Wacana FIFA Ubah Piala Dunia Jadi 64 Tim Bikin Heboh
Senin, 13 Juli 2026 - 15:29 WIB
loading...
Rencana memperluas Piala Dunia menjadi 64 peserta kembali mengemuka. Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa gagasan tersebut akan dievaluasi setelah berakhirnya Piala Dunia 2026 / Foto: Ilustrasi AI
A
A
A
Rencana memperluas Piala Dunia menjadi 64 peserta kembali mengemuka. Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan bahwa gagasan tersebut akan dievaluasi setelah berakhirnya Piala Dunia 2026 . Menurutnya, turnamen terbesar sepak bola dunia harus menjadi panggung bagi seluruh negara, bukan hanya kekuatan tradisional dari Eropa dan Amerika Selatan.
Infantino menilai keberhasilan format baru Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim menjadi alasan kuat bagi FIFA untuk mulai mengkaji kemungkinan ekspansi lebih lanjut. "Ini semua adalah masalah yang akan kita periksa setelah Piala Dunia. Saat menyelenggarakan Piala Dunia, penting untuk menyelenggarakannya untuk seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan, tetapi benar-benar untuk seluruh dunia," ujar Infantino dikutip dari BBC Sport, Senin (13/7/2026).
Menurut Infantino, semakin banyak negara yang mendapat kesempatan tampil di Piala Dunia akan mendorong perkembangan sepak bola secara global. Ia menilai negara-negara kecil membutuhkan target nyata agar terus meningkatkan kualitas tim nasional mereka.
Baca Juga: Perjalanan Inggris dan Argentina: 13 vs 17 Gol, Siapa yang Menang?
"Kualitas tim di seluruh dunia terus meningkat. Jika negara-negara kecil tidak diberi kesempatan tampil di Piala Dunia, mereka akan kehilangan motivasi untuk terus berkembang," katanya.
Infantino juga mencontohkan keberhasilan format 48 tim pada Piala Dunia 2026. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya prestasi wakil Afrika. "Dulu hanya lima tim Afrika yang bisa tampil di Piala Dunia. Kini sembilan dari sepuluh wakil Afrika berhasil lolos ke babak gugur. Itu menunjukkan betapa pentingnya memberi kesempatan yang lebih luas," jelasnya.
FIFA sebenarnya telah menyetujui penambahan peserta dari 32 menjadi 48 tim pada 2017, dengan format tersebut mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026. Namun, wacana memperbesar turnamen kembali muncul setelah Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) secara resmi mengusulkan agar Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim.
Baca Juga: Bellingham vs Messi: Pertarungan Dua Maestro Nomor 10
Hingga kini, Dewan FIFA belum mengambil keputusan atas proposal tersebut. Piala Dunia 2030 sendiri akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan tiga laga pembuka dimainkan di Argentina, Uruguay, dan Paraguay sebagai bagian dari perayaan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.
Pandangan serupa disampaikan Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, yang memperingatkan bahwa penambahan peserta berlebihan hanya akan menciptakan "kekacauan". Sementara itu, Presiden CONCACAF Victor Montagliani menilai usulan tersebut "tidak terasa tepat" dan berpotensi mengganggu ekosistem sepak bola secara keseluruhan.
Selain menuai pro dan kontra, ekspansi menuju 64 tim juga menghadirkan tantangan logistik yang sangat besar. Piala Dunia 2026 sudah melibatkan tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Edisi 2030 bahkan akan berlangsung di enam negara sekaligus.
Baca Juga: Perjalanan Prancis dan Spanyol: Siapa Layak ke Final Piala Dunia 2026?
Apabila jumlah peserta bertambah menjadi 64 tim, total pertandingan diperkirakan meningkat menjadi 128 laga. Hal itu akan membuat penyelenggaraan menjadi jauh lebih kompleks, termasuk bagi Arab Saudi yang dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.
Potensi Keuntungan bagi FIFA
Di balik berbagai tantangan tersebut, format 64 tim juga menawarkan keuntungan besar bagi FIFA. Dengan 64 peserta, hampir sepertiga dari 211 asosiasi anggota FIFA akan memiliki kesempatan tampil di putaran final Piala Dunia.
Selain memperluas representasi global, jumlah pertandingan yang lebih banyak juga diperkirakan akan meningkatkan pendapatan komersial turnamen. Meski demikian, FIFA menegaskan belum ada keputusan final. Dewan FIFA akan membahas seluruh masukan dari para pemangku kepentingan sebelum menentukan apakah Piala Dunia akan kembali diperluas setelah format 48 tim yang mulai diterapkan pada edisi 2026.
