Fakta Unik Piala Dunia 2026: Pertama Sejak 44 Tahun, Partai Final Tanpa Pemain Bayern Munich
Kamis, 16 Juli 2026 - 11:37 WIB
loading...
Fakta Unik Piala Dunia 2026: Pertama Sejak 44 Tahun, Partai Final Tanpa Pemain Bayern Munich
A
A
A
JAKARTA - Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina dipastikan menghadirkan sejarah baru. Untuk pertama kalinya dalam 44 tahun, partai puncak turnamen sepak bola paling bergengsi itu akan berlangsung tanpa satu pun pemain Bayern Munich.
Rekor unik tersebut berakhir setelah Inggris tersingkir di semifinal usai kalah 1-2 dari Argentina, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Kekalahan The Three Lions sekaligus mengakhiri perjalanan Harry Kane, yang menjadi satu-satunya pemain Bayern Munich yang masih bertahan di turnamen.
Selama lebih dari empat dekade, tepatnya sejak Piala Dunia 1982, setiap final selalu menghadirkan setidaknya satu pemain Bayern Munich di salah satu tim finalis. Tradisi panjang itu akhirnya terputus pada edisi 2026 ketika Spanyol dan Argentina sama-sama tidak memiliki pemain dari klub raksasa Bundesliga tersebut.
Meski hanya bersifat statistik, catatan itu menjadi salah satu rekor unik yang cukup dikenal dalam sejarah Piala Dunia. Kini, dominasi Bayern Munich dalam partai final resmi berakhir setelah berlangsung selama 44 tahun tanpa putus.
Di sisi lain, final kali ini justru membuka peluang terciptanya rekor yang lebih besar. Argentina berpeluang menjadi tim pertama dalam 64 tahun yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia secara beruntun.
Terakhir kali prestasi tersebut dicapai adalah oleh Brasil yang menjuarai Piala Dunia 1958 dan 1962. Jika mampu mengalahkan Spanyol di final, Lionel Messi dan rekan-rekannya akan mengakhiri penantian lebih dari enam dekade sekaligus mencatat sejarah baru sebagai juara bertahan yang sukses mempertahankan mahkota dunia.
Namun, misi itu dipastikan tidak mudah. Spanyol datang ke final dengan performa impresif setelah menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal. Tim asuhan Luis de la Fuente juga berstatus juara Piala Eropa 2024 dan tampil sebagai salah satu tim paling konsisten sepanjang turnamen.
Laga final di Stadion MetLife, New Jersey, diprediksi bukan hanya menentukan siapa raja sepak bola dunia berikutnya, tetapi juga menjadi panggung lahirnya sejumlah rekor baru. Selain peluang Argentina mencatat sejarah sebagai juara bertahan pertama sejak Brasil, final ini juga akan dikenang sebagai akhir dari rekor panjang Bayern Munich yang selalu memiliki wakil di partai final Piala Dunia selama 44 tahun.
Rekor unik tersebut berakhir setelah Inggris tersingkir di semifinal usai kalah 1-2 dari Argentina, Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Kekalahan The Three Lions sekaligus mengakhiri perjalanan Harry Kane, yang menjadi satu-satunya pemain Bayern Munich yang masih bertahan di turnamen.
Selama lebih dari empat dekade, tepatnya sejak Piala Dunia 1982, setiap final selalu menghadirkan setidaknya satu pemain Bayern Munich di salah satu tim finalis. Tradisi panjang itu akhirnya terputus pada edisi 2026 ketika Spanyol dan Argentina sama-sama tidak memiliki pemain dari klub raksasa Bundesliga tersebut.
Meski hanya bersifat statistik, catatan itu menjadi salah satu rekor unik yang cukup dikenal dalam sejarah Piala Dunia. Kini, dominasi Bayern Munich dalam partai final resmi berakhir setelah berlangsung selama 44 tahun tanpa putus.
Di sisi lain, final kali ini justru membuka peluang terciptanya rekor yang lebih besar. Argentina berpeluang menjadi tim pertama dalam 64 tahun yang mampu mempertahankan gelar juara Piala Dunia secara beruntun.
Terakhir kali prestasi tersebut dicapai adalah oleh Brasil yang menjuarai Piala Dunia 1958 dan 1962. Jika mampu mengalahkan Spanyol di final, Lionel Messi dan rekan-rekannya akan mengakhiri penantian lebih dari enam dekade sekaligus mencatat sejarah baru sebagai juara bertahan yang sukses mempertahankan mahkota dunia.
Namun, misi itu dipastikan tidak mudah. Spanyol datang ke final dengan performa impresif setelah menyingkirkan Prancis 2-0 di semifinal. Tim asuhan Luis de la Fuente juga berstatus juara Piala Eropa 2024 dan tampil sebagai salah satu tim paling konsisten sepanjang turnamen.
Laga final di Stadion MetLife, New Jersey, diprediksi bukan hanya menentukan siapa raja sepak bola dunia berikutnya, tetapi juga menjadi panggung lahirnya sejumlah rekor baru. Selain peluang Argentina mencatat sejarah sebagai juara bertahan pertama sejak Brasil, final ini juga akan dikenang sebagai akhir dari rekor panjang Bayern Munich yang selalu memiliki wakil di partai final Piala Dunia selama 44 tahun.
(sto)
Lihat Juga :