FIFA Jawab Tuduhan Main Gila di Piala Dunia 2026: Integritas Wasit Tak Boleh Diragukan!
Kamis, 09 Juli 2026 - 15:52 WIB
loading...
FIFA Jawab Tuduhan Main Gila di Piala Dunia 2026: Integritas Wasit Tak Boleh Diragukan!
A
A
A
ATLANTA - FIFA akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai sejumlah keputusan kontroversial dalam laga Argentina kontra Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 . Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan tuduhan bahwa pertandingan tersebut telah diatur untuk menguntungkan Argentina tidak memiliki dasar.
Kontroversi mencuat setelah Argentina membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Mesir di Stadion Atlanta. Mesir sempat unggul 2-0 melalui Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko, tetapi Argentina membalas lewat Cristian Romero pada menit ke-79, Lionel Messi menit ke-83, serta Enzo Fernandez pada menit ke-92. Kubu Mesir kemudian memprotes gol Ziko yang dianulir VAR dan insiden Mohamed Salah yang terjatuh di kotak penalti sebelum lahirnya gol kemenangan Argentina.
Pelatih Mesir Hossam Hassan sebelumnya menuding FIFA ingin menjaga Argentina dan Messi tetap bertahan di turnamen demi kepentingan pemasaran. Sementara itu, Ziko juga menyebut pertandingan tersebut terasa seperti sudah diatur. Menanggapi tudingan tersebut, Collina menekankan bahwa integritas perangkat pertandingan tidak boleh diragukan tanpa bukti yang jelas.
“Diskusi konstruktif mengenai keputusan wasit akan selalu menjadi bagian dari sepak bola. Namun, tuduhan tanpa dasar tidak memiliki tempat dalam olahraga ini. Tidak seorang pun boleh mempertanyakan integritas wasit pertandingan Piala Dunia FIFA.”
![FIFA Jawab Tuduhan Main Gila di Piala Dunia 2026: Integritas Wasit Tak Boleh Diragukan!]()
Collina juga menegaskan bahwa departemen perwasitan FIFA bekerja secara independen. Menurutnya, keputusan wasit tidak dapat dipengaruhi pihak mana pun, termasuk Presiden FIFA Gianni Infantino. Ia menyebut para pengadil lapangan mengambil keputusan secara jujur, sama seperti pemain dan pelatih yang berusaha memberikan penampilan terbaik.
FIFA kemudian menjelaskan alasan gol kedua Mesir yang dicetak Ziko pada menit ke-58 dianulir. Dalam proses serangan, VAR menemukan Marwan Attia menginjak kaki Lisandro Martinez sebelum bola mengarah ke area Argentina. Meski pelanggaran itu terjadi jauh dari gawang, Collina menyatakan VAR tetap berhak merekomendasikan peninjauan ulang apabila pelanggaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian serangan sebelum gol tercipta.
“Setelah setiap gol, VAR memeriksa fase penguasaan bola dalam serangan. Tidak ada batas pasti mengenai jarak maupun waktu antara sebuah pelanggaran dan gol. Jika terdapat pelanggaran yang berdampak pada proses terciptanya gol, VAR dapat merekomendasikan pemeriksaan di lapangan.”
Menurut Collina, menginjak kaki lawan merupakan pelanggaran sehingga keputusan membatalkan gol Ziko dinilai tepat. FIFA juga menyatakan wasit François Letexier dan VAR telah memeriksa insiden antara Mohamed Salah dengan Julian Alvarez pada menit-menit akhir pertandingan.
Dalam penjelasan FIFA, Alvarez disebut lebih dulu menyentuh bola sebelum terjadi kontak normal dalam duel dengan Salah. Karena tidak ditemukan pelanggaran, wasit tidak memberikan penalti kepada Mesir dan VAR tidak merekomendasikan pemeriksaan tambahan. Setelah insiden itu, Argentina melancarkan serangan balik yang berujung pada gol kemenangan Enzo Fernandez.