Infantino menilai keberhasilan format baru Piala Dunia 2026 yang diikuti 48 tim menjadi alasan kuat bagi FIFA untuk mulai mengkaji kemungkinan ekspansi lebih lanjut. "Ini semua adalah masalah yang akan kita periksa setelah Piala Dunia. Saat menyelenggarakan Piala Dunia, penting untuk menyelenggarakannya untuk seluruh dunia, bukan hanya Eropa dan Amerika Selatan, tetapi benar-benar untuk seluruh dunia," ujar Infantino dikutip dari BBC Sport, Senin (13/7/2026).
Menurut Infantino, semakin banyak negara yang mendapat kesempatan tampil di Piala Dunia akan mendorong perkembangan sepak bola secara global. Ia menilai negara-negara kecil membutuhkan target nyata agar terus meningkatkan kualitas tim nasional mereka.
Baca Juga: Perjalanan Inggris dan Argentina: 13 vs 17 Gol, Siapa yang Menang?
"Kualitas tim di seluruh dunia terus meningkat. Jika negara-negara kecil tidak diberi kesempatan tampil di Piala Dunia, mereka akan kehilangan motivasi untuk terus berkembang," katanya.
Infantino juga mencontohkan keberhasilan format 48 tim pada Piala Dunia 2026. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya prestasi wakil Afrika. "Dulu hanya lima tim Afrika yang bisa tampil di Piala Dunia. Kini sembilan dari sepuluh wakil Afrika berhasil lolos ke babak gugur. Itu menunjukkan betapa pentingnya memberi kesempatan yang lebih luas," jelasnya.
FIFA sebenarnya telah menyetujui penambahan peserta dari 32 menjadi 48 tim pada 2017, dengan format tersebut mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026. Namun, wacana memperbesar turnamen kembali muncul setelah Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) secara resmi mengusulkan agar Piala Dunia 2030 diikuti 64 tim.
Baca Juga: Bellingham vs Messi: Pertarungan Dua Maestro Nomor 10
Hingga kini, Dewan FIFA belum mengambil keputusan atas proposal tersebut. Piala Dunia 2030 sendiri akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan tiga laga pembuka dimainkan di Argentina, Uruguay, dan Paraguay sebagai bagian dari perayaan 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia.
Banyak Penolakan dari Federasi Besar
Meski mendapat dukungan dari sebagian pihak, usulan 64 tim juga menuai kritik. Presiden UEFA Aleksander Ceferin menyebut gagasan tersebut sebagai "ide buruk" karena dinilai akan merusak kualitas turnamen sekaligus menyulitkan proses kualifikasi.Pandangan serupa disampaikan Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, yang memperingatkan bahwa penambahan peserta berlebihan hanya akan menciptakan "kekacauan". Sementara itu, Presiden CONCACAF Victor Montagliani menilai usulan tersebut "tidak terasa tepat" dan berpotensi mengganggu ekosistem sepak bola secara keseluruhan.
Selain menuai pro dan kontra, ekspansi menuju 64 tim juga menghadirkan tantangan logistik yang sangat besar. Piala Dunia 2026 sudah melibatkan tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Edisi 2030 bahkan akan berlangsung di enam negara sekaligus.
Baca Juga: Perjalanan Prancis dan Spanyol: Siapa Layak ke Final Piala Dunia 2026?
Apabila jumlah peserta bertambah menjadi 64 tim, total pertandingan diperkirakan meningkat menjadi 128 laga. Hal itu akan membuat penyelenggaraan menjadi jauh lebih kompleks, termasuk bagi Arab Saudi yang dijadwalkan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.
Potensi Keuntungan bagi FIFA
Di balik berbagai tantangan tersebut, format 64 tim juga menawarkan keuntungan besar bagi FIFA. Dengan 64 peserta, hampir sepertiga dari 211 asosiasi anggota FIFA akan memiliki kesempatan tampil di putaran final Piala Dunia.
Selain memperluas representasi global, jumlah pertandingan yang lebih banyak juga diperkirakan akan meningkatkan pendapatan komersial turnamen. Meski demikian, FIFA menegaskan belum ada keputusan final. Dewan FIFA akan membahas seluruh masukan dari para pemangku kepentingan sebelum menentukan apakah Piala Dunia akan kembali diperluas setelah format 48 tim yang mulai diterapkan pada edisi 2026.
(yov)
Lihat Juga :