Tak Oper ke Haaland, Sorloth dan Kekasihnya Diteror
Senin, 13 Juli 2026 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Head to Head Inggris vs Argentina di Piala Dunia: Rivalitas 60 Tahun Kembali Memanas
Ia mengakui sempat menunggu pergerakan Haaland agar ruang umpan terbuka, tetapi kesempatan tersebut tidak kunjung datang. "Satu-satunya yang saya inginkan saat itu adalah mengoper kepada Erling. Namun saya merasa jalur umpannya tidak ada, sehingga saya memutuskan langsung menembak," jelasnya.
Kekasih Sorloth, Lena Selnes, mengungkap bahwa dirinya menerima banyak komentar bernada kebencian, termasuk ancaman serius, melalui akun Instagram pribadinya. Ia membagikan tangkapan layar berisi sejumlah komentar kasar yang diterimanya dan mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
"Piala Dunia dan sepak bola memang menghadirkan banyak kebahagiaan, tetapi juga begitu banyak kebencian. Saya sebenarnya tidak ingin menanggapinya, tetapi komentar seperti ini membuat saya merasa perlu berbicara," tulis Selnes.
Ia berharap para pengguna media sosial dapat berpikir lebih matang sebelum melontarkan komentar yang dapat menyakiti orang lain. "Semoga semua orang bisa berpikir dua kali sebelum menulis komentar seperti itu, apa pun situasinya," imbuhnya.
Ia mengakui sempat menunggu pergerakan Haaland agar ruang umpan terbuka, tetapi kesempatan tersebut tidak kunjung datang. "Satu-satunya yang saya inginkan saat itu adalah mengoper kepada Erling. Namun saya merasa jalur umpannya tidak ada, sehingga saya memutuskan langsung menembak," jelasnya.
Pacar Sorloth Terima Ancaman
Meski Sorloth telah memberikan penjelasan, kritik dari warganet tak kunjung mereda. Bahkan, kemarahan sebagian suporter merembet ke kehidupan pribadinya.Kekasih Sorloth, Lena Selnes, mengungkap bahwa dirinya menerima banyak komentar bernada kebencian, termasuk ancaman serius, melalui akun Instagram pribadinya. Ia membagikan tangkapan layar berisi sejumlah komentar kasar yang diterimanya dan mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial.
"Piala Dunia dan sepak bola memang menghadirkan banyak kebahagiaan, tetapi juga begitu banyak kebencian. Saya sebenarnya tidak ingin menanggapinya, tetapi komentar seperti ini membuat saya merasa perlu berbicara," tulis Selnes.
Ia berharap para pengguna media sosial dapat berpikir lebih matang sebelum melontarkan komentar yang dapat menyakiti orang lain. "Semoga semua orang bisa berpikir dua kali sebelum menulis komentar seperti itu, apa pun situasinya," imbuhnya.
(yov)
Lihat Juga :