Trump Akan Serahkan Trofi Pemenang Piala Dunia 2026
Kamis, 16 Juli 2026 - 09:49 WIB
loading...
Trump Akan Serahkan Trofi Pemenang Piala Dunia 2026.
A
A
A
NEW JERSEY - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuai sorotan menjelang partai puncak Piala Dunia 2026 setelah mengonfirmasi dirinya akan berada di podium untuk menyerahkan trofi kepada tim juara pada final yang berlangsung di Stadion New York/New Jersey (MetLife Stadium), Minggu (19/7/2026) waktu setempat.
Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina setelah kedua tim sukses melewati hadangan Prancis dan Inggris di babak semifinal. Laga tersebut diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling disorot dalam sejarah turnamen, namun perhatian publik kini juga tertuju pada kehadiran Trump dalam seremoni penyerahan trofi.
Baca Juga: Jadwal Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
Media Amerika Serikat menilai situasi tersebut berpotensi menimbulkan suasana canggung mengingat hubungan politik Trump dengan sejumlah negara peserta Piala Dunia. Dalam laporannya, media-media di ASmenyebut siapa pun yang menjadi juara nantinya bisa menghadapi momen yang tidak biasa saat menerima trofi dari Presiden AS.
Sorotan itu muncul karena kebijakan luar negeri Trump selama masa kepresidenannya kerap memicu kontroversi.Media menyoroti berbagai sikap Trump terhadap sejumlah negara peserta turnamen, mulai dari perang dagang, tarif ekonomi, hingga pernyataan keras terhadap pemimpin negara lain yang dinilai dapat memengaruhi persepsi publik internasional.
Meski demikian, keterlibatan Trump dalam acara FIFA bukanlah hal baru. Sebelumnya, ia hadir dalam seremoni final Piala Dunia Antarklub 2025 di stadion yang sama dan beberapa kali menunjukkan dukungannya terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Trump juga sempat menjadi sorotan ketika meminta FIFA meninjau kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, dalam turnamen ini. Ia mengaku hanya meminta dilakukan peninjauan ulang, bukan mengintervensi keputusan federasi sepak bola dunia tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump memuji Presiden FIFA Gianni Infantino sebagai sosok yang cerdas dan berhasil memimpin organisasi sepak bola terbesar di dunia. Menurutnya, para penggemar ingin melihat pemain-pemain terbaik tetap berada di lapangan dalam pertandingan besar.
Menanggapi isu tersebut, FIFA menegaskan bahwa badan yudisial mereka bekerja secara independen dan tidak dapat dipengaruhi oleh pihak mana pun, termasuk kepala negara. FIFA menyatakan seluruh keputusan disipliner diambil berdasarkan regulasi yang berlaku dan fakta yang ditemukan dalam setiap kasus.
Gianni Infantino mengakui dirinya memang menerima telepon dari Trump terkait kasus Balogun. Namun, ia menegaskan bahwa proses hukum di FIFA berjalan secara mandiri dan keputusan akhir tetap berada di tangan komite disiplin yang independen.
Dengan final Piala Dunia 2026 yang tinggal menghitung hari, perhatian kini tidak hanya tertuju pada duel Spanyol kontra Argentina, tetapi juga pada seremoni penyerahan trofi yang dipastikan akan melibatkan Presiden Amerika Serikat di atas panggung juara.
Final Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol dan Argentina setelah kedua tim sukses melewati hadangan Prancis dan Inggris di babak semifinal. Laga tersebut diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling disorot dalam sejarah turnamen, namun perhatian publik kini juga tertuju pada kehadiran Trump dalam seremoni penyerahan trofi.
Baca Juga: Jadwal Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina
Media Amerika Serikat menilai situasi tersebut berpotensi menimbulkan suasana canggung mengingat hubungan politik Trump dengan sejumlah negara peserta Piala Dunia. Dalam laporannya, media-media di ASmenyebut siapa pun yang menjadi juara nantinya bisa menghadapi momen yang tidak biasa saat menerima trofi dari Presiden AS.
Sorotan itu muncul karena kebijakan luar negeri Trump selama masa kepresidenannya kerap memicu kontroversi.Media menyoroti berbagai sikap Trump terhadap sejumlah negara peserta turnamen, mulai dari perang dagang, tarif ekonomi, hingga pernyataan keras terhadap pemimpin negara lain yang dinilai dapat memengaruhi persepsi publik internasional.
Meski demikian, keterlibatan Trump dalam acara FIFA bukanlah hal baru. Sebelumnya, ia hadir dalam seremoni final Piala Dunia Antarklub 2025 di stadion yang sama dan beberapa kali menunjukkan dukungannya terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Trump juga sempat menjadi sorotan ketika meminta FIFA meninjau kartu merah yang diterima penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, dalam turnamen ini. Ia mengaku hanya meminta dilakukan peninjauan ulang, bukan mengintervensi keputusan federasi sepak bola dunia tersebut.
Dalam pernyataannya, Trump memuji Presiden FIFA Gianni Infantino sebagai sosok yang cerdas dan berhasil memimpin organisasi sepak bola terbesar di dunia. Menurutnya, para penggemar ingin melihat pemain-pemain terbaik tetap berada di lapangan dalam pertandingan besar.
Menanggapi isu tersebut, FIFA menegaskan bahwa badan yudisial mereka bekerja secara independen dan tidak dapat dipengaruhi oleh pihak mana pun, termasuk kepala negara. FIFA menyatakan seluruh keputusan disipliner diambil berdasarkan regulasi yang berlaku dan fakta yang ditemukan dalam setiap kasus.
Gianni Infantino mengakui dirinya memang menerima telepon dari Trump terkait kasus Balogun. Namun, ia menegaskan bahwa proses hukum di FIFA berjalan secara mandiri dan keputusan akhir tetap berada di tangan komite disiplin yang independen.
Dengan final Piala Dunia 2026 yang tinggal menghitung hari, perhatian kini tidak hanya tertuju pada duel Spanyol kontra Argentina, tetapi juga pada seremoni penyerahan trofi yang dipastikan akan melibatkan Presiden Amerika Serikat di atas panggung juara.
(sto)
Lihat Juga :