FIFA Larang Wasit Inggris Pimpin Argentina, Kenapa?
Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:08 WIB
loading...
Salah satu aturan yang kembali menjadi sorotan adalah larangan bagi wasit asal Inggris untuk memimpin pertandingan yang melibatkan Timnas Argentina, termasuk laga-laga Lionel Messi di Piala Dunia 2026 / Foto: Ilustrasi AI
A
A
A
Piala Dunia 2026 bukan hanya tentang persaingan di atas lapangan. Di balik setiap pertandingan, FIFA juga menerapkan sejumlah aturan yang mempertimbangkan faktor sejarah dan politik agar kompetisi tetap berjalan netral.
Salah satu aturan yang kembali menjadi sorotan adalah larangan bagi wasit asal Inggris untuk memimpin pertandingan yang melibatkan Timnas Argentina, termasuk laga-laga Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Aturan tersebut bukan muncul karena alasan sepak bola, melainkan berakar dari hubungan politik yang telah lama memanas antara Argentina dan Inggris. Ketegangan itu bermula dari Perang Falkland pada 1982, konflik bersenjata yang hingga kini masih menjadi salah satu isu paling sensitif bagi masyarakat Argentina.
Baca Juga: Profil Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Meski perang telah berakhir puluhan tahun lalu, sengketa atas Kepulauan Falkland, yang oleh Argentina disebut Islas Malvinas, masih belum terselesaikan. Inggris tetap menguasai wilayah tersebut, sementara Argentina terus mengklaim kedaulatannya.
Latar belakang itulah yang membuat FIFA menghindari penunjukan wasit asal Inggris untuk memimpin pertandingan Argentina demi mencegah munculnya persepsi konflik kepentingan atau keberpihakan. Nuansa politik itu juga terlihat di tribun penonton sepanjang Piala Dunia 2026.
Suporter Argentina kerap menyanyikan lagu yang menggabungkan nama legenda Diego Maradona, Lionel Messi, serta Kepulauan Falkland sebagai simbol kebanggaan nasional dan harapan mempertahankan gelar juara dunia.
Baca Juga: Argentina vs Swiss: La Albiceleste Dibayangi Tembok Kokoh La Nati
Bagi banyak warga Argentina, sepak bola telah menjadi bagian dari identitas nasional yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah negara mereka. Karena itu, meski FIFA berupaya menjaga turnamen tetap netral, realitas menunjukkan bahwa sejarah dan politik masih memiliki pengaruh terhadap penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Salah satu aturan yang kembali menjadi sorotan adalah larangan bagi wasit asal Inggris untuk memimpin pertandingan yang melibatkan Timnas Argentina, termasuk laga-laga Lionel Messi di Piala Dunia 2026.
Aturan tersebut bukan muncul karena alasan sepak bola, melainkan berakar dari hubungan politik yang telah lama memanas antara Argentina dan Inggris. Ketegangan itu bermula dari Perang Falkland pada 1982, konflik bersenjata yang hingga kini masih menjadi salah satu isu paling sensitif bagi masyarakat Argentina.
Baca Juga: Profil Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Meski perang telah berakhir puluhan tahun lalu, sengketa atas Kepulauan Falkland, yang oleh Argentina disebut Islas Malvinas, masih belum terselesaikan. Inggris tetap menguasai wilayah tersebut, sementara Argentina terus mengklaim kedaulatannya.
Latar belakang itulah yang membuat FIFA menghindari penunjukan wasit asal Inggris untuk memimpin pertandingan Argentina demi mencegah munculnya persepsi konflik kepentingan atau keberpihakan. Nuansa politik itu juga terlihat di tribun penonton sepanjang Piala Dunia 2026.
Suporter Argentina kerap menyanyikan lagu yang menggabungkan nama legenda Diego Maradona, Lionel Messi, serta Kepulauan Falkland sebagai simbol kebanggaan nasional dan harapan mempertahankan gelar juara dunia.
Baca Juga: Argentina vs Swiss: La Albiceleste Dibayangi Tembok Kokoh La Nati
Bagi banyak warga Argentina, sepak bola telah menjadi bagian dari identitas nasional yang tidak bisa dipisahkan dari sejarah negara mereka. Karena itu, meski FIFA berupaya menjaga turnamen tetap netral, realitas menunjukkan bahwa sejarah dan politik masih memiliki pengaruh terhadap penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.
(yov)
Lihat Juga :