Collina mengakui keputusan wasit dalam sepak bola tetap memiliki unsur subjektivitas. Namun, ia menilai penerapan prinsip VAR sepanjang Piala Dunia 2026 telah berjalan sesuai aturan. Argentina kini akan menghadapi Swiss pada perempat final, sedangkan Mesir harus mengakhiri perjalanan mereka setelah gagal mempertahankan keunggulan dua gol.
Kontroversi mencuat setelah Argentina membalikkan keadaan dan menang 3-2 atas Mesir di Stadion Atlanta. Mesir sempat unggul 2-0 melalui Yasser Ibrahim dan Mostafa Ziko, tetapi Argentina membalas lewat Cristian Romero pada menit ke-79, Lionel Messi menit ke-83, serta Enzo Fernandez pada menit ke-92. Kubu Mesir kemudian memprotes gol Ziko yang dianulir VAR dan insiden Mohamed Salah yang terjatuh di kotak penalti sebelum lahirnya gol kemenangan Argentina.
Pelatih Mesir Hossam Hassan sebelumnya menuding FIFA ingin menjaga Argentina dan Messi tetap bertahan di turnamen demi kepentingan pemasaran. Sementara itu, Ziko juga menyebut pertandingan tersebut terasa seperti sudah diatur. Menanggapi tudingan tersebut, Collina menekankan bahwa integritas perangkat pertandingan tidak boleh diragukan tanpa bukti yang jelas.
“Diskusi konstruktif mengenai keputusan wasit akan selalu menjadi bagian dari sepak bola. Namun, tuduhan tanpa dasar tidak memiliki tempat dalam olahraga ini. Tidak seorang pun boleh mempertanyakan integritas wasit pertandingan Piala Dunia FIFA.”

Collina juga menegaskan bahwa departemen perwasitan FIFA bekerja secara independen. Menurutnya, keputusan wasit tidak dapat dipengaruhi pihak mana pun, termasuk Presiden FIFA Gianni Infantino. Ia menyebut para pengadil lapangan mengambil keputusan secara jujur, sama seperti pemain dan pelatih yang berusaha memberikan penampilan terbaik.
FIFA kemudian menjelaskan alasan gol kedua Mesir yang dicetak Ziko pada menit ke-58 dianulir. Dalam proses serangan, VAR menemukan Marwan Attia menginjak kaki Lisandro Martinez sebelum bola mengarah ke area Argentina. Meski pelanggaran itu terjadi jauh dari gawang, Collina menyatakan VAR tetap berhak merekomendasikan peninjauan ulang apabila pelanggaran tersebut menjadi bagian dari rangkaian serangan sebelum gol tercipta.
“Setelah setiap gol, VAR memeriksa fase penguasaan bola dalam serangan. Tidak ada batas pasti mengenai jarak maupun waktu antara sebuah pelanggaran dan gol. Jika terdapat pelanggaran yang berdampak pada proses terciptanya gol, VAR dapat merekomendasikan pemeriksaan di lapangan.”
Menurut Collina, menginjak kaki lawan merupakan pelanggaran sehingga keputusan membatalkan gol Ziko dinilai tepat. FIFA juga menyatakan wasit François Letexier dan VAR telah memeriksa insiden antara Mohamed Salah dengan Julian Alvarez pada menit-menit akhir pertandingan.
Dalam penjelasan FIFA, Alvarez disebut lebih dulu menyentuh bola sebelum terjadi kontak normal dalam duel dengan Salah. Karena tidak ditemukan pelanggaran, wasit tidak memberikan penalti kepada Mesir dan VAR tidak merekomendasikan pemeriksaan tambahan. Setelah insiden itu, Argentina melancarkan serangan balik yang berujung pada gol kemenangan Enzo Fernandez.
Collina mengakui keputusan wasit dalam sepak bola tetap memiliki unsur subjektivitas. Namun, ia menilai penerapan prinsip VAR sepanjang Piala Dunia 2026 telah berjalan sesuai aturan. Argentina kini akan menghadapi Swiss pada perempat final, sedangkan Mesir harus mengakhiri perjalanan mereka setelah gagal mempertahankan keunggulan dua gol.
(sto)
Lihat Juga :