IAG 2026 Jadi Ajang Perekat Diaspora lewat Olahraga
Jum'at, 19 Juni 2026 - 21:36 WIB
loading...
Indonesian American Games (IAG) 2026, sebuah ajang olahraga dan budaya terbesar bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, dibuka, Jumat 19 Juni 2026 di Wintrust Sports Complex, Chicago, Amerika Serikat (AS) / Foto: Istimewa
A
A
A
Indonesian American Games (IAG) 2026, sebuah ajang olahraga dan budaya terbesar bagi diaspora Indonesia di Amerika Serikat, dibuka, Jumat 19 Juni 2026 di Wintrust Sports Complex, Chicago, Amerika Serikat (AS). Ada delapan cabang olahraga dipertandingkan di ajang ini, yaitu bola voli, bola basket, tenis, pickleball, bulu tangkis, mini soccer, dan catur.
Menariknya, di perhelatan ini para tamu juga disuguhkan sejumlah pertunjukan budaya Indonesia. Di antaranya, tari tradisional Nusantara, pencak silat, dan kompetisi Poco-Poco.
Inisiator IAG 2026, Davon Arjunaidi, mengatakan bahwa awalnya ajang ini lahir dari gagasan sederhana untuk menyatukan diaspora Indonesia melalui olahraga. Kini berkembang menjadi sebuah gerakan yang memperkuat identitas kebangsaan Indonesia di luar negeri.
"IAG bukan sekadar kompetisi olahraga. Ini adalah ruang silaturahmi yang menyatukan diaspora Indonesia dari berbagai latar belakang profesi, usia, dan daerah asal. Kami ingin membangun rasa bangga sebagai bangsa Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional melalui olahraga," kata Davon dalam keterangannya.
Sementara itu, Raja Sapta Oktohari, President of NOC Indonesia, memberikan apresiasi atas terselenggaranya IAG sebagai implementasi nyata nilai-nilai olimpiade yang menjunjung tinggi persahabatan, saling menghormati, dan keunggulan. Dia juga mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat Indonesia di AS yang telah mendukung acara ini.
"Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat Olimpiade dapat hidup di mana saja. Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat, mempererat persaudaraan, sekaligus membangun karakter generasi muda Indonesia di mana pun mereka berada," kata Raja.
Menurut Raja, kegiatan seperti IAG menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem olahraga Indonesia di tingkat global sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional melalui olahraga. Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk AS, Indroyono Soesilo, menegaskan bahwa IAG merupakan contoh nyata bahwa olahraga dan budaya dapat menjadi instrumen diplomasi yang memperkuat citra Indonesia di dunia internasional.
IAG menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia di luar negeri tetap memiliki semangat persatuan yang kuat. "Melalui olahraga dan kebudayaan, kita tidak hanya mempererat hubungan antarsesama diaspora, tetapi juga membangun persahabatan dengan masyarakat internasional serta memperkenalkan wajah Indonesia yang inklusif, damai, dan berprestasi," jelas Indroyono.
Hadirnya konsul jenderal dari Thailand, Filipina, AS, dan Arab Saudi di IAG memperlihatkan bahwa olahraga mampu melampaui batas geografis, budaya, dan bahasa sebagai media untuk membangun hubungan yang harmonis antarbangsa. Melalui IAG 2026 diaspora Indonesia tidak hanya berkompetisi memperebutkan prestasi, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Nusantara.
IAG diadakan di Chicago selama 19-21 Juni 2026 dengan mempertandingkan lebih dari delapan cabang olahraga dan diikuti oleh ratusan peserta dari 50 negara bagian di Amerika Serikat.
Menariknya, di perhelatan ini para tamu juga disuguhkan sejumlah pertunjukan budaya Indonesia. Di antaranya, tari tradisional Nusantara, pencak silat, dan kompetisi Poco-Poco.
Inisiator IAG 2026, Davon Arjunaidi, mengatakan bahwa awalnya ajang ini lahir dari gagasan sederhana untuk menyatukan diaspora Indonesia melalui olahraga. Kini berkembang menjadi sebuah gerakan yang memperkuat identitas kebangsaan Indonesia di luar negeri.
"IAG bukan sekadar kompetisi olahraga. Ini adalah ruang silaturahmi yang menyatukan diaspora Indonesia dari berbagai latar belakang profesi, usia, dan daerah asal. Kami ingin membangun rasa bangga sebagai bangsa Indonesia sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional melalui olahraga," kata Davon dalam keterangannya.
Sementara itu, Raja Sapta Oktohari, President of NOC Indonesia, memberikan apresiasi atas terselenggaranya IAG sebagai implementasi nyata nilai-nilai olimpiade yang menjunjung tinggi persahabatan, saling menghormati, dan keunggulan. Dia juga mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat Indonesia di AS yang telah mendukung acara ini.
"Kegiatan ini membuktikan bahwa semangat Olimpiade dapat hidup di mana saja. Olahraga memiliki kekuatan untuk menyatukan masyarakat, mempererat persaudaraan, sekaligus membangun karakter generasi muda Indonesia di mana pun mereka berada," kata Raja.
Menurut Raja, kegiatan seperti IAG menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem olahraga Indonesia di tingkat global sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional melalui olahraga. Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk AS, Indroyono Soesilo, menegaskan bahwa IAG merupakan contoh nyata bahwa olahraga dan budaya dapat menjadi instrumen diplomasi yang memperkuat citra Indonesia di dunia internasional.
IAG menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia di luar negeri tetap memiliki semangat persatuan yang kuat. "Melalui olahraga dan kebudayaan, kita tidak hanya mempererat hubungan antarsesama diaspora, tetapi juga membangun persahabatan dengan masyarakat internasional serta memperkenalkan wajah Indonesia yang inklusif, damai, dan berprestasi," jelas Indroyono.
Hadirnya konsul jenderal dari Thailand, Filipina, AS, dan Arab Saudi di IAG memperlihatkan bahwa olahraga mampu melampaui batas geografis, budaya, dan bahasa sebagai media untuk membangun hubungan yang harmonis antarbangsa. Melalui IAG 2026 diaspora Indonesia tidak hanya berkompetisi memperebutkan prestasi, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Nusantara.
IAG diadakan di Chicago selama 19-21 Juni 2026 dengan mempertandingkan lebih dari delapan cabang olahraga dan diikuti oleh ratusan peserta dari 50 negara bagian di Amerika Serikat.
(yov)
Lihat Juga :