Tak Oper ke Haaland yang Berdiri Bebas, Sorloth Dituding Jadi Penyebab Norwegia Kalah
Minggu, 12 Juli 2026 - 09:36 WIB
loading...
Tak Oper ke Haaland yang Berdiri Bebas, Sorloth Dituding Jadi Penyebab Norwegia Kalah
A
A
A
Kekalahan Norwegia dari Inggris di perempat final Piala Dunia 2026 tak hanya mengakhiri perjalanan Erling Haaland dan kolega , tetapi juga memicu gelombang kritik terhadap penyerang Alexander Sorloth. Striker berusia 30 tahun itu menjadi sasaran kemarahan suporter setelah dinilai menyia-nyiakan peluang emas yang bisa mengubah jalannya pertandingan.
Norwegia akhirnya tersingkir usai kalah 1-2 dari Inggris melalui babak tambahan waktu di Stadion Miami, Minggu (12/7/2026) WIB. Jude Bellingham menjadi pahlawan The Three Lions lewat dua gol, sementara gol tunggal Norwegia dicetak Andreas Schjelderup.
Sorotan terhadap Sorloth bermula ketika Norwegia mendapat peluang serangan balik dalam situasi dua lawan satu menghadapi lini belakang Inggris. Saat itu, Erling Haaland berada dalam posisi bebas dan berpeluang berhadapan langsung dengan kiper Jordan Pickford.
Namun, alih-alih mengoper bola kepada Haaland, Sorloth memilih menyelesaikan peluang tersebut sendiri. Keputusan itu justru memberi waktu bagi bek Inggris untuk kembali menutup ruang tembak, sehingga upayanya berhasil diblok sebelum mengarah ke gawang.
Momen tersebut kemudian viral di media sosial. Banyak pendukung Norwegia meluapkan kekecewaan mereka melalui akun Instagram milik Sorloth. Sejumlah komentar menuding sang penyerang bermain egois karena tidak memberikan umpan kepada Haaland yang berada dalam posisi lebih menguntungkan.
Beberapa komentar bernada keras bahkan menyebut keputusan Sorloth menjadi salah satu penyebab Norwegia gagal mempertahankan keunggulan. "Kamu seharusnya mengoper bola. Sekarang skor menjadi 1-1 karena egomu," tulis salah satu pengguna media sosial. Komentar lain berbunyi, "Oper saja ke Haaland," hingga sindiran, "Jangan oper ke siapa pun, bawa saja bolanya pulang."
Peluang yang terbuang itu dianggap menjadi titik balik pertandingan. Inggris kemudian mampu menyamakan kedudukan menjelang turun minum sebelum Bellingham memastikan kemenangan pada babak extra time. Seusai laga, FIFA juga sempat memberikan klarifikasi terkait momen gol penyeimbang Inggris yang sebelumnya memunculkan perdebatan mengenai dugaan bola sempat mengenai kabel spidercam.
Selain insiden tersebut, performa Sorloth sepanjang Piala Dunia 2026 juga menjadi sorotan. Penyerang yang di level klub dikenal mengandalkan kekuatan fisik dan penyelesaian akhir itu gagal menunjukkan ketajamannya bersama Timnas Norwegia.
Dalam lima penampilan di Piala Dunia 2026, Sorloth selalu menjadi starter dan bermain selama total 341 menit. Namun, ia gagal mencetak gol maupun assist. Dari tiga tembakan yang dilepaskan sepanjang turnamen, hanya satu yang tepat sasaran. Meski memiliki akurasi umpan mencapai 81,3 persen, kontribusi ofensifnya dinilai belum mampu membantu Norwegia melangkah lebih jauh.
Tersingkirnya Norwegia di perempat final sekaligus mengakhiri impian Erling Haaland dan rekan-rekannya untuk mencatat sejarah di Piala Dunia 2026. Sementara itu, keputusan Sorloth pada momen krusial kontra Inggris diperkirakan masih akan menjadi bahan perdebatan di kalangan pendukung Norwegia dalam waktu yang cukup lama.
Norwegia akhirnya tersingkir usai kalah 1-2 dari Inggris melalui babak tambahan waktu di Stadion Miami, Minggu (12/7/2026) WIB. Jude Bellingham menjadi pahlawan The Three Lions lewat dua gol, sementara gol tunggal Norwegia dicetak Andreas Schjelderup.
Sorotan terhadap Sorloth bermula ketika Norwegia mendapat peluang serangan balik dalam situasi dua lawan satu menghadapi lini belakang Inggris. Saat itu, Erling Haaland berada dalam posisi bebas dan berpeluang berhadapan langsung dengan kiper Jordan Pickford.
2 v 1 with fcvking Erling Haaland by your side and you chose to feed your ego
— Jan (@FutbolJan10) July 11, 2026
shame on you Sorloth pic.twitter.com/ckmCiZ255L https://t.co/FMAY3GON9u
Namun, alih-alih mengoper bola kepada Haaland, Sorloth memilih menyelesaikan peluang tersebut sendiri. Keputusan itu justru memberi waktu bagi bek Inggris untuk kembali menutup ruang tembak, sehingga upayanya berhasil diblok sebelum mengarah ke gawang.
Momen tersebut kemudian viral di media sosial. Banyak pendukung Norwegia meluapkan kekecewaan mereka melalui akun Instagram milik Sorloth. Sejumlah komentar menuding sang penyerang bermain egois karena tidak memberikan umpan kepada Haaland yang berada dalam posisi lebih menguntungkan.
Beberapa komentar bernada keras bahkan menyebut keputusan Sorloth menjadi salah satu penyebab Norwegia gagal mempertahankan keunggulan. "Kamu seharusnya mengoper bola. Sekarang skor menjadi 1-1 karena egomu," tulis salah satu pengguna media sosial. Komentar lain berbunyi, "Oper saja ke Haaland," hingga sindiran, "Jangan oper ke siapa pun, bawa saja bolanya pulang."
Peluang yang terbuang itu dianggap menjadi titik balik pertandingan. Inggris kemudian mampu menyamakan kedudukan menjelang turun minum sebelum Bellingham memastikan kemenangan pada babak extra time. Seusai laga, FIFA juga sempat memberikan klarifikasi terkait momen gol penyeimbang Inggris yang sebelumnya memunculkan perdebatan mengenai dugaan bola sempat mengenai kabel spidercam.
Selain insiden tersebut, performa Sorloth sepanjang Piala Dunia 2026 juga menjadi sorotan. Penyerang yang di level klub dikenal mengandalkan kekuatan fisik dan penyelesaian akhir itu gagal menunjukkan ketajamannya bersama Timnas Norwegia.
Dalam lima penampilan di Piala Dunia 2026, Sorloth selalu menjadi starter dan bermain selama total 341 menit. Namun, ia gagal mencetak gol maupun assist. Dari tiga tembakan yang dilepaskan sepanjang turnamen, hanya satu yang tepat sasaran. Meski memiliki akurasi umpan mencapai 81,3 persen, kontribusi ofensifnya dinilai belum mampu membantu Norwegia melangkah lebih jauh.
Tersingkirnya Norwegia di perempat final sekaligus mengakhiri impian Erling Haaland dan rekan-rekannya untuk mencatat sejarah di Piala Dunia 2026. Sementara itu, keputusan Sorloth pada momen krusial kontra Inggris diperkirakan masih akan menjadi bahan perdebatan di kalangan pendukung Norwegia dalam waktu yang cukup lama.
(sto)
Lihat Juga :