggunakan indikator Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT). Pengukuran dilakukan 90 menit dan satu jam sebelum kick-off untuk menentukan apakah pertandingan memerlukan cooling break atau jeda pendinginan.
Baca Juga: Mesin Gol Maroko Cedera, Singa Atlas Kehilangan Taring?
Regulasi Piala Dunia menyebutkan bahwa kondisi cuaca ekstrem memungkinkan wasit menghentikan sementara pertandingan demi menjaga keselamatan para pemain. Bagi Inggris, situasi seperti ini bukan pengalaman baru.
Sebelum menghadapi Meksiko, mereka sempat tertahan di stadion selama satu jam akibat peringatan cuaca buruk. Bahkan, saat menjalani laga uji coba terakhir melawan Kosta Rika di Florida sebelum turnamen dimulai, kick-off juga harus diundur karena hujan deras dan badai petir.
Meski demikian, pelatih Thomas Tuchel menegaskan bahwa faktor cuaca tidak boleh menjadi alasan bagi timnya untuk kehilangan fokus. "Ini memberi kami gambaran tentang apa yang mungkin terjadi selama turnamen. Kami sudah mengetahui risikonya, dan sekarang kami benar-benar mengalaminya," ujar Tuchel.
Ia memastikan seluruh pemain telah dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan. "Tidak ada masalah sama sekali. Kami sudah mengetahui situasinya sejak masih di hotel. Kami hanya menyesuaikan jadwal keberangkatan dan tetap fokus pada pertandingan. Kami tidak boleh kehilangan semangat ataupun kesabaran," tegas pelatih asal Jerman tersebut.
Kini, sebelum bertarung memperebutkan tiket semifinal, Inggris harus terlebih dahulu berharap cuaca bersahabat. Sebab di Piala Dunia 2026, bukan hanya lawan di atas lapangan yang bisa menentukan hasil pertandingan, tetapi juga alam yang sewaktu-waktu dapat mengubah jalannya kompetisi.
Laga yang dijadwalkan berlangsung di Miami akhir pekan ini, diperkirakan digelar dalam kondisi yang sangat berat. Mengutip laporan Mirror, Kamis (9/7/2026), prakiraan cuaca menunjukkan suhu udara akan mencapai 34 derajat Celsius.
Namun, akibat tingkat kelembapan yang sangat tinggi, suhu yang dirasakan pemain di lapangan diperkirakan bisa menyentuh 43 derajat Celsius. Tak hanya panas menyengat, badai petir juga diperkirakan melanda kawasan stadion, bahkan menjelang hingga selama pertandingan berlangsung.
Baca Juga: Final Piala Dunia 2026 Hadirkan Konser Impian: Justin Bieber, BTS, dan Madonna Satu Panggung
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa laga Inggris melawan Norwegia bisa mengalami penundaan seperti yang sudah terjadi pada babak 16 besar. Sebelumnya, pertandingan Inggris melawan Meksiko terpaksa ditunda selama satu jam setelah petir terdeteksi di sekitar stadion.
Kini, skenario serupa kembali membayangi perjalanan skuad asuhan Thomas Tuchel. Sesuai protokol FIFA, pertandingan harus ditunda setidaknya 30 menit apabila terdeteksi sambaran petir dalam radius sekitar delapan mil dari stadion. Selama Piala Dunia berlangsung, FIFA mengikuti pedoman keselamatan yang ditetapkan otoritas Amerika Serikat, termasuk rekomendasi dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Dalam kondisi tersebut, seluruh pemain diwajibkan meninggalkan lapangan, sementara para penonton diminta segera mencari perlindungan di area tertutup hingga situasi benar-benar dinyatakan aman. Selain ancaman petir, FIFA juga terus memantau tingkat panas menggunakan indikator Wet-Bulb Globe Temperature (WBGT). Pengukuran dilakukan 90 menit dan satu jam sebelum kick-off untuk menentukan apakah pertandingan memerlukan cooling break atau jeda pendinginan.
Baca Juga: Mesin Gol Maroko Cedera, Singa Atlas Kehilangan Taring?
Regulasi Piala Dunia menyebutkan bahwa kondisi cuaca ekstrem memungkinkan wasit menghentikan sementara pertandingan demi menjaga keselamatan para pemain. Bagi Inggris, situasi seperti ini bukan pengalaman baru.
Sebelum menghadapi Meksiko, mereka sempat tertahan di stadion selama satu jam akibat peringatan cuaca buruk. Bahkan, saat menjalani laga uji coba terakhir melawan Kosta Rika di Florida sebelum turnamen dimulai, kick-off juga harus diundur karena hujan deras dan badai petir.
Meski demikian, pelatih Thomas Tuchel menegaskan bahwa faktor cuaca tidak boleh menjadi alasan bagi timnya untuk kehilangan fokus. "Ini memberi kami gambaran tentang apa yang mungkin terjadi selama turnamen. Kami sudah mengetahui risikonya, dan sekarang kami benar-benar mengalaminya," ujar Tuchel.
Ia memastikan seluruh pemain telah dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan. "Tidak ada masalah sama sekali. Kami sudah mengetahui situasinya sejak masih di hotel. Kami hanya menyesuaikan jadwal keberangkatan dan tetap fokus pada pertandingan. Kami tidak boleh kehilangan semangat ataupun kesabaran," tegas pelatih asal Jerman tersebut.
Kini, sebelum bertarung memperebutkan tiket semifinal, Inggris harus terlebih dahulu berharap cuaca bersahabat. Sebab di Piala Dunia 2026, bukan hanya lawan di atas lapangan yang bisa menentukan hasil pertandingan, tetapi juga alam yang sewaktu-waktu dapat mengubah jalannya kompetisi.
(yov)
Lihat Juga :