Dituduh Untungkan Spanyol, Kenapa Wasit Ivan Barton Batalkan Tendangan Bebas Prancis?
Rabu, 15 Juli 2026 - 04:55 WIB
loading...
Dituduh Untungkan Spanyol, Kenapa Wasit Ivan Barton Batalkan Tendangan Bebas Prancis?
A
A
A
TEXAS - Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis tak hanya menyita perhatian karena kemenangan La Furia Roja 2-0, tetapi juga akibat sebuah keputusan kontroversial dari wasit Ivan Barton yang memicu tudingan "korupsi" di media sosial.
Insiden tersebut terjadi pada babak pertama ketika Prancis sempat mendapatkan tendangan bebas di depan kotak penalti Spanyol setelah Ousmane Dembele dinilai dilanggar Fabian Ruiz. Namun, beberapa saat kemudian Barton membatalkan keputusannya dan justru memberikan tendangan bebas kepada Spanyol.
Keputusan mendadak itu membuat banyak penonton kebingungan. Sebagian suporter bahkan menuding wasit "menciptakan aturan baru" dan mempertanyakan konsistensi kepemimpinan pertandingan.
Baca Juga: 10 Fakta Menarik Spanyol Tembus Final Piala Dunia 2026
Di media sosial, sejumlah komentar bermunculan. Ada yang menulis bahwa wasit "mengubah keputusan sesuka hati", sementara yang lain menganggap pembatalan tendangan bebas tersebut sebagai keputusan yang tidak masuk akal. Bahkan, beberapa warganet melontarkan tuduhan bahwa turnamen ini telah "tercemar" oleh kepemimpinan wasit.
Meski demikian, penjelasan berbeda kemudian disampaikan pakar peraturan sepak bola Dale Johnson. Menurutnya, keputusan itu bukan berasal dari intervensi Video Assistant Referee (VAR), seperti yang banyak diduga penonton.
Johnson mengungkapkan bahwa wasit Ivan Barton membatalkan tendangan bebas setelah menerima masukan dari asisten wasit yang memiliki sudut pandang lebih baik terhadap insiden tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, asisten menyatakan tidak terjadi pelanggaran sehingga keputusan awal pun dibatalkan.
"Saya mendapat informasi bahwa wasit membatalkan tendangan bebas atas saran asistennya. Memang terlihat aneh dari luar," jelas Johnson.
Sesuai Laws of the Game, wasit memang diperbolehkan mengubah keputusannya sebelum pertandingan dilanjutkan apabila menerima informasi baru dari asisten wasit atau ofisial pertandingan lainnya. Artinya, perubahan keputusan tersebut bukanlah hasil tinjauan VAR, melainkan komunikasi langsung antara wasit utama dan asistennya.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Spanyol tetap tampil dominan dan mengamankan kemenangan 2-0 atas Prancis berkat gol penalti Mikel Oyarzabal pada babak pertama dan penyelesaian Pedro Porro selepas jeda. Hasil itu membawa La Furia Roja melaju ke final Piala Dunia 2026, sementara Prancis harus mengakhiri perjuangannya di babak semifinal.
Insiden tersebut terjadi pada babak pertama ketika Prancis sempat mendapatkan tendangan bebas di depan kotak penalti Spanyol setelah Ousmane Dembele dinilai dilanggar Fabian Ruiz. Namun, beberapa saat kemudian Barton membatalkan keputusannya dan justru memberikan tendangan bebas kepada Spanyol.
Keputusan mendadak itu membuat banyak penonton kebingungan. Sebagian suporter bahkan menuding wasit "menciptakan aturan baru" dan mempertanyakan konsistensi kepemimpinan pertandingan.
Baca Juga: 10 Fakta Menarik Spanyol Tembus Final Piala Dunia 2026
Di media sosial, sejumlah komentar bermunculan. Ada yang menulis bahwa wasit "mengubah keputusan sesuka hati", sementara yang lain menganggap pembatalan tendangan bebas tersebut sebagai keputusan yang tidak masuk akal. Bahkan, beberapa warganet melontarkan tuduhan bahwa turnamen ini telah "tercemar" oleh kepemimpinan wasit.
Meski demikian, penjelasan berbeda kemudian disampaikan pakar peraturan sepak bola Dale Johnson. Menurutnya, keputusan itu bukan berasal dari intervensi Video Assistant Referee (VAR), seperti yang banyak diduga penonton.
Johnson mengungkapkan bahwa wasit Ivan Barton membatalkan tendangan bebas setelah menerima masukan dari asisten wasit yang memiliki sudut pandang lebih baik terhadap insiden tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, asisten menyatakan tidak terjadi pelanggaran sehingga keputusan awal pun dibatalkan.
"Saya mendapat informasi bahwa wasit membatalkan tendangan bebas atas saran asistennya. Memang terlihat aneh dari luar," jelas Johnson.
I'm told that the referee cancelled the free-kick on the advice of his assistant.
— Dale Johnson (@DaleJohnsonBBC) July 14, 2026
Looked a strange one though. #FRAESP #FIFAWorldCup https://t.co/ZBNCg55Z8f
Sesuai Laws of the Game, wasit memang diperbolehkan mengubah keputusannya sebelum pertandingan dilanjutkan apabila menerima informasi baru dari asisten wasit atau ofisial pertandingan lainnya. Artinya, perubahan keputusan tersebut bukanlah hasil tinjauan VAR, melainkan komunikasi langsung antara wasit utama dan asistennya.
Terlepas dari kontroversi tersebut, Spanyol tetap tampil dominan dan mengamankan kemenangan 2-0 atas Prancis berkat gol penalti Mikel Oyarzabal pada babak pertama dan penyelesaian Pedro Porro selepas jeda. Hasil itu membawa La Furia Roja melaju ke final Piala Dunia 2026, sementara Prancis harus mengakhiri perjuangannya di babak semifinal.
(sto)
Lihat Juga